Jules of Nature
$LAYYYTER
KIROKAZE
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year


JVL
Three Goblin Art
tumblr dot com

祝日 / Permanent Vacation
todays bird
DEAR READER
ojovivo
art blog(derogatory)

Kiana Khansmith
Not today Justin
he wasn't even looking at me and he found me
Keni

⁂
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Bolivia
seen from United States

seen from Argentina
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Argentina
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from T1

seen from Italy
seen from Greece

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Hungary
seen from United Kingdom
@yeselnino

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً
bekerjalah seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan-akan kamu akan
Q&A 1 - Curhat Puasa
Q : "Assalamualaikum war wab. Izin bertanya bagaimanakah hukumnya ketika orang yang memiliki hutang puasa ramadan tapi akhirnya sampai ramadan berikutnya belum diqodho' padahal dia sebenernya sehat dan mampu untuk berpuasa ?"
A : Waalaikumsalam war wab. Hukum untuk mengqodho' puasa, seperti yang kita ketahui adalah wajib tentang wakunya memang kita diberi kebebasan walaupun ada batas yaitu sampai ketemu bulan ramadan berikutnya. Menyegerakan termasuk hal yang dianjurkan. Perkara nyatanya jika seseorang tidak mengqodho' tanpa ada udzur (sakit dll yang termasuk kedalam hal-hal yang tidak mewajibkan puasa) maka termasuk dosa besar. Merujuk dari kitab Safinatun Naja (1) maka membayar fidyah 1 mud = 6/7 ons bahan makanan pokok untuk setiap hari yang orang tersebut tinggalkan (2) Juga tetap mengqodho' puasa yang dia tinggalkan.
Jadi Stay sharp yaa rekan-rekan namanya hutang yaa harus dilunasi apapun bentuknya. Wallahua'lam bisshowaab.
"Tips Puasa Ala-Ala Anak Jaman Now: Kekinian, Seru, dan Tetap Bertenaga!"
"Puasa di zaman sekarang nggak lagi identik dengan rasa lemas dan membosankan. Anak jaman now bisa tetap menjalani ibadah puasa dengan seru, tetap bertenaga, dan pastinya tetap kekinian! Mau tahu caranya? Yuk, simak tips-tips puasa ala anak jaman now yang bisa bikin puasamu tetap asyik dan penuh energi!"
1. Stay Active dengan Olahraga Ringan
Meskipun puasa, tetap penting untuk bergerak. Tapi olahraga berat mungkin bukan pilihan yang tepat. Tips: Coba olahraga ringan seperti stretching, jalan santai, atau yoga di sore hari setelah berbuka untuk menjaga stamina.
2. Jaga Kesehatan dengan Makanan Bergizi
Jangan hanya mengandalkan makanan cepat saji, ya! Makanan sehat yang mengandung banyak serat, protein, dan karbohidrat kompleks sangat penting untuk menjaga energi selama puasa.
Contoh Menu:
Saat sahur, pilih menu seperti oatmeal, telur, dan sayur.
Saat berbuka, pilih kurma, air putih, dan makanan yang mudah dicerna seperti sup atau salad.
3. Manfaatkan Teknologi untuk Pengingat dan Motivasi
Anak jaman now pasti nggak lepas dari gadget. Gunakan teknologi untuk mendukung puasa kamu! Tips: Gunakan aplikasi untuk mengingatkan waktu sahur dan berbuka, atau ikut tantangan puasa online untuk tetap termotivasi.
4. Buka Puasa dengan Cara Kekinian: Berbuka di Kafe atau Online
Berbuka puasa nggak harus di rumah terus, lho! Coba sesekali berbuka di kafe dengan teman-teman atau pesan makanan secara online. Ini bisa jadi cara untuk tetap menjaga semangat puasa.
5. Self-Care untuk Mental dan Fisik
Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan emosi dan pikiran. Cobalah untuk tetap menjaga mood dan mental selama puasa dengan cara seperti meditasi atau self-care lainnya.
