Sweet Seals For You, Always
I'd rather be in outer space 🛸
art blog(derogatory)
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Lint Roller? I Barely Know Her
todays bird

❣ Chile in a Photography ❣

titsay

if i look back, i am lost

Jar Jar Binks Fan Club

Product Placement
he wasn't even looking at me and he found me
One Nice Bug Per Day
Mike Driver
The Bowery Presents

Discoholic 🪩

#extradirty

oozey mess
Today's Document

seen from Vietnam
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Australia
seen from Portugal

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Germany

seen from Colombia

seen from United States

seen from Greece
seen from Russia
seen from United States
seen from Austria

seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Bangladesh
@trianity

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Forgive yourself for not knowing what you didn't know before you learned it.
Bukan sebuah aib jika kita mungkin dibilang "terlambat dewasa" oleh orang lain. Sebab ada banyak orang juga yang selama hidupnya hanya digunakan untuk bermain-main. Ia tidak mengerti tujuan hidup, untuk apa hidup, apa yang harus ia perjuangkan dan bahkan untuk siapa ia hidup.
Proses dewasa itu tidak pernah memilih usia dan tidak pernah melihat keadaan.
Ada yang sejak kecil dengan suka relanya membantu ibu dan keluarganya karena mengerti kondisi, ia akhirnya di dewasakan keadaan.
Pun juga sama, ada yang baru dewasa ketika menginjak usia puluhan, entah di dewasakan oleh teguran, nasihat, atau keadaan.
@jndmmsyhd
Akhirnya aku bertemu diriku di 2022 di umur ke 27.
Aku melihat lagi dia di 2011 saat umur masih 15 tahun.
Aku memaafkan dia dan ketidak tahuannya. Kenaifannya dan jalan takdir yang dia lalui.
Cerita di umur 15 tahun yang mengubah haluan hidup umur yang sekarang.
Aku memafkan dia dengan sepenuh hati. Dia yang belum mengerti dirinya saat itu berusaha menjadi ‘penyelamat’ kisah orang lain.
Aku memaafkan dia yang belum mengerti banyak hal namun menjalani pilihan setengah sadar.
Kamu sudah tangguh dan hebat menanggung konsekuensi pilihan itu. Terima kasih sudah memberi diriku di 2022 pelajaran yang tidak akan bisa ku dapat dari manapun. Sekalipun ada dalam teori hidup tapi tidak akan mungkin sampai rasa ini untuk memahami kehendak dan petunjuk-Nya jika tidak ku alami sendiri.
Bandung. