Jika kamu tidak menemukan namamu dalam panjangnya tulisan dan catatanku, tidak perlu bertanya dan menerka. Ketahui saja bahwa kamu terlalu istimewa untuk diceritakan dengan kalimat yang sederhana, sebab doaku untukmu lebih panjang dan tenang daripada kata.
Jalan sebuah cerita terkadang tidak kamu dapatkan dari tumpukan buku dan tulisan, seringnya ia sampai padamu dari lisan seseorang yang menceritakan, lalu menyebar dan bahkan akan ada orang yang kemudian menuliskannya.
Cintanya padamu tidaklah terumbar dalam banyaknya kalimat, namun doanya untukmu selalu terucap sampai langit. Lebih cepat daripada lisan, dan tercetak dalam bukti pengabdian dan pengorbanan. Sebab romantisnya ia itu pada apa yang diutarakan dan disampaikan pada-Nya, melalui bait-bait doa yang tulus ikhlas tanpa kamu minta.
Ada banyak orang di dunia ini yang lebih suka mencintai dalam diam dan doa, ia tidak ingin orang lain tahu soal kebaikan dan perjuangannya, sebab ia ingin menikmatinya tanpa harus memikirkan cara agar orang lain mengetahuinya.
Setiap pengagum memiliki caranya masing-masing untuk mengungkapkan, dan sebaik-baik cara untuk menyampaikan kebaikan itu adalah dengan doa. Mungkin kamu tidak mendengarkannya, tapi kamu merasakannya.
Tulisan ini teruntuk mereka yang sedang mengagumi dan enggan untuk bicara, sebab takut merusak atau mungkin memang belum waktunya. Ia memilih bercerita pada-Nya soal bagaimana mengagumi dan mendoakan, pada akhir doa pun ia tutup dengan "Semoga Allah berikan ketetapan takdir yang baik, untukmu dan untukku, entah bersama atau tidak, takdirnya akan selalu baik".
Agustus dan musim yang berganti :')