Selamat hari Ibu kepada setiap perempuan hebat yang dengan cintanya, anak anak bertumbuh; dengan sabarnya, anak anak berkembang; dan dengan keteladanannya, anak anak belajar menjadi hebat. ❤
Mike Driver
occasionally subtle
Xuebing Du

Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
will byers stan first human second
Stranger Things
h
taylor price

Product Placement
Peter Solarz
he wasn't even looking at me and he found me
d e v o n
dirt enthusiast

Origami Around

Kiana Khansmith

PR's Tumblrdome

tannertan36
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Romania
@wirdatulanisa
Selamat hari Ibu kepada setiap perempuan hebat yang dengan cintanya, anak anak bertumbuh; dengan sabarnya, anak anak berkembang; dan dengan keteladanannya, anak anak belajar menjadi hebat. ❤

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"mintalah sepenuh hati, seraya bersungguh-sungguh menyempurnakan tawakal"
📕: Berdo'alah untuk Urusan Apapun
***
Diingatkan lagi, bahwa segala sesuatunya haruslah diperjuangkan dan juga dikembalikan kepada Allah. Bahwa tugas kita tidak hanya memperjuangkan apa yang diinginkan tetapi juga mengikhlaskan bagaimanapun kehendak-Nya, entah tak sesuai atau sedikit berbeda. Maka dalam setiap proses yang sedang dihadapi, teruslah berikhtiar dengan sebaik-baiknya, berdo'a dengan setulus-tulusnya, dan berserah diri pada ketetapan-Nya.
Sungguh, tiada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Semoga Allah mudahkan dan tidak dipersulit. :")
just because we're not the fastest, doesn't mean we won't get there. just keep walking..
Hidup adalah sebuah proses
Saat belajar tentang perkembangan manusia, terlebih lagi pada masa kanak. Semakin merasa bahwa hidup adalah proses yang terus berkelanjutan.
Setelah selesai pada satu tahap, akan berpindah memenuhi tahap yang lain. Untuk mencapai keberhasilan di suatu tahap, maka perlu persiapan dari tahap sebelumnya. Tak bisa seketika. Seperti halnya, saat sudah selesai pada satu urusan, kemudian bersegera pada urusan yang lain.
Setiap orang punya keunikan, sehingga setiap dirinya juga punya proses yang tak sama.
#Mozaik 20: Wang Sinawang
urip iku mung sawang sinawang.
mula aja mung nyawang sing kesawang.
Artinya,
hidup itu hanya tentang saling melihat
maka jangan hanya melihat apa yang terlihat.
Sepertinya, wang sinawang secara tidak disadari menjadi bagian dalam kehidupan sebagian besar orang, termasuk mungkin diri kita sendiri. Melihat apa yang tampak dari orang lain, kemudian membandingkannya dengan diri sendiri. Terkadang, hingga muncul rasa iri yang tak diakui. “ah, dia mah enak bla bla bla.. lha gue?!” Ada juga yang memandang rendah dirinya dan merasa dirinya tidak seberharga orang lain yang dilihatnya. “gue cupu banget ih, belum bisa bermanfaat buat orang-orang. nggak kaya dia, keren banget.” Meskipun sebenarnya banyak yang telah dilakukannya. Hanya saja, ia tidak mengakuinya karena tidak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan orang yang dilihatnya. Ya kalau jadi semangat dan mengoreksi celah kekurangan, mengoptimalkan potesi yang dipunya, tentu itu adalah hal yang baik. Sayangnya, yang seperti itu seringnya berakhir pada merutuki diri sendiri dan na’udzubillah menjadi kufur akan nikmat yang telah Allah berikan.
***
Saya jadi teringat perkataan kakek, “yo dhisik ki karepe ngono, tapi yo rapopo. saben wong ki wis dijatah masing-masing. ditempuhke karo kebisaane dhewe-dhewe. Gusti Allah ki adil.” (ya dulu juga inginnya seperti itu, tapi ya tidak apa-apa. Setiap orang mempunya bagiannya masing-masing. dipertemukan dengan kemampuannya sendiri-sendiri. Allah itu adil).