6. Berkontribusi Secara Sosial dengan Online Charity
Puasa bisa jadi waktu yang tepat untuk berbagi. Anak jaman now seringkali menggunakan media sosial untuk berbagi kebaikan. Coba donasikan sebagian rezeki untuk yang membutuhkan lewat platform online atau ikut serta dalam kegiatan amal.
"Puasa itu bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga kesempatan untuk menjadi lebih baik, lebih sehat, dan lebih produktif. Dengan tips ala anak jaman now ini, puasamu bisa jadi lebih seru, tetap kekinian, dan pastinya penuh berkah!"

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
HAL HAL YANG BERKAITAN DENGAN PUASA
Syarat Wajib Puasa :
Islam
Baligh
Berakal
Sehat
Bermukim (Tidak Musafir)
Suci (Dari Haid Dan Nifas)
Syarat Sah Puasa :
Islam
Berakal & Mumayyiz
Suci (Dari Haid Dan Nifas)
Nyata masuknya bulan Ramadhan
Rukun-Rukun Puasa:
Orang Yang Puasa
Berniat
Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa
Perkara Yang Membatalkan Puasa :
Makan Dan Minum Dengan Sengaja
Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka
Muntah Dengan Sengaja
Keluar Haid & Nifas
Gila
Murtad
Keluar Mani Dengan Sengaja
Bersetubuh Pada Siang Hari
Perkara Sunat Ketika Puasa :
Segera Berbuka Puasa
Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
Baca Doa
Melambatkan Bersahur
Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
Sentiasa Bersedekah
Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh
Makruh Ketika Puasa :
Bersuntik
Berbekam
Berkumur-Kumur
Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
Mandi Yang Berlebihan
Rasa Makanan Di Hujung Lidah
Golongan Yang Wajib Qada' Puasa :
Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara2 Yang Membatalkan Puasa
Orang Yang Pitam/Mabuk
Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga
Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa:
Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1 Cupak Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal.. Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 2 Cupak Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)
Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh
Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa
Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)
Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1 Cupak Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya
Kifarat Bersetubuh Pada Bulan Ramadhan :
Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :
Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P (Sekiranya Tidak Mampu)
Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)
Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat
Tingkatan Puasa:
Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak
Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas
Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin
Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa :
Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran
Orang Musafir
Orang Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah
Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga
Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu
Average Velocity a.k.a Kecepatan Rata-Rata a.k.a Laju a.k.a Ritme
v ̅_x is the average velocity at x axis]
∆x is displacetment
∆t is time interval
Makna Jenuh :
Senja berkelabu tak berwarna kala itu disertai hujan gerimis diantara kita membuat nyanyian bunyi hujan menari-nari masuk ke telingaku. Kita berteduh sembari memandangi jendela khayalan berkumandang kesana-kemari. Tangisan yang ikut jatuh Bersama tetasan air hujan tak lagi terlihat seperti air matamu tapi mimik wajah yang tertampak mengekspresikan semua kesedihan yang tertancap dan merusak hatimu. Maafkan diriku yang terlalu lambat menyambutmu. Untuk masuk dan menarikmu ke dalam warna hidupku. Ritme lambatku terlalu mendominasi akar sifatku. Menjadikanku orang yang slow tak bersemangat. Daya hidup yang terlalu gelam dan kelam membuatku tak peka dengan segala hal diantara kita. Melihat hal ini membentuk hubungan terkait semakin besar perpindahan hati kepadamu membawa banyak hal yang terjadi semakin besar kemungkinanku cepat menyambutmu. “Indah” adalah kata yang menunggu jika kita melangkah bersama dengan ritme yang sama. Namun dipojok hatiku masih tersulut rasa takut. Bagaimana jika ritme kita tak pernah benar-benar bersatu? Bagaimana jika gelombang kita tidak benar-benar sinkron ? Bagaimana jika langkahku terlalu lambat untukmu ? dan justru aku tertinggal jauh dan hanya memandang pundakmu, sementara kamu terus maju dan melangkah cepat? lagi dan lagi pada akhirnya aku tak bisa lagi memandang wajahmu. Apakah ke-indah-an yang menuggu kita hilang dan sirna begitu saja pudar seiring jarak diantara kita semakin besar? Sungguh aku tak ingin kita berjarak walau hanya sejengkal saja. Mungkin makna “indah” untuk kita berdua bukanlah tentang seberapa cepat atau lambat kita melangkah, bukan seberapa kuat kita saling tarik menarik, atau mengikuti alur yang tak beraturan. Pada akhir lamunanku aku sadar, ritme yang berbeda sungguh tidak mengapa karena kita tahu tujuan Impian kita itu sama. Cepat atau lambat kita akan menemukan alur singgung makna indah kita berdua.
