Padahal, padahal, padahal....
Padahal....
Ia masih saja saja beralibi padahal
Sampai otot-otot lidahnya pegal
Bahkan sekalipun mungkin, hingga keseleo lidah miliknya
Kosakata terkuat darinya tetap padahal
Lagi-lagi dan masih, padahal....
Seolah ada koma secara tersirat dalam pernyataannya
Rasanya ingin kutebas akarΒ βpadahalβ dari memorinya
Biar ia lupa
Serta sedikit--bahkan jika diperlukan banyak--untuk tegas dalam bertutur
MatilahΒ βpadahalβ darinya
Semoga dapat hangus dalam waktu yang berjalan merangkak
Menunggu hingga segala tutur katanya tidak berkoma-koma secara tersirat
Karena telingaku pegal mendengarnya
Terlalu banyak alasan, βpadahalβ yang aku perlukan adalah ketegasan
Serta merta kedewasaannya....
***
Depok, 24 Agustus 2017
(Disela-sela kegiatan mengajar di bimbingan belajar)