Jika kita tidak mendapatkan apa yang orang lain dapatkan; jika keadaan kita dirasa tidak sebaik milik orang lain yang kita lihat; bukan berarti kita berada di bawah atau lebih buruk darinya. Kita hanya memiliki bagian yang berbeda darinya saja. Allah itu adil, akan memberikan yang sesuai dengan kemampuan kita untuk menerimanya. Melihat orang lain untuk memotivasi diri sendiri itu baik, tetapi jangan sampai membuat kita merasa iri kemudian mengabaikan nikmat yang telah Allah berikan. Yang terpenting juga, jangan hanya melihat dari apa yang terlihat saja. Lihat apa yang ada dibaliknya, mungkin dari sana kita bisa mendapatkan lebih banyak hal yang bermanfaat.
Semoga kita tidak menjadi bagian dari golongan orang yang kufur. :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Setelah 10 bulan berjalan, dengan berbagai program yang sudah dijalankan, kini Paguyuban Kesehatan Jiwa Waradhana Sandya mulai menggerakkan pemuda/i Gondomanan untuk bersama-sama meningkatkan literasi kesehatan jiwa di Kec. Gondomanan. . Mereka berkumpul, dari berbagai RW. Mengikuti kegiatan yang diawali dengan materi tentang memahami diri sendiri, pelatihan konselor sebaya, hingga para kader remaja ini diajak untuk melihat permasalahan remaja yang ada di lingkungan sekitar tempat mereka tinggal dan apa yang bisa dilakukan nantinya. . . Luaarr biasaaah.. Mabruk tim Waradhana Sandya! Sehat jiwanya; Maju warganya. 😊❤❤ #kaderkeswa #kaderremaja #peercounselor #konselorsebaya #sehatjiwa #komunitas #communitydevelopment #puskesmaskota
In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa'tum falaha (Q.S 17:7)
If you do good, you do good for yourselves; and if you do evil, [you do it] to yourselves.
Ambillah yang Terdekat
A: dek, ada mete.. B: wahh iya.. A: ambillah makanan dari yang terdekat. Dek, geser dek.. (lalu keduanya menggeser posisi duduk ke kursi yang terdekat dengan mete) 😂
*** Selain perkara sopan santun, sebenarnya perihal ini adalah sunnah yang diajarkan oleh Rosul. Pertama kali mendengar sunnah ini dari Bapak saat lebaran jauh beberapa tahun yang lalu. Setiap ada hidangan makanan, beliau selalu berkata “ambil dari yang terdekat” jadi ndak ada ceritanya kami inguk inguk berusaha menjangkau makanan yang letaknya jauh dari posisi duduk.
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari & Muslim)
Jadi, saat bertamu jangan lupa ya, posisi makanan (yang disuka) bisa jadi pertimbangan dalam menentukan posisi tempat duduk #eh maksudnya, ambillah makanan dari yang terdekat dengan posisi dudukmu. It’s sunnah. 😁
Terus berproses. Bahwa idul fitri bukanlah sekadar perayaan tanpa adanya pemaknaan. Ini merupakan titik mula seseorang untuk melakukan kebaikan-kebaikan setelah terhapusnya kesalahan-kesalahan. Sebulan lalu adalah medan latihan dan esok hingga seterusnya adalah medan perjuangan yang sebenarnya. Akankah perubahan yang telah dicapai mampu bertahan? Akankan semangat yang telah membara itu mampu terus menggerakkan langkah menuju arah yang lebih baik? Semoga.. semoga.. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H Mohon maaf lahir dan batin. :')
#Mozaik 19: Ridha
Several researchers have concluded that there are reciprocal relationships between parental supervision and deliquency. (Jang & Smith, 1997; Paternoster, 1988).