Wallahua’lam bisshowab
Displacement a.k.a Perpindahan
"Displacement is defined as the change in position during some time interval."
Represented as ∆x
∆x can be positive or negative
SI Units are meters (m)
Makna Jenuh :
Di suatu momen fajar pagi datang menjemput. Kabut dini hari menyelimutiku dalam hawa renung teduh. Terbang pikiran gegas menuju vertikal, tertatap kosong semak hati yang kelabu. Adakalanya aku bertanya kepada langit dan bumi, kemanakah aku berpindah ? kemanakah aku menuju ? arah yang seringkali tak menentu membuat diri berprasangka tak menentu. Hingga aku sadari semua itu mengikuti arah hati yang mengkiblat kepadamu. Aku berdiri pada posisi yang mengawali hidup sepiku kemudian kamu menarikku menuju posisi indah bersamamu. Aku yang introvert ini bisa berpindah tanpa sadar, sungguh suatu hal yang tak mungkin terbayang dan terangan-angan. Gemetarnya diriku ketika berhadapan denganmu adalah bukti nyatanya bahwa kehadiranmu memberikan perubahan yang berarti amat sangat. Jika menggunakan metode ilmiah maka seharusnya perlu diselidiki apa yang melatarbelakangi kehadiranmu dalam hati ini yang kemudian ditarik garis merah noveltynya sebagai nilai ke-baru-an atau mungkin hanya sekedar mengulang pedih luka seperti di masa lalu kelam?. Aku tidak mau menjadi orang dungu seperti yang disebut Bang Rocky Gerung karena masih saja jatuh ke dalam lubang yang sama berkali-kali. Interval waktu yang telah aku lalui tidak begitu saja disebut sia-sia. Namun ada makna Sejarah pembelajaran didalamnya, berhati-hati memilih dan percaya kepada seseorang di masa depan adalah hikmah yang bisa aku ambil dari masa lalu. Perpindahan bisa saja menjadi simbol kebaikan seperti Rasulullah SAW yang berpindah dari Makkah menuju Madinah. Dengan tanda yang diberikan Allah SWT dari mulai peristiwa itu, Islam bisa berjaya pada masanya. Hijrah atau perpindahan yang aku kenal sacara harfiah dan istilah seringkali dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mengikrarkan diri siap menjadi lebih baik lagi padahal hanya untuk menutupi hasil keburukan yang masih dilakukan hingga saat itu. Kenyataannya makna perpindahan ini meliputi segala aspek kehidupan mulai dari pola pikir, perasaan, tindak tanduk, spiritual, pandangan dan hati. Kini hatiku mulai bergerak. Apakah ini tanda juga yang diberikan Allah SWT kepadaku bahwa pindahnya hati memiliki makna baik ?
Wallahua’lam bisshowab

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Abilities that will forever benefit you
The ability to walk away
The ability to manage your time
The ability to remain consistent
The ability to self analyze
The ability to learn how to learn
The ability to understand others
The ability to listen
The ability to express your thoughts and feelings
The ability to break down tasks
The ability to adapt
The ability to control your mind
The ability to ask for help
The ability to act upon facts not feelings
Flew
"When I am with you, we stay up all night. When you're not here, I can't go to sleep. Praise God for those two insomnias And the difference between them."
Pengingat bagi kita semua yang terlalu lupa bahwa semua hanya titipan dan akan kembali kepadaNya
Ini pas kapan ya kok lupa ane 😅
“Qunut Subuh”
Cukup sering mendapatkan pertanyaan semisal: “Jika dihadapkan dengan imam pada waktu shalat yang mengamalkan qunut subuh terus menerus, semisal anda ikut pendapat yang tidak disyariatkan demikian, apa sikap yang anda lakukan ketika bermakmum? Mengikuti imam atau diam?”
Walaupun tidak persis demikian diksinya, dan pernah saya jelaskan disini. Saya izin menjelaskan dan posting ulang disini sesederhana mungkin, agar memudahkan saya untuk menjawab pertanyaan senada yang butuh perincian agar tidak disalahpahami.
Pertama, perkara qunut subuh ini adalah perkara khilaf mu'tabar (ada perbedaan pendapat yang masih teranggap) di kalangan ulama terdahulu hingga sekarang. Dimana terjadi perbedaan pendapat dalam menghukuminya. Dan perbedaan pendapat ini jangan sampai diingkari.
Kedua, Para Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini dikarenakan dalil yang mendasarinya masih memungkinkan untuk ditakwil dan diubah ke arti yang lain.(dzanni dilalah).
Ketiga, ada perbedaan pendapat Ulama dalam menilai derajat hadits tentang qunut subuh ini. Sehingga berbeda pula hukum yang diambil.
Mari kita bahas pelan-pelan,
Bagi orang yang belajar ilmu fiqh, kita akan menyimpulkan bahwa Qunut itu ada tiga; Qunut Nazilah, Qunut witir, dan Qunut Subuh. untuk qunut nazilah dan qunut witir jumhur ulama/mayoritas ulama sepakat bahwa hukumnya Sunnah (disyari'atkan).
Lalu pertanyaannya, apa hukum do'a qunut terus menerus pada shalat subuh? Ulama yang mu'tabar berbeda pendapat. Inilah yang di sebut dengan ‘khilafiyyah’. Oleh karena semua ulama yang berbeda pendapat itu adalah para Ulama yang diakui keilmuannya, dan masing-masing memiliki dalil dan argumentasi yang sama-sama kuat, maka disebut khilaf mu'tabar.
1. Menurut mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i: Qunut Subuh hukumnya Sunnah. Bedanya, menurut Mazhab Maliki qunut subuh dibaca sebelum ruku’ dengan sirr (dibaca pelan tanpa di keraskan). Sedangkan menurut mazhab Syafi’i, qunut subuh itu dibaca setelah bangkit dari ruku’ yaitu i’tidal.
Mana dalilnya?
مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِيْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا
“Terus-menerus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca qunut pada shalat Subuh sampai beliau meninggal dunia (wafat)”.
Hadits ini dikeluarkan Imam ‘Abdurrazaq dalam kitab Al-Mushonnaf dan yang lainnya.
2. Menurut pendapat mazhab Hanafi dan Hanbali: Qunut Subuh tidak Sunnah/tidak di syariatkan.
Mana dalilnya?
Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:
عن أبي هريرة قال: كان رسول الله صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ كان لا يَقنت في صلاة الصبح إلَّا أن يدعو لِقومٍ ، أوْ يدعو على قومٍ
“Dari Abu Hurairah ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam tidak qunut dalam shalat Subuh kecuali kalau mendoakan kebaikan atau mendoakan keburukan atas suatu kaum”.
Pendapat mana yang paling kuat?
