Beri aku waktu. Akan kukerjakan sebaik baik bagianku

Discoholic đĒŠ
Sade Olutola
YOU ARE THE REASON
untitled


PR's Tumblrdome

blake kathryn

tannertan36
TVSTRANGERTHINGS
Lint Roller? I Barely Know Her

Kiana Khansmith

pixel skylines
$LAYYYTER

gracie abrams
we're not kids anymore.
Sweet Seals For You, Always
h
The Bowery Presents


seen from Lithuania

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Russia

seen from United States

seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States

seen from Japan
seen from Argentina

seen from Argentina
seen from Malaysia
seen from Venezuela

seen from United States
seen from Australia
seen from Argentina

seen from Japan
seen from Brazil
seen from United States

seen from Switzerland
@duamusim
Beri aku waktu. Akan kukerjakan sebaik baik bagianku

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âĸ No registration required âĸ HD streaming
Dokter
Punggungku sering terasa nyeri. Sakitnya luar biasa hingga tulang jemari kaki. Aku mengeluh sesak napas. Dr. Mul memberiku resep. Menatap curiga. Dia tahu, siklusku datang lagi.
Menjadi dewasa. Artinya siap dengan realita yang dunia punya
Terbang sebebas bebasnya dan menutup hati serapat rapatnya
Bulannya, sempurna

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âĸ No registration required âĸ HD streaming
Video call dimarahin mantan suami check
Hadiah untukku di hari Ibu. Selamat Hari Ibu!
We don't talk. We walk
Musim Semi untuk memeluk anakku. Akankah datang tepat waktu?
Aku suka melihat cara kalian berdua berbohong. Lanjutkan. Mari kita lihat sejauh apa ketulahmu jadi kenyataan yang kalian wujudkan diam diam

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âĸ No registration required âĸ HD streaming
Officially 32!
Jalan Pulang [Puisi]
"Nduk muliho"
Ah. Iya. Pulang. Aku memang sedang berjalan. Yah mulus sih. Aspal. Tidak berdebu. Damai. Tapi aku tidak tahu kemana ujungnya. Dan aku terus berjalan. Begitu saja.
Di tepian. Orang-orang bersorakan. Mereka menonton di baris penonton seperti balapan F1. Ada yang menyemangati. Ada yang memarahi. Ada yang menunggu di pitstop bersiap memenuhi isi tangki. Ada yang diam-diam pergi. Yah aku tidak peduli.
Udara siang tidak lagi panas. Semuanya mendingin. Seperti hidup yang mendingan. Tapi aku (benar kata kalian) kehilangan pegangan.
Bukan tentang ayat ayat suci yang dijual diluaran. Dijajakan demikian dengan harga yang bisa di tawar lewat iklan WhatsApp
"Sini sini berdoa lewat aku cukup bayar sekian. Dijamin makbul dan kalian jadi jutawan!"
Cuih. Aku sudah muntab duluan.
_________
Kepulangan kadang tidak selalu diawali dengan kepergian. Kita selalu tahu istilah pergi adalah usaha untuk meninggalkan. Tapi seringkali, kita minggat karepe dewe. Tanpa pamit. Tidak berniat pergi tapi orang lain melihatnya kita undur diri.
Yah bukan begitu. Susah memang menjelaskan. Karena belum apa-apa sudah dicap penuh alibi. Ya sudahlah. Semua materi itu tertelan lagi di penghujung pagi. Padahal jarak 10 centi jamariku di depan pintu rumahmu. Berniat menyapa dan memberi peluk. Tapi yah aku terlalu takut dicerca kemana selama ini. Jadi aku berbalik. Memunggungi pintu lantas pergi lagi.
Jika ada orang bertanya
"Mau kemana lagi?"
Aku akan berhenti sejenak. Duduk di tepi jalan. Bertirakat mencari isyarat. Arah mana lagi yang aku tuju. Duh Gusti. Padahal belum kiamat. Tapi aku merasa sudah tamat. Sebab sudah ku kelilingi penjuru bumi yang bulat.
Jika jalan pulang semudah titik koordinat gmaps tentu tidak begini jadinya.
Sekarang aku jadi bertanya
"Apa aku sedang tersesat?"
Azizah Pradnya. 22.02 wib. 25.11.2025
Test
Saat di Malang, aku iseng ikut test. Tanpa berharap apa apa hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Berbekal rekam sidik jari.
Hasil testku keluar. 76 halaman. Aku tidak bisa membacanya. Beruntungnya saat itu aku bersama Foundernya. Prof. Dr. Dedi Priadi.
Beliau takjub membaca halaman demi halaman. Aku tidak mengerti apa yang membuat beliau maksudkan.
"Mba Azizah luar biasa"
Aku masih tidak mengerti.
"Kecerdasan orang Indonesia rata rata di kisaran 100-120. Dan Mba Azizah 145. Jenius"
"Oh" Aku menjawab hambar.
"Tapi Mba Azizah, dibalik kecerdasan luar biasa ada kegilaan yang mengikutinya"
Aku tersenyum tipis
"Terimakasih Prof"
Partner
Siang ini Paman memarahiku.
"Jangan cari aku kalo tugasmu belum selesai"
Aku menggerutu di serambi. Berbaur bersama anak anak magang PKL yang sibuk memayet dan menggunting pola. Di dalam ruangan Mba Win sekilas tersenyum.
Siang begitu panas. Pengap. Udara tidak bergerak. Paman masih memarahiku dan aku tidak paham juga poin mana yang aku salah.
"Mau sampai kapan kamu tidak jadi pemeran utama?"
Aku menghela napas. Berpikir.
"Emang salah ya kalo aku cuma figuran? Aku bantu orang? Emang salah kalo aku milih biasa biasa saja?"
"Salah!"
"Ah kenapa salah?"
"Kamu hidup buat apa?"
Aku tercenung. Hiruk pikuk anak anak PKL mengisi kekosongan siang itu. Aku masih bertanya tanya eksistensiku : ada.
____________
"Zah. Kamu butuh partner"
Aku terdiam lagi. Lalu beranjak pamit undur diri. Mba Win melambai. Paman berteriak dari kejauhan saat aku mulai menstarter motor
"Mana kainnya?"
Aku teringat. Oh iya
"Lupa. Belum dibawa!"
Paman mengepalkan tangannya ke udara, gemes. Aku tertawa
Tujuan
Rabu, 8 Oktober 2025. 12.08. Malang
Nak. Hari ini hari kedua. Ibumu "memaksakan diri" untuk belajar lagi. Aku selalu percaya usiaku tidak panjang. Jadi waktu sempit. Aku diburu banyak hal. Termasuk kamu Nak.
Sedikit yang aku miliki. Sedikit demi sedikit aku kembangkan sendirian. Yah. Yang a