Jika melihat dari kutipan di atas, dapat diartikan bahwa pendampingan orangtua dan perilaku kenakalan anak sebenarnya memiliki hubungan timbal balik. Bagaimana ceritanya?
Begini ceritanya…
Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, konflik rumah tangga, lemahnya pengasuhan orangtua, kurangnya kelekatan dan bonding antara orangtua-anak, dapat menyebabkan munculnya perilaku agresif atau kenakalan anak di masa yang akan datang. Di sisi lain, penelitian yang lain pun menemukan bahwa pola pengasuhan orangtua ternyata dipengaruhi juga oleh karakter anak. Contohnya, semakin anak yang sulit mengikuti aturan di rumah, orangtua akan menggunakan teknik pengasuhan yang semakin keras bagi anak. Dengan demikian, antara pengasuhan atau pendampingan orangtua dan perilaku kenakalan anak ini sebenarnya saling mempengaruhi. Timbal balik.
Membaca uraian di atas, saya jadi teringat akan penjelasan konsep “Ridha” dalam artikel yang ditulis oleh Ibu Septi Peni Wulandari. Mungkin hadist ini familiar bagi kita semua dan ini yang selalu saya pegang teguh, bahwa
“Ridha Allah tergantung pada ridha orangtua dan murka Allah tergantung pada murka orangtua” (H.R. At Tirmidzi).
Ibu Septi Peni Wulandari merumuskan sebuah siklus antara perilaku anak dan ridha orangtua.
Saat anak berbuat baik dan orangtua ridha, Allah akan turut meridhai keluarga tersebut dan kehidupan keluarga yang baik akan memunculkan perilaku yang baik dalam diri anak. Sebaliknya, saat anak berbuat tidak baik dan mengecewakan orangtua, akan muncul kemarahan (tidak ridha) dari orangtua yang akan mempengaruhi kemarahan Allah dan menjadikan keluarga tidak bahagia. Konflik dalam keluarga ini akan semakin menguatkan perilaku anak yang tidak baik.
(sumber gambar: FB)
Dari siklus tersebut, saya menyimpulkan bahwa sebenarnya, perilaku anak (baik ataupun buruk) dipengaruhi oleh ridha dan murka dari kedua orangtuanya.
Saya memaknai ridha ini sebagai bentuk penerimaan dan kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Ridha ini juga yang akan mempengaruhi perasaan dan perilaku orangtua yang akan termanifestasi dalam pola pengasuhan anak. Saat orangtua meridhai anaknya, maka mereka akan mendo’akan kebaikan untuk anaknya, menunjukkan sikap yang hangat dan penuh kasih sayang terhadap anaknya, dan memiliki pola pengasuhan yang positif. Akan tetapi, saat orangtua tidak ridha -yang ditunjukkan dengan kemarahan atau kemurkaan-, perilaku yang ditunjukkan akan cenderung negatif dan hal ini juga turut mempengaruhi pola pengasuhan orangtua terhadap anak. Pola pengasuhan yang buruk, kelekatan yang tidak terbangun akan memunculkan sikap anak yang semakin buruk. Oleh karena itu, saat anak melakukan kesalahan, orangtua yang ridha adalah orangtua yang mampu memaafkan kesalahan anak, merangkul, dan membuka ruang dialog. Untuk dapat melakukannya, orangtua perlu memahami setiap karakter dan tugas perkembangan, serta menerima kekurangan anaknya.
Tentang “Ridha” ini pula, saya teringat perkataan Bapak yang sangat sering diulang-ulang,
“Dek, do’ane ibumu ki ampuh lhoh!”
***
Sungguh, menjadi orangtua memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Kemuliaannya-lah yang menjadikan setiap orangtua perlu untuk terus belajar dan berproses, meluaskan batas kesabaran untuk menerima dan memaafkan setiap kesalahan yang dilakukan anak, dan meneguhkan konsistensi untuk selalu mengingatkan anak-anaknya dalam kebaikan.
Semoga kita dimampukan ya, Pak.. (ngomong sama siapa, Buuu??!)
Di antara tumpukan jurnal-jurnal,
16 Juni 2017: 23.01