Saya dan juga para ustadz ditempat saya bermajelis mengikuti pendapat Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Abu Hanifah dalam masalah ini: bahwa membaca Qunut pada shalat Subuh secara terus-menerus itu tidak disyariatkan.
Mengapa kami mengikuti Ulama?
Dalam masalah Fiqh, kami mengikuti pendapat bahwa wajib hukumnya mengikuti salah satu atau yang dianggap mendekati kebenaran dari para Imam Mazhab yang ada selama ia bukan ahlul ilmi yang mampu berijtihad. Sebab Al-Quran dan As-Sunnah hanya bisa kita pahami melalui penjelasan para ahlinya.
Siapa ahlinya? Para Ulama yang mu'tabar.
Al-Qur'an dan Sunnah tentunya tidak “berbicara” sendiri kepada kita tanpa penjelasan dan keterangan para Ulama.
Mana dalilnya wajib ikut Ulama bagi yang tidak mampu berijtihad?
Allah yang berfirman dalam Al-Qur’an:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ.
“Dan bertanyalah (kembalilah) kepada para ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui”. (QS. An-Nahl :43)
Muncul pertanyaan lagi, dimana letak khilafiyyah (perbedaan pendapat) nya para Ulama dalam masalah Qunut subuh ini?
Letak perbedaan pendapat para Ulama mengenai Qunut Subuh ini ialah pada Hadits yang berbunyi:
مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِيْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا
“Terus-menerus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa wa sallam membaca qunut pada shalat Subuh sampai beliau meninggal dunia (wafat)”.
Dalam sanad hadits ini ada seorang perawi bernama Abu Ja’far Isa Bin Mahan Ar-Razi. Abu Ja’far Isa Bin Mahan Ar-Razi meriwayatkannya dari Ar-Robi’ bin Anas dari Anas bin Malik. Nah, Abu Ja’far Isa Bin Mahan Ar-Razi ini adalah seorang perawi yang di perselisihkan para Ulama tentang kuat tidaknya hafalan dia dalam meriwayatkan Hadits.Imam Syafi’i, Imam Ali Al-Madini, Yahya Bin Ma’in, dll menganggap Abu Ja’far Isa Bin Mahan Ar-Razi TSIQOH (kuat hafalannya).Sedangkan Imam Bukhari, Imam Ahmad Bin Hanbal, Imam Abu Zur’ah, dan ulama lain menganggap Abu Ja’far Isa Bin Mahan Ar-Razi DHO’IF (lemah hafalannya).
Mana pendapat yang kuat?
Saya pribadi mengikuti pendapat kedua, yang menjelaskan bahwa Abu Ja’far Isa Bin Mahan Ar-Razi lemah hafalannya. Sebagaimana yang di katakan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Taqribut Tahdzib:
ابو جعفر الرازي صدوق سيئ الحفظ
“Kritikan/celaan yang di rinci penyebabnya, di dahulukan daripada pujian/tazkiyyah”.
Maka, saya memilih pendapat para Ulama yang menyatakan bahwa Abu Ja’far Isa Bin Mahan Ar-Razi adalah lemah hafalannya dalam meriwayatkan Hadits sehingga haditsnya belum bisa diterima. bahkan semua jalur-jalur periwayatan lain tentang Qunut subuh ini juga dha'if
Apakah lantas qunut subuh itu bisa disimpulkan sebagai bid’ah? Bisa iya, bisa tidak.
[1] Karena hadits tentang Qunut subuh meski banyak ulama yang men-dhaifkannya, tapi banyak pula yang menganggapnya shahih. disinilah kita simpulkan bahwa ia masuk kategori khilaf (perbedaan pendapat yang ilmiah).
[2] Imam At-Tirmidzi mengatakan hadits tentang qunut subuh: Hasan. Imam Al-Hakim mengatakan: Shahih. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengatakan: sanadnya shahih.
