Patience is the thing that I learned from you, Kept me calm when i'd lose my temper
Three Goblin Art

Discoholic 🪩

@theartofmadeline
I'd rather be in outer space 🛸

izzy's playlists!

★

Andulka
Not today Justin
$LAYYYTER
tumblr dot com

Mike Driver
trying on a metaphor

JVL
hello vonnie
Stranger Things
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

taylor price

seen from Indonesia

seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Barbados
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from Pakistan

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from Pakistan
seen from United States
@areuoke
Patience is the thing that I learned from you, Kept me calm when i'd lose my temper

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Let him
I : Perihal dia yang kecewa dengan sikapmu itu hak dia dan tugasmu adalah meminta maaf. Cuman sayangnya ada hal yang kita engga bisa kontrol. Kamu tau kan?
A : Iya, apapun yang datangnya dari orang lain kan?
I : Nah, kerap kali kita lupa memang kalau apa-apa yang datangnya bukan dari dalam diri sendiri ya engga bisa kita kontrol. Balik lagi, tentang respon dia yang acuh setelah kamu mencoba menghubungi dan meminta maaf ya itu hak dia.
A : Tapi rasanya dia berubah banget, dia jadi sosok yang bukan aku kenal dulu hmm tapi aku jadi berpikir atau malah aku yang engga kenal dia semenjak dulu ya?
I : Let him, A. Mungkin dia butuh waktu atau kalau memang dia terus begitu ya yaudah, leave it.
Jujur, saya bingung.
Apasih yang sedang kita lakukan sekarang?
Suatu hal yang membuat saya patah perlahan namun rasanya sangat candu.
Kita, hmm maaf atau mungkin hanya saya, seolah pandai menebak-nebak perihal yang sebenarnya abu-abu.
Bahagia dan sedih datang terus bergantian tanpa ada jeda, ya namanya hidup akan terus begitu bukan?
Tapi maksud saya, saya bingung dan ragu tentang kamu.
Ya semua tentang kamu, rasanya saya seperti ditarik ulur karena sikap abu-abumu itu.
Yaaa tapi kalau logika saya lagi jalan, agaknya yang salah ya diri saya sendiri, saya bahagia pada sesuatu yang tidak berdasar, sesuatu yang gak tau sebenarnya ada atau enggak.
Lucu ya, diam-diam saya memperhatikan kamu, dan dunia sekelilingmu. Terasa tidak?
Saya tau apa tentang apa yang kamu suka, saya juga tau apa yang bisa membuatmu begitu marah tentunya tanpa bertanya.
Sering sekali saya gatal untuk mencari nama kamu dalam list contact dan mengetik beberapa pertanyaan yang rasanya terus berputar-putar di kepala tapi saya hapus lagi.
Saya juga bingung, kenapa sampai sejauh ini langkah saya ada pada jalan yang sebenarnya saya gak tau sejak kapan dan sampai kapan akhirnya jalan ini rusak dengan sendirinya.
Langkah saya terasa terkurung, jalan di tempat penat tapi kalau mau maju juga pintunya masih terkunci.
Kata orang, ya kenapa gak kamu dobrak aja pintunya?
Tapi menurut saya tidakah lebih baik saya ketuk pintu itu?
Meskipun sudah saya lakukan dan tidak menemui akhir.
Tapi, terima kasih yaaa
Saya tuh suka senang sendiri atas semua hal yg kamu berani bicarakan meski hanya di ruang pesan.
Ternyata lucu banget ya hal-hal yang sebenarnya bisa dilakukan semudah itu untuk orang lain, tapi dengan susah payah kamu tunjukkan itu dengan cara lain.
Perlahan saya sadar, kalau nanti akhirnya saya lelah dan memilih menyerah ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil.
Meski tanpa ada banyak kata.
Saya gak mau bergantung sama kamu, sama apapun tentang kamu
Tsana pernah bilang, jangan saling bergantung karena ujung-ujungnya salah satu harus berkorban atas apa yang sebenarnya tidak disukai, atas apa yg sebenarnya bisa diusahakan bersama, tapi karena menuruti ego ya jadi minta dituruti terus.
Mungkin, ya emang belum waktunya aja kata "tepat" itu hadir.
Mungkin saya harus belajar lebih banyak tentang hal-hal baik yang datangnya ga secepat itu.
