Kadang, semakin bersuara dengan lantang, semakin tak terdengar pula di telinga. Seperti terhanyut disapu oleh sang bayu. Yang tersisa hanya sayup-sayup tanpa tahu apa yang ingin disampaikannya.
@suniyahdewi

blake kathryn
occasionally subtle
KIROKAZE
🪼

shark vs the universe
art blog(derogatory)
he wasn't even looking at me and he found me

Andulka
sheepfilms
Game of Thrones Daily
The Bowery Presents
Cosmic Funnies
Noah Kahan
Lint Roller? I Barely Know Her
noise dept.

Jar Jar Binks Fan Club

❣ Chile in a Photography ❣

tannertan36
Not today Justin
YOU ARE THE REASON
seen from Spain
seen from Mexico

seen from Germany

seen from Germany

seen from Germany
seen from United States

seen from Japan

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Spain
seen from Brazil
seen from Canada

seen from Palestinian Territories

seen from Malaysia
seen from France
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
@albertvalentino44
Kadang, semakin bersuara dengan lantang, semakin tak terdengar pula di telinga. Seperti terhanyut disapu oleh sang bayu. Yang tersisa hanya sayup-sayup tanpa tahu apa yang ingin disampaikannya.
@suniyahdewi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
164.
Izinkan aku menjadi rumahmu..
Walau atapnya mungkin suatu hari akan bocor,
Dindingnya penuh dengan bekas retakan,
Ruangannya mungkin tidak lebih luas dari yang kau harapkan,
Isinya mungkin tidak semenarik tetangga sebelah.
Namun aku tetap bersikeras untuk menjadi satu-satunya rumah tempatmu pulang.
Tempat kau menemukan nyaman, aman dan juga tenang.
Tempat kau bisa jujur menjadi dirimu, walau harus terlihat lemah.
Tempat di mana lelahmu berganti sukacita.
Tempat di mana ketika dunia menyepelekanmu, ada aku yang akan terus mendukung, mendampingi, menguatkan dan mencintaimu dengan utuh.
Aku, rumahmu yang penuh dengan kesederhanaan.
Rumah, 22.20 | 09 Juni 2023.
Puan..
Kau lestari dalam anganku, terpatri dalam seluk beluk urat nadiku, menggerutu merdu dalam pusara logikaku, menyeruak indah pada titian frasa intuisiku, tertawa syahdu diambang batas niscayaku. Kubiarkan kau berbaring tenang disana, kuabadikan tentangmu sebagai pijar bintang berpangku sukma.
Puan..
Jika cinta ini lautan hina, akankah kau bumi dengan samuderanya?. Jika kau biru segara, apakah bagimu cintaku ini merupa bencana?. Sejauh gurat yang kubaca, tintamu tetaplah gemercak rancu yang menghujamiku dengan rangkaian tanya tanpa susunan aksara. Sejauh hati ini merasa, megamu merundung angkasa bercampur mendung dan badai. Sedang aku langit dengan pasak rapuh yang dengan lancangnya mencoba mendekapmu penuh.
Kau terluka, dan aku lumpuh..
Sebab itulah aku pergi, tapi lubuk hati terdalamku tak pernah sedikitpun membencimu. Kau tetaplah rangkaian bunga yang melingkari pergelangan lenganku. Namun kini ia merupa ungkapan kasih yang sudah tak mampu kuemban lagi hanya dengan sebatas sabar. Ia merupa sajak-sajak kecemburuan, senandung bait-bait keikhlasan, deburan ombak tanpa teguran yang kelak kan menghantam. Ia bara api yang takut kedinginan tuk membakar, dan larik puisi yang dengan pengilhaman tidak untuk diprosakan.
Puan..
Aku mencintaimu dengan penuh ketakutan dan sadar. Namun jika mencintaimu dalam kediamanku membuatmu merasakan arti kedamaian, maka biarkan aku mewakilkan angin untuk membelai wajahmu dari kejauhan. Jika setulus juangku kau anggap tak lebih dari debu jalanan, biarkan aku menjadi hamparan angan yang bahkan tak tampak dalam harapan, hingga kemudian hilang.
Orang-orang kan berlalu lalang, tapi kau akan tetap terpatri dalam ingatan, mengalun indah pada tiap melodi memori yang terlinimasakan. Sebab cinta itu rumit, karenanya kepala ini merunduk kikuk. Maka puan, jika kepergianku ialah senja yang mampu untuk kau nikmati jingganya, biarkan aku terbenam dalam sore yang menunggu malam memadam. Bahkan bila mencintaimu bermaknakan untuk mengajariku penyesalan, maka biarkan aku menyesal dalam keabadian.
Puan...
Sebab aku merasa, menjadi mentarimu terlalu lancang bagiku. Siapalah aku ini. Sungguh tak layak bagiku menggerutu, memintamu mengorbit bintang katai merah tua renta yang tak tahu malu. Cahayaku terlalu redup untuk sekedar menghangatkan dinginmu. Gemerlap keberanianku telah terhisap kegelapan lubang hitam yang kau ramu.
Sejauh kata terucap, nafasmu pun masihlah hembusan keyakinan yang kuanggap tabu. Sepelik inikah berdamai dengan masa lalu?. Rasanya ingin kuingkari saja kenyataan bahwa kau disana, terbakar lalu lebur mengabu. Sesulit inikah mengubur sajak-sajak cinta yang pernah tumbuh sepenuh untukmu?. Rasanya ingin kubungkam saja seluruh pujangga dengan segala omong kosongnya perihal cinta dan rindu.
Puan...
Kini larik puisi kehidupanku telah runtuh. Bagai reremahan pecahan kaca yang basah menggunung, sedang kau di dalamnya, diam termangu tanpa ada sedikitpun keinginan mencipta lagi percikan getaran hati yang telah terbunuh.
Larik itu sudah tak indah lagi, bahkan sejak dari dulu kau tahu itu kan?. Ia telah gugur, bak dedaunan yang kalah dengan musim, kesusahan mempertahankan asupan klorofil yang tersalur. Selepas pergimu, kini ia mulai menguning, dan waktu kan menghukumnya hingga kering.
Meski aku kembali, binar matamu pun telah berbeda, sebab kini bagimu ada-ku hanyalah pupuk kompos yang menyuburkan kelopak bunga egomu. Namun bagaimanapun juga aku telah puas, sebab telah mengerti bahwa aku bukanlah lebah yang kau mau.
Untukmu yang takkan kembali,
kututup kisah ini dengan bab keikhlasan
dengan berat hati kuucapkan; Selamat jalan...
Kudoakan segala tentangmu selalu berpayungkan kebahagiaan.
2 Desember
Besok umurku genap 30 tahun. Di tengah keterbatasan dan sakit yang aku rasakan, aku bersyukur. Aku masih hidup, bertahan. Dan memiliki keyakinan aku akan berumur panjang.
Orang-orang memang datang dan pergi. Berkali kali aku ditinggalkan. Tapi katanya hidup memang bekerja seperti itu? Aku jadi memahami zona nyaman itu fana dengan cepatnya perubahan situasi. Membuatku bersiap tentang segala kemungkinan yang bisa terjadi.
Aku juga jadi memahami Kita tidak memiliki apapun di dunia ini. Segala yang melekat hanya ujian sebelum nanti diambil kembali.
Aku tidak lagi percaya konsep sebuah kepergian atau kehilangan akan diganti. Tapi aku jadi memahami yang hilang dan pergi memang sudah seharusnya demikian. Yah karena masa pakainya sudah selesai. Tidak perlu berharap akan terganti. Kita saja yang menyesuaikan diri. Dengan piranti termasuk orang-orang yang tersisa di sisi.
Aku berkejaran dengan waktu. Allah, berikan aku waktu. Akan kukerjakan sebaik-baik bagianku
Juli,
Matamu cerah
Senyumanmu merekah
Suaramu indah
Lalu aku mulai menyusun kata dalam kepala untuk memuji,
tapi tidak pernah bersuara.
Diam,
semua rasa kagum yang tidak pernah tersampaikan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Capek, ya?
Dewasa ini, aku melihat bahwa hidup semakin membuatku merasa lelah, jenuh dan payah. Berbeda dengan semasa kecil dahulu, setiap hari aku antusias menjalani hari-hari, penasaran rasanya menjadi dewasa dengan tubuh yang semakin tinggi dan besar.
Inilah, masa dewasaku, seperempat abad telah berlalu. Ku dapati kehidupan terus menampakkan hakikatnya. Ku dapati betapa rumit bentuk emosi setiap manusia dan betapa tak terduganya banyak hal yang seringkali bertentangan dengan angan dan rencana.
Pada beberapa titik-titik hidup, ada fase dimana aku merasa tenang dan lapang, namun seusai fase itu aku akan dihadapkan kepada ujian-ujian kehidupan. Selesai satu-muncul satu lagi-selesai lagi-lalu muncul ujian lagi.
Awalnya dari sudut pandang dangkal, aku merasa aneh dengan pola ujian itu, namun seiring waktu aku mulai memahami dari sudut pandang spiritual bahwa dari pola itu tergambar jelas perihal "kesementaraan atau ketidakabadian". Melalui ujian yang datang silih berganti, aku mulai menerima bahwa hidup sedang menampakkan wajah kejujurannya. Kita kan cuma mampir sebentar disini, sebentar yang terasa lama dan sebentar yang terasa fana saat mencoba melihat kilas balik apa yang sudah-sudah terjadi.
Dalam segala keterbatasan kuat dan banyak lelahnya diri, dalam segala nyeri dan banyaknya keluh kesah yang menyertai. Aku sadar, inilah hidup dengan segala kejujurannya. Tempatnya capek, tempatnya berjuang, tempatnya bertahan, tempatnya ujian sabar dan tempatnya belajar ikhlas yang sukar sekali.
Kalau hidup ini isinya kesenangan-kesenangan terus, mana bisa menguji kelapangan hati? Kalau hidup ini isinya santai-santai terus, nanti kita lupa kan, bahwa pada akhirnya kita pasti akan pergi dari sini?
Selamat memperbarui rasa syukur dan lapang dalam segala keadaan.
Selamat menenun rasa sabar dan baik sangka pula dalam setiap hembus nafas kehidupan.
Pengingat pertama, 2 Januari 2023
Melipat Jarak
Katamu; jarak tidaklah disebut jauh selama masih bisa ditempuh.
Bagiku, apapun tentang "jarak" adalah sama dengan jauh. Pada jarak tercipta akar rindu-rindu yang menjulang tinggi, bergemerisik di dalam hati dan bersuara lebih riuh saat sepi. Ia berusaha mencari celah-celah kesempatan, sembari menunggu musim yang begitu panjang untuk banyak pertemuan.
Pada jarak tercipta kekosongan, yang hanya akan terisi utuh melalui kebersamaan. Doa-doa yang berusaha saling bersitaut itu—meskipun bertemu di langit-langit, namun tetaplah tidak mampu melunaskan akar rindu yang tumbuh subur di dalam relung kalbu.
Rindu... ambigunya, ia melebur dalam dekat menjadi sisa-sisa abu yang seakan tiada dan tidak memberi pengaruh besar kepada diri. Namun saat jarak memisahkan sebuah pertemuan, rindu itu berubah menjadi bara...lalu hidup sebagai doa juga banyak pilinan kata "semoga.
Dalam ruang keterasingan, kau akan tahu, bahwa rasanya pulang ke rumah, begitu istimewa, seperti secangkir cokelat hangat dengan rasa manis yang sederhana tatkala hujan sedang bejatuhan di balik jendela.
Rantau, 20 Desember 2022 18.46 wita
4 Permintaan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA sebelum tidur
Rasulullah SAW berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran 2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat 3. Sebelum para muslimin meridhai engkau 4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah”
Bertanya siti Aisyah : “Ya Rasulullah! Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”
Rasul tersenyum dan bersabda :
1. “Jika engkau akan tidur, membacalah surat Al–Ikhlas tiga kali Seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Al-Quran”
Bismillaahirrohmaan irrohiim, ‘Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x )
2. “Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku” maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat”
“Bismillaahirrahmaan irrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad” ( 3x )
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau”
“Astaghfirullaahal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih” (3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah”
“Bismillaahirrahmaan irrahiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallaahu allaahu akbar” ( 3x )
( Tafsir Haqqi)
Tuan yang sudah berpunya
Selamat malam tuan, selamat datang di duniaku. Dunia yang sangat kusut tak tahu bentuknya.
Aku ucapkan selamat kepada tuan yang berhasil menerobos benteng pertahananku yang hampir tak tertembus ini. Selamat, sekali lagi.
Maaf jika tuan merasakan dingin didekat saya. Saya takut dengan laki-laki. Takut merasakan sakit seperti yang telah lalu.
Tuan datang, membawa kehangatan tuan. Tuan hangat sekali, tanpa sadar saya sendiri meleleh jika berada dekat dengan tuan.
Banyak hal baru yang saya rasakan dengan tuan. Tuan, saya takut sekali.
Tuan membuai saya dengan rayuan tuan yang entah apakah itu benar atau omong kosong belaka.
Tuan membuat saya terkagum dengan sifat peka yang tuan miliki.
Maaf, saya masih belum menjawab pertanyaan tuan, perihal perasaan saya.
Namun, meskipun saya tidak bisa mengucapkannya, aku harap tuan pun merasakan kupu-kupu yang berterbangan dari perut, saya susah tidur, susah konsentrasi karena tuan.
Tuan, terima kasih sudah mengetuk hati saya dengan lembut.
Akankah takdir kita abadi atau sesaat?
Biar waktu yang menjawab pertanyaan tuan.
Pada akhirnya bagi seorang lelaki, persoalan pasangan bukan lagi tentang seberapa cantik parasnya tapi tentang seberapa taat dan sabar ia dalam ketaatannya, karena di banyak tempat, konflik terjadi bukan karena paras yang menua, tapi karena akhlak dan sabar yang kian terkikis.
hana rhna