Dijelaskan bahwa, anggaplah hadits-hadits tentang Qunut subuh terus menerus itu shahih dan bisa gunakan sebagai hujjah, tetap tidak bisa dijadikan dalil akan disunnahkannya atau di syari’atkannya qunut subuh secara terus-menerus, sebab qunut itu sendiri secara lughoh/bahasa mempunyai banyak pengertian. Ada banyak makna sebagaimana yang dinukilkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani.
Singkat kata, sampai hari ini (allahu a’lam) saya mengikuti pendapat para ustadz tempat saya bermajelis yang juga beliau-beliau mengikuti ijitihad para ulama yang berpendapat bahwa Qunut pada shalat Subuh secara terus menerus tidaklah disyariatkan.
Muncul pertanyaan, apakah ijtihad ini bisa membatalkan ijtihad yang lain sehingga dapat disimpulkan bahwa Qunut pada shalat subuh adalah Bid’ah?
Jawabannya: TIDAK. sebab, penetapan hukum Sunnah atau tidak Sunnahnya Qunut pada shalat subuh ini bersumber dari Ijtihad (pendapat). Sedangkan dalam kaidah disebutkan:
الإجتهاد لا ينقض بالإجتهاد
“Suatu Ijtihad tidak bisa dimentahkan oleh Ijtihad lainnya”.
Kesimpulannya begini, kami mengikuti pendapat ulama yang kami anggap lebih kuat (rajih); yaitu membaca doa qunut pada shalat subuh secara terus menerus itu bukanlah yang disyariatkan. Tetapi jika kami shalat subuh berjamaah dan bermakmum kepada imam yang membaca Qunut, maka kami memilih ikut berqunut (ikut angkat tangan dan meng-aamiinkan).
Mana dalilnya?
إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ
“Hanyalah dijadikan imam untuk diikuti” dan juga Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَخْتَلِفُوْا عَلَى أَئِمَّتِكُمْ
“Janganlah kalian menyelisihi imam-imam kalian”,
Dan dalam hadits shahih juga bahwasanya beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُصَلُّوْنَ لَكُمْ، فَإِنْ أَصَابُوْا فَلَكُمْ وَلَهُمْ، وَإِنْ أَخْطَأُوْا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ.
“Mereka shalat mengimami kalian. Apabila mereka benar, kalian dan mereka mendapatkan pahala. Apabila mereka keliru, kalian mendapat pahala sedangkan mereka mendapat dosa.” [HR. Al-Bukhari (no. 694) dan Ahmad (II/355, 537), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)]
Artinya, jika imam baca Qunut maka makmum ikut berqunut. Jika imam tak baca Qunut, maka makmum pun tidak baca Qunut. Jangan malah baca qunut sendiri di belakang imam.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Lihatlah para Imam (kaum muslimin) yang benar-benar memahami nilai persatuan. Imam Ahmad rahimahullah berpendapat qunut shalat Subuh yang dilakukan terus menerus adalah tidak disyari'atkan. Meskipun demikian beliau berkata, “Jika engkau shalat di belakang Imam yang qunut maka ikutilah qunutnya, dan aamiinkanlah doa imam tersebut. Semua ini demi persatuan barisan dan hati, serta agar tidak timbul kebencian antara sebagian kita terhadap sebagian yang lain.” (Asy-Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ 4/86).
Begitupun tentang khilaf derajat hadits bid’ahnya qunut subuh: Riwayat ini dinilai dhaif (lemah). (Nashbur Rayyah, 3/183).
Imam Al Baihaqi mengatakan: tidak shahih. (Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, 2/345. Maktabah Ad Da’wah Al Islamiyah) Karena di dalam sanadnya ada periwayat bernama Abdullah bin Muyassarah dia adalah seorang yang dhaiful hadits (hadits darinya dhaif). (Imam Ibnu Hajar, Tahdzibut Tahdzib, 6/ 44. Lihat juga Imam Al Mizzi, Tahdzibul Kamal, 16/197)
Kami pun mengikuti pendapat yang mana “kritikan dan celaan lebih didahulukan daripada pujian”.