Oia, saya sekarang paham kenapa kita gak boleh kasih seutuhnya perasaan kita ke orang lain
Ya karena hubungan yang sehat itu bukannya saling berbagi rasa ya?
Salah banget kalau udah ada dominasi ini itu, udah ngelarang ini itu, cemburu sana sini.
Bukan seharusnya bisa saling mendukung, percaya dan berjuang?
Menurut saya, salah sih ketika di suatu hubungan individu punya hak milik atas orang lain, bukankah kemerdekaan milik semua jiwa?
Saya juga tau singgah punya tenggat waktu, dan saya gamau ketika waktu itu tiba saya sakit, saya kehilangan seluruh hati saya, saya kecewa teramat sangat dan akhirnya hidup saya hitam tanpa kamu, padahal kan itu berlebihan banget.
Saya mau kalau nanti akhirnya kita benar-benar jauh ya saya sedih secukupnya terus bangkit lagi.
Toh jalan orang kan beda-beda, nggak harus sama terus, gak harus bareng-bareng terus.
Sendiri itu menguatkan tau.
Rasanya sangat tidak tepat kalau semua rasa ingin harus terpenuhi
Semua emosi harus tertimpalkan
Semua masalah harus di ekpresikan, kan enggak juga.
Jadi perihal saya yang terkurung sekaligus terlindung biar menjadi alasan saya bertahan ya.
:)
Mati Rasa
Kamu tolong berhenti
Kamu sudah berkali-kali jatuh
Berjuang -sendirian
Tersesat
Menebak-nebak arah
Tersungkur
Patah
Kamu ku panggil sekali lagi
Tolong berhenti
Bisakah kamu untuk mati rasa saja?
Percaya atau tidak, yang tepat, datangnya tak pernah terlambat. Kau tunggu ataupun tidak, kau sibuk mencari ataupun memlih diam. Pertemuan dengannya itu pasti. Kau hanya perlu terus memperbaiki diri.
(via mbeeer)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Coba dengarkan, sejenak
Padamu yang dulu pernah ada, bolehkah aku bercerita Ku tahu betul, kabarku bukan lagi pedulimu Tapi coba dengarkan sebentar, hm kalau kau mau Aku ingin menyampaikan salam perpisahan untukmu Terserah kamu, mau balas atau tidak
Kau ingat bukan, setelah hari dimana pertengkaran kita begitu hebat Kamu begitu keras memaksaku untuk tetap tinggal Dan aku yang sudah kehabisan cara untuk tetap bertahan
Untuk apa?
Untuk apa kita terus bersama, kalau ditiap pertemuan hanya pertengkaran yang ada?
Inginku mengobati rindu setelah hari-hari sibukmu Tapi hanya ada ego yang berbicara
Apakah aku pernah merengek, agar menyudahi perkejaanmu itu? Tidak bukan.
Lantas, mengapa kamu marah Saat aku meminta sedikit waktu mu saja untuk bertemu Kamu bilang aku seperti anak kecil
Hei taukah kamu, rindu ini begitu membuncah Hingga kadang air mata ku tak mampu tertahan Aku hanya ingin sedikit waktu Terserah mau pergi kemana Bukankah, kalau aku pendampingmu
Harusnya aku kamu jadikan sandaran mu ketika merasa lelah
Memangnya tak kamu temukan kedamaian disisiku? Kalau begitu maaf.
Maaf jika kamu membaca ini Bukan maksudku, membuatmu sesal
Aku hanya ingin bertanya
Sebegitu sibuk kah perkerjaanmu? Hingga untuk memberi kabar diujung malam pun tak sempat? Sebegitu berarti kah perkerjaanmu hingga memalingkan mata untuk membalas pesanku pun tak sempat? Ataukah aku yang sudah tidak penting lagi?
Kamu tidak tau bukan Khawatirku tiap hari semakin menggunung? Dan kemarin adalah puncaknya Kamu tau tidak? Rasanya begitu sesak
Sesekali kamu mengalah, lalu kamu meminta maaf Tapi memang hobby mu, pergi tanpa pesan Lagi-lagi aku harus lelah mencari kabar
Begini, aku tidak memintamu untuk mengabarkanku tiap saat. Tidak Ku tanya adakah perempuan yang siap ditinggalkan tanpa pesan selama berhari-hari?
Hm biar ku ingat.
Terhitung sudah genap 3 bulan, kita tidak berbincang Walau hanya diruang pesan Tidakkah kamu risih dengan pesan-pesanku yang terkumpul itu Dibiarkannya menumpuk tanpa dibalas satupun, dibacapun sesekali
Kamu tau? Aku sudah lelah Aku ingin lepas saja