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bila kau mengharap baarakah dalam setiap prosesnya, percayalah bahwa segala yang terjadi adalah atas izin-Nya.
Ramadhan is coming. The time that is blessed; the time of great blessing in which to repent; the time to learn about controlling desires and suppressing greed; the time to be a better person spiritually and improving relationships with others. May the Ramadhan bring us peace and prosperity, good health and wealth, and brighten our life forever. Marhaban Yaa Ramadhan! ❤
BERSABAR TERHADAP PROSES
Bersabar adalah hal terbaik yang bisa dilakukan saat kenyataan mungkin tak sesuai dengan rencana.
Sabar bukan berarti diam. Sabar juga bukan berarti menahan emosi dan membiarkannya tertumpuk di dalam diri. Sabar adalah pengendalian diri; Sabar adalah toleransi terhadap penundaan; Sabar adalah bertahan; Sabar adalah terus bekerja keras; Sabar adalah tetap dalam kesyukuran; Sabar adalah tenang dan tidak terburu-buru.
Untuk setiap langkah yang sedang ditempuh, proses yang mungkin terasa tidak mudah, dan rintangan yang seringkali datang menghiasi perjuangan, bersabarlah.
Cantik maupun sederhana, tinggi maupun rendah, kaya maupun miskin, pandai maupun kurang pelajaran; Allah tidak melihat itu semua. Yang akan dipersoal adalah amalan kita. Oleh itu, cantikkanlah perwatakkan, tinggikan ketauhidan dan pandaikan diri di dalam pemahaman agama. Dengan cara beginilah kita muliakan diri kita.
Prof. Khairuddin Aljunied via WAG MA-Psikologi Islam
Meraih berkah amatlah berat. Nikmatnya tak terungkap oleh kata, namun maknanya begitu terasa..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Seorang pasien skizoafektif tipe manik menghampiri, berbicara setengah beteriak...
A: Mbak Wirda! Man shabira zhafira! W: apa artinya, coba? A: Siapa yang bersabar, dia akan beruntung. Betul, Mbak? W: Betul.. kalau Man jadda wajada, artinya apa? A: Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Betul, Mbak? W: Betul.. ada satu lagi kayanya yah? Apaan ya.. A: Man saara ala darbi washala.. siapa yang berjalan di jalannya dia akan sampai. W: Kamu mau nggak sabar dan bersungguh-sungguh supaya cepet sembuh? A: mau lah, Mbak!
*** Makasih yah, sudah diingatkan.. :')
RS Jiwa dr. Radjiman Wediodiningrat,
18 Oktober 2016 : 07.31 p.m.
#Mozaik 14: Tentang Melupakan
Rasa-rasanya setiap orang pernah mengalami situasi atau kondisi yang tidak menyenangkan. Tidak sedikit yang memilih untuk menekan ke dalam diri rasa benci, sedih, kecewa, atau marah yang muncul dengan harapan semua itu akan berlalu begitu saja. Atau, banyak juga yang memaksa diri untuk melupakan namun ternyata hal tersebut sulit untuk dilakukan.
Dari sebuah proses konseling dengan salah seorang pasien di puskesmas, aku mendapati sesuatu yang menarik untuk dibagikan, yaitu tentang melupakan. Seringkali orang berpikir bahwa untuk berdamai dengan suatu keadaan, ia harus melupakannya. Namun pada kenyataannya, semakin seseorang berusaha untuk melupakan, justru ia akan semakin mengingatnya. Mengapa demikian? karena dalam proses “memaksa” untuk melupakan, kita akan terus memikirkannya sehingga akan selalu ingat. Itulah mengapa banyak yang berkeluh, “sulit melupakan”. Kalau kata Mas Duta Sheila on 7, “melupakan tak akan mudah, walau kau telah yakin merelakan.” :))
Berdamai dengan diri sendiri; berdamai dengan keadaan bukanlah tentang melupakan, melainkan tentang menerima. Sesiapa yang bisa menerima, maka ia akan bisa melupakan. Tetapi jika ia tidak bisa menerima, maka sulit baginya untuk dapat melupakan. Dan dalam proses menerima, kita diajarkan mengenai maaf dan ikhlas.