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âĸ No registration required âĸ HD streaming
Kosong
Aku meraba sakuku. Biasanya kutemukan selembar karcis parkir sepeda motor, nota minimarket yang isinya belanja kita. Atau sekedar recehan uang logam. Yang pengamen pun tak sudi menerimanya. Tapi jari jariku asing. Saling meraba satu sama lain. Ah rupanya sakuku kosong.
Mana ya itu, potongan hati dan coklat mahal yang kamu belikan? Makanlah! Katamu. Tapi kamu sendiri cuma tersenyum sambil menelan ludah. Aku tahu kamu juga mau. Sebatang coklat terlalu mahal bagi kita yang terlalu miskin. Tapi hatimu sangat kaya. Hingga dengan mudahnya seluruhnya kamu berikan padaku. Bukan hanya coklat. Tapi waktumu juga. Dan semuanya tentang kamu. Hingga tidak menyisakan apapun. Bahkan kamu lupa siapa kamu ketika mencintaiku.
Menembus musim. Dan waktu. Aku menelan egoku. Sambil tercekat. Perjalanan panjang ini membuatku tersesat. Yah aku kira serupa study tour. Tapi makin kesini, aku menjalaninya sendiri. Masing masing rombongan memisahkan diri. Mencari ruang sepi mereka sendiri. Kata orang,
Urip kuwi urup. Tapi bagiku, urip kuwi suwung.
Sakuku kosong. Biasa ada remah remah roti. Atau bungkus madumongso dari rumah mbah putri yang aku kunjungi setahun sekali. Atau paling tidak sebungkus permen yang diberikan kasir ketika tidak ada recehan. Uang saja mereka tidak punya. Ah sudahlah. Ketika aku meraba sakuku sekali lagi, tidak tersisa apapun. Hanya lembut wol bergelisik di sudut jemariku.
_________
Rupanya sakuku sudah dicuci bersih. Meluruhkan semua remah roti, nota minimarket. Hingga koin uang kecil. Aku menghela napas. Saku kosong ini, apakah saatnya diisi lagi?
Nyonya kecil ini, tumbuh.