Dipertemuan kemarin yang begitu langka Dan lagi-lagi dibumbui dengan pertengkaran Aku ingin meminta maaf Kalau aku bukan tempat yang membuatmu nyaman untuk bersandar dari lelahnya harimu Aku bukan tempat yang damai untuk kamu berbagi cerita dari hari-hari sibukmu Aku bukan senyum yang mampu meruntuhkan letihmu Adakah sosok lain, yang selain aku?
Kamu bilang tidak. Kamu bilang jangan mencari-cari alasan untuk pergi Kamu bilang jangan seperti anak kecil Kamu bilang jangan lagi khawatir Kamu bilang aku yang tidak mengerti Dan kamu bilang ini adalah upayamu untuk masa depan kita
Sakit sekali mendengarnya. Jangan mencari-cari alasan untuk pergi ! Kalau begitu, kenapa tidak kamu beri nyaman? jangan seperti anak kecil! kalau begitu jangan berlagak sok dewasa! jangan lagi khawatir ! AH, bagaimana bisa seseorang dipaksa tidak khawatir pada pasangan nya? aku yang tidak mengerti! membiarkanmu berbulan-bulan tanpa kabar masih belum cukup? Dan kamu bilang ini adalah upayamu untuk masa depan kita ! Memangnya apa yang kamu cari? Materi? Percuma kalau nyaman bukan lagi hak ku Lagipula, aku tidak meminta itu Baik aku hargai upayamu
Tapi kenapa kamu tidak hargai jua sabarku?
...
Aku sadar, aku kian dewasa Mau-tidak mau Suka-tidak suka Cepat atau lambat Pasti aku akan merasakan ini
Merasakkan ‘sesuatu’ yang kata orang Anugrah yg paling indah Perihal yg aku rasakan sekarang?
Entah, aku tak bisa mengatakkan ini sudah sejauh ‘sesuatu itu’ Menurutku ini hanya kekaguman semata
yg berlangsung lama
Dulu, ‘sesuatu’ itu pernah jatuh pada seseorang yang belum sama sekali ku kenal
Karna waktu penuh kejutan
Bagaimana bisa? Aku teramat kagum hanya karna sekali pandangan saja Nyatanya bisa. Kurang lebih 5 tahun belakangan adalah saksinya
Pada pertemuan-pertemuan yg terasa sangat asing hingga lama kelamaan menjadi kebetulan yang dinanti
Aku pun tak pernah tau Alasan tuhan menjatuhkan harapan itu kepada seseorang tersebut dengan cara sesederhana itu
Siapa sangka, kekaguman itu seakan membabi buta dilubuk hati Ah jatuh itu cukup merepotkan ya
Terkadang rasa kepo ku muncul Mulai mencari-cari tahu apapun perihal, seseorang itu Tidak terasa, nyatanya bibit kagumku sudah kurawat Hingga sekarang ia tumbuh dan mulai menjalar
Tidak sengaja, dideretan doa-doaku ku selipkan nama seseorang itu Mungkin memang tak mampu kau lihat, jika kita bertemu pada kesempatan yg diutus semesta
Hingga kini doa-doa ku pun sudah hafal akan nama mu Pada harapan-harapan yg ku gantungkan pada si maha pembolak-balik hati
Aku jatuh dengan diam-diam Kamu tidak tau bukan?
Aku jatuh pada takdir yang mengutus semesta pada pertemuan singkat dipagi itu Mungkin kamu tidak merasakannya? Tidak apa... tapi kalau iya Alhamdulilah
Aku tau bahwa jatuh, memang tidak butuh banyak alasan Ia jatuh dengan ridho Allah swt
Tapi kalau nyatanya, doa-doa ku seakan tak merubah jarak Mungkin ini ujian Atau mungkin ini petunjuk Bukan dengan seseorang tersebut jatuh ku berlabuh tepat
Tak pernah ada sesal pada jatuh dengan diam-diam Hikmat rasanya
Tak pernah terasa sia-sia atas doa-doa yg ku bisikkan pada semesta Meski nyatanya kadang ku lelah Tapi, Tuhan selalu menguatkan Biarkan doa-doa ini mengalun deras di deru sujud terakhir Hingga nantinya, jawaban itu lahir Entah sebagai penjawab amin Atau sebagai pelajaran
Bahwa aku pernah jatuh teramat sangat bukan pada orang yang tepat dengan cara yg paling hikmat.
Terkadang kita memang harus berhenti, bukan terus berjuang. Ada sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan sekeras apapun kau berusaha. Maka Tuhan kerap mengirimkanmu pertanda-pertanda untuk memberitahu bahwa jalan yang sedang kau raih ini tidak menuntunmu ke mana-mana. Beliau akan memberikanmu banyak sekali pertanda. Kegagalan, usaha yang tak kunjung berhasil, tak pernah menemukan jalan, tak ada kesempatan, tidak ada petunjuk, dan masih banyak lagi. Ada kalanya kita harus berhenti sejenak. Merendahkan hati sebentar untuk mau melihat lebih jelas, apakah ini jalan yang memang Tuhan izinkan untukmu? Atau kau harus mencoba hal lain dulu sebelum berhasil di jalan ini? Ataukah memang takdirmu bukanlah di situ. Sesuatu yang begitu kau inginkan, tidak serta merta menjadi sesuatu yang pantas untukmu di mata Tuhan.
(via mbeeer)
Bagaimana jika ternyata aku tidak ingin lupa? Bagaimana jika ternyata diam-diam aku masih berdoa perihal perpisahan kemarin itu kuharap hanya sementara?
(via mbeeer)
Dan yang terpenting, jangan hanya karena orang lain sudah sampai di tujuannya, atau karena orang lain sudah berhasil maka kamu jadi merasa tertinggal. Setiap orang itu punya jalannya masing-masing. Merasa tertinggal lalu kau mulai gegabah dan terburu-buru dalam mengambil langkah itu sama saja kau sedang meragukan takdir Tuhan untuk dirimu sendiri loh.. Wong kalau kamu percaya Tuhan, kamu juga seharusnya percaya kalau jalan hidup tiap orang itu berbeda kan?
(via mbeeer)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kalau kamu bisa menciptakan kegalauan oleh ulahmu sendiri, kenapa kamu tidak lebih mahir untuk menciptakan kebahagiaan mu sendiri?
adef
Orang-orang mendapat lebih karena memang berupaya lebih. Kita hanya tidak tahu.
K. Aulia R. (via ourmetime)
Tolong jangan pernah menduga
Tolong jangan pernah menduga soal perasaan.
banyak orang yang merasa sakit hati dengan cinta bukan saja karena cinta tak terbalas, pun sakit hati yg dibuat nya sendiri, sakit hati yg timbul karena berani bermain teka-teki dengan cinta, berani menebak-nebak perkara cinta.
perasaan seseorang salah satu hal yg sulit dimengerti,
jangan pernah merasa jago untuk menebak ia menaruh perasaan kepadamu. bukankah baik dan peduli kepada semua orang itu tidaklah salah? tolong jangan melulu menggunakkan perasaan kalau tak ingin dimainkan oleh rasa sakit.
jangan sesekali kamu mencoba mengartikkan lebih kepedulian seseorang yg memang nyatanya belum menyatakkan apapun kepadamu,
membuat seolah-olah ia melemparkan kode-kode yg cepat kau artikan dengan salah, ia rajin menanyakkan kabar, mengucapkan selamat pagi dan malam tak pernah absen pun bukan salah satu alasan kamu bisa menuduh ia menyukaimu.
Coba wanita jangan menjebak diri kalian sendiri dengan apa namanya itu? php,iya. pemberi harapan palsu, berharaplah sewajarnya, jangan sampai dia bilang "kamunya saja kali yg terlalu berharap".baik, akan aku beri tahu, selalu ada rasa sakit dari harapan yg tak terkendali. kamu bisa-bisa terluka karena itu.
kamu taukan bagian paling pahit dari berharap adalah kenyataan yg tak sesuai dengan keinginan. jadi,begini menurutku,
nikmati saja apa adanya jangan menuntut banyak. ia sudah baik dengan mu, jangan menuntut ia juga menyukaimu. soal perasaan hanya diri sendiri dan tuhan yg tau. jangan pernah merasa sok tau akan kekuasaan tuhan, kendalikkan saja dirimu. Ingat kamu cantik teman.jangan merendahkan dirimu sendiri.
maaf kata-kataku mungkin sedikit menyinggung hanya saja, aku tak ingin kamu jatuh terlalu dalam pada perasaan yg membuatmu seperti mad woman.
ingat kamu wanita, tugasmu hanya menunggu dan mendoakkan,boleh saja kamu menyukainya, boleh saja kamu berharap perasaan pun terbalas.tapi, untuk hal satu ini tolong jangan menduga. kamu akan tau bagaimana kecewa yg dibuat oleh dirimu sendiri.
terdedikasi: untuk para wanita.
(tulisan diblog yg baru dipost di tumblr)
Kodaline
it takes me back to when it all first started
but i’ve only got my self to blame for it and i accept it now
it’s time to let it go go out and start again
OPEN ORDER buku Beranjak masih dibuka sampai tanggal 13 Januari 2017. Pengiriman dilakukan mulai tanggal 14 Januari 2017.
Silakan bagi yang berminat bisa langsung hubungi admin. WA : 0896 - 2513 - 7110 (Selena) Line : beranjakbook Info lebih lengkap bisa dibaca melalui tautan berikut : tumblr.com/beranjakbook