Meskipun kami ikut pendapat ulama yang tidak mensyari’atkan qunut subuh terus menerus, tetapi kami tidak keras menolak untuk mengikuti imam yang qunut subuh ketika kami menjadi makmum, karena ini perkara khilaf.
Bagi yang tidak sepemahaman dengan apa yang saya ikuti, silakan dengan pendapat yang diyakini. Tanpa harus saling mencela.
Demikian, wallahu waliyyut Taufiq was sadaad.
https://instagram.com/gsatria
kayaknya bisa jadi materi buat besok

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I found peace when:
I began to trust myself
I accepted the things that I can't change
I realized that not every relationship had to last
I no longer let people dictate how I felt about myself
I started to appreciate the things I had
I accepted my own imperfections
I began to be honest about how I felt
I learned to set boundaries
I started to show up authenticity
I stopped committing to more than I had time for
I stopped trying to "save" or "fix" people
I stopped trying to prove my worth
I stopped explaining myself to people who didn't want to understand me
peace and harmony
“Nisfu Sya’ban is the Sign for Ramadhan”
The month of Sya'ban is a month that people usually forget, because It is located between the month of Rajab and the month of Ramadan. Imam Bukhari and Muslim narrated Aisyah's confession that Rasulullah SAW never fasted (sunnah) more than during the month of Sya’ban.
In the month of Sha'ban, there is also a special feature in the middle which is usually referred to as Nisfu Sya'ban. Muslims believe that on this night, two angels who record human daily deeds, namely Raqib and Atid, hand over the record of human deeds to Allah SWT, and on that same night the book of deeds recorded every year is replaced with a new one.
يَطْلُعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Allah looks at His creatures on the night of Nisfu Sha'ban, then forgives all of His creatures except those who associate partners with Allah or those who are enemies (HR. Thabrani no. 2238 & Baihaqi no. 3942).
Some of the privileges that Allah SWT has given to the month of Sha'ban especially on the night of Nisfu Sya'ban is good stated in the Hadith and practices that have been carried out by the Salafus Saleh, is as follows:
1. Read more of the Kalimah Syahadatain
"Why are we advised to read more of the Kalimah Syahadatain sentences of the Creed, don't we already believe in Allah and His Messenger. Isn't it true that every time you pray, you always read Syahadatain ?" We are advised to always read more and more of the Kalimah Syahadatain, in addition to always renewing the value of our faith, making efforts to ensure that our faith does not leave us, and also getting used to it so that it becomes a good habit so that at the end of our lives.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
2. Read Istighfar (asking for forgiveness)
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
This recommendation is based on the hadith narrated by Abu Bakr that The Prophet Muhammad SAW said: "(The grace of) Allah Almighty descends to earth on the night of Nisfu Sha'ban. He will forgive everything except the sin of idolatry and people whose hearts harbor hatred (hypocrisy)." (HR Baihaqi).
3. Increase Prayer
1) Ask for forgiveness for yourself, your parents, your family, Teacher. 2) The most important prayer is that we all become His servants with a strong level of faith, devotion and love for Him. 3) Prayers for goodness for oneself and all in the affairs of the afterlife. 4) Other prayers according to each person's wishes. 5) It would be nice if our prayers closed with Sayyidul Istighfar.
4. Increase other Sunnah practices
Sunnah practices that we are accustomed to doing every day such as sunnah prayers, dhikr, donations and alms, etc. are highly recommended for us to increase both in quantity (amount) as well as its quality (intention, purpose and sincerity).
So All my friends, what the conclusion of all this?
The conclusion is that to fill the month of Sya'ban, we have to read more of the Syahadat, then read more prayers, then make lots of istighfar and we increase sunnah practices so that our month of Sha'ban is filled with lots of good, positive things and not wasted. We can prepare ourselves to face the month of Ramadan with full preparation.