Belajar dari Semut.
Saat Nabi Ibrahim as dilempar kedalam kobaran api yang telah disiapkan oleh Raja Namrud, terdapat dua hewan yang turut berkontribusi, cicak dan semut. Cicak meniupkan angin dengan tujuan membesarkan kobaran abi tersebut, sedangkan semut tertatih menuju sumber air dan membawa air itu dengan mulutnya guna membantu Nabi Ibrahim as. Akan tetapi, semua hewan terheran dengan usaha semut. Mereka meyakini bahwa usaha semut sia-sia.
“tidak mungkin tetesan air dimulutmu dapat memadamkan kobaran api tersebut.”
Mendengar hal tersebut, semut dengan lugas berkata;
“memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu. tapi setidaknya Allah dan kalian tahu aku ada dipihak siapa”
--
Belajar dari semut.
Kalau dipikir, sebenarnya memang ikhtiar kita sebagai hamba Allah tidak ada apa-apanya dibanding pertolongan Allah. Hanya saja terkadang kita lupa kalau tujuan ikhtiar kita didunia sebenarnya untuk membuktikan kepada Allah bahwa kita butuh pertolongan-Nya. Bukan karena kita percaya akan keberhasilan ikhtiar itu sendiri.
Belajar dari semut.
Bukankah sekecil apapun itu, pasti dihisab juga?


