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Everytime I look at you, it hurts
Because I know I couldn’t get you back.
Mengapa?
Kenapa dan mengapa?
Selamat tinggal Akhirnya aku mampu mengatakan itu Maaf, untuk kali ini aku benar-benar serius Aku punya banyak alasan, jika kamu suatu hari bertanya
Mengapa aku pergi? Kenapa akhirnya aku menyerah?
Biar ku kembalikan beberapa pertanyaan kepada mu, tuan
Mengapa aku pergi? Kalau begitu mengapa aku harus tetap tinggal? Kenapa akhirnya aku menyerah? Lantas untuk apa aku harus berjuang(sendirian)?
Bisakah kamu menjawab?
Sore itu, disudut lorong sekolah Menyipit mataku melihatmu dari kejauhan, wajahmu terlihat sedikit murung Ahsudahlah bukan lagi peduli ku Tapi, Perlahan bola mataku melebar, kamu berjalan ke arahku Semakin dekat kamu, semakin cepat langkahku meninggalkan lorong yang rasanya terasa dingin sore itu
Tapi, langkahku mati ketika tanganku tertahan Wajahku berubah pucat Lidahku kelu Satu keuntungan buatku, untuk aku tak menoleh kepada mu
“tunggu, apa salahku?” katamu
Geram sekali aku mendengarnya, bisa-bisanya kamu bertanya seperti itu? Belum ada kata yang keluar dari mulutku, disusul pertanyaan sekaligus pernyataan dari mu
“Baik, aku minta maaf, maukah kamu untuk tetap tinggal?”
Enak sekali kamu, atas atas keangkuhan diri yang lalu-lalu, seenaknya meminta untuk tetap tinggal Batinku menjerit, tapi lidahku kelu Tak sadar, air mata pecah tak mampu tertahan
Kulepaskan genggaman mu, tanpa menoleh Dan langsung pergi bergegas
Asal kamu tau, untuk menjadi seegois ini aku butuh waktu yang lama Butuh rasa sakit yang tidak sedikit tentunya Untuk tahun-tahun sendu yang menjadi saksi bahwa kamu begitu bangga membuat kesalahan, dan aku dengan mudahnya memaafkan
Maukah, kalau kita bertukar tempat saja? Biarkan aku menjadi kamu yang pintar berlalu Lalu tanpa tau malu, aku kembali
Mungkin, benar kata orang
“Jika kesabaran tak cukup menyadarkan, mungkin kehilangan yang akan menyadarkan”
Kamu setuju?
Sekarang, bukannya aku tidak sabar Kadang aku merasa semesta sedang tertawa melihatku dipermainkan oleh waktu Karena itu aku pergi
Berharap pada suatu yang mestinya dilepaskan, untuk apa? Membuat sesak didada Mencari-cari penyakit saja
Kamu tau bukan Ali bin Abi Thalib pernah berkata:
Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia”
Terimakasih, percayalah Kamu akan baik saja tanpa aku Karna aku pun begitu
Lupakanlah aku Karena akupun akan begitu
Bahagialah dengan apa yang kamu miliki sekarang, jaga baik-baik Meski kamu merasa tak miliki sesiapapun yang mendapingimu, mungkin hanya saja kamu kurang menyadari Kamu kurang bersyukur
Jika nantinya kita bertemu disuatu hari yang entah Bisakah untuk berhenti bertanya? Karna akupun begitu Maaf atas bisuku hari ini dan seterunya Mampukah kamu memberi maaf yang luas? Karena akupun juga begitu
...