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
...
Sudah pagi menjelang, ditutupinya duka-duka yang bersemayam dalam dada. Rinai hujan kini tanda kehidupan, sedang dinginnya adalah pengunci diri untuk memahami butuhnya rasa hangat.
Aku, dalam sesaknya dada menjadi seorang yang mencari satu dua tiga pegangan. Berharap runtuh semuanya, yang tersesal dari hati, yang dirindu dalam bawah sadar.
Apa yang kucari?
Berkali-kali aku mengais jawabannya, di antara jerami duka, di antara pasir keraguan.
Kabar bahagia tak lagi bermakna, kabar duka tak lagi menyakiti.
Aku sedang apa?
Bukankah aku sudah berlari begitu jauh? Kenapa kembali ke titik ini?
Aku sedang apa?
Bukankah sejak awal aku tahu akan merusak sistemku? Kenapa masih dilanjutkan?
Aku ingin sendiri, bisakah dunia memahaminya?
Cahaya bulan.
—gif dari tumblr
Seindah cahaya bulan tatkala temaram melingkupi malam, perasaanku padamu teramat sederhana.
Berharap bersinar tanpa membuatmu merasa risih dan terik. Teduh dalam kesungguhan dan senantiasa tetap ada meski dalam kesunyian.
Aku memilihmu, karena kita sepakat saling melangkah dalam tujuan yang sama. Jika garis harapan kita berbeda, maka takkan mungkin langkah kita sejalan dalam mengarunginya, kan?
Aku memilihmu, karena kau adalah seseorang yang tidak ingin aku ubah agar begini atau begitu. Aku memilihmu, karena engkau adalah engkau. Pun karena dihadapanmu, aku tak perlu takut menjadi diriku sendiri atau harus repot menjadi orang lain.
Katamu, aku harus selalu jadi manusia yang jujur dan terbuka seperti diriku hari ini, agar kita tidak saling salah paham jika suatu saat isi kepala kita bertolak belakang.
Di sepanjang perjalanan ini, kita akan selalu belajar menerima, segala perbedaan yang tak bisa ditiadakan sama sekali.
Caramu berpikir, caraku merasa. Sikapmu yang bijaksana, sikapku kala khawatir mendera. Kosa kataku yang terlalu banyak, kau yang sedikit bicara. Raut wajahku yang ekspresif dan raut wajahmu yang sukar dibaca. Sisi kekanakanku yang aneh, keseriusanmu yang membuatku takjub. Keraguanku yang panjang dan keyakinanmu yang serta merta kala menentukan pilihan.
Kita begitu berbeda dalam banyak hal. Namun semoga dalam urusan hati selalu selaras, ya.
Aku berharap, kita akan saling tumbuh kuat dan menebar manfaat dari waktu ke waktu. Menjadi pohon kehidupan yang memberi buah-buah kebaikan untuk sekitar. Mampu bertahan dalam segala perubahan musim kehidupan. Merimbun dibawah rinai hujan dan tetap kokoh kala musim kemarau berusaha menghancurkan.
Sekali lagi, jika kau bertanya bagaimana perasaanku padamu, maka seperti jejak-jejak cahaya bulan pada pekatnya langit malam. Bersinar tanpa ingin menyakitimu, tetap ada meski kadang tertutupi awan. Nyala sebagai pelita...yang selalu berharap memberi ketenangan untukmu.
Suatu malam, 4 Mei 2021 23.29 | diperbaharui 21 September 2022 20.59
Hi ! I am Khusnul...
Menjadi Matahari, menjadi bunga matahari.
Tetaplah menjadi orang baik, dimana kamu berada...
Tidak perlu pedulikan mereka yang hanya berusaha membuat mu jatuh
Cukup jadikan diri mu fokus pada dirimu dan orang-orang yang ingin kau bahagiakan.
Keep strong ! And keep smiling 🌻
Kita hanya manusia yang tidak bisa sempurna. Lantas mengapa mencari celah kesempurnaan. Kalau kamu mencari nya di manusia, tidak akan pernah ketemu. Sebab manusia selalu punya salah. Pikiran mu yang terkadang perlu didewasakan, agar tidak melulu memandang manusia itu bisa sempurna.
Sebagai yang kau percayai pun, seharusnya jika kamu percaya kamu tidak akan ragu dan mencari kebenaran kepada orang yang tidak tahu. Dengan begitu, justru kamu melupakan bahwa kepercayaan mu itu orang yang akan memberikan kebenaran.
Kalau sedari awal ragu, harusnya kamu tidak mempercayainya dan tidak berharap kepadanya. Sayangnya manusia gitu sih, suka selalu merasa kurang dan minta yang lebih benar. Padahal yang kau dengar benar belum tentu selalu benar.
Jangan jatuhkan kepercayaan mu kepada manusia. Manusia bukan Pencipta yang serba sempurna.
~fila
masih dalam pencarian hujan.
Hujan, aku harap aku bisa tahu bagaimana kabarmu dan keadaanmu dimana, bagaimana, sebelum aku menyelesaikan semua dan bersiap berangkat mengarungi samudera dengan nahkoda yang aku pilih.
Aku melihat siluetmu yang berbayang-bayang tadi malam dan aku bangun dengan tersentak. Seakan-akan aku bertemu dengan siluetmu dengan perasaan yang sama seperti 9 tahun yang lalu, di bangku sekolah yang reyot dengan kertas ujian yang kamu berikan padaku.
Aku tidak butuh kamu untuk kembali, bahkan dulu kita saja belum sempat ‘menjadi’ sama sekali. Belum sempat bersatu sebelum kita berjalan dalam jalur masing-masing, dengan aku yang masih menyimpan perasaan membuncah dan kupu-kupu di perut yang masih ada namun kian melemah layu.
Aku hanya ingin tahu, kamu dimana?
Karena diantara orang yang pernah singgah, hanya kamu yang hingga saat ini aku belum tahu keberadaannya. Seakan-akan hilang begitu saja ditelan bumi.
Aku hanya ingin tahu, kabarmu bagaimana. Apakah kamu sedang menjalani hidup dengan baik?
Aku hanya ingin tahu, jika kamu menemukan tambatan hati yang baru aku akan sangat turut berbahagia. Kalaupun belum, semoga kamu nyaman menjalani hidup dengan mencintai diri sendiri.
KIta tidak perlu bertemu langsung. Aku hanya ingin mengamatimu dari jauh, memastikan bahwa kamu baik-baik saja dimanapun itu. Seperti yang selalu aku lakukan sejak dulu. Karena aku tahu, kamu pasti bahkan sudah tidak ingat lagi dengan eksistensi diriku.
Sebelum aku mempersiapkan keberangkatanku dengan nahkoda dan belahan jiwaku yang aku pilih, semoga rasa penasaranku terjawab oleh semesta.
Aku hanya ingin tahu kamu dimana. Dan selalu aku doakan dirimu bahagia dimanapun, dengan siapapun itu, dengan apapun itu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“selamat sore untukmu yang menanti senja, setelah lelahnya hari dan rapuhnya hati. Yang masih mengharap hangatnya matahari senja dan indahnya memori yang dapat dikenang. semoga setelah senja tiba kau dapat sembuh dari lelahnya menanti”
—
Apapun yang dirasakan hari ini, tarik nafas dalam-dalam, buang yang tak menyenangkan jangan biarkan ia menjadi energi negatif dalam diri. Bersiaplah untuk tidur dalam keadaan sudah memaafkan siapapun atau kejadian apapun yg kurang menyenangkan dihari ini. Alhamdulillah Alaa kulli hal untuk hari ini. Bismillah untuk hari esok yang lebih baik Insyaallah.
Selamat beristirahat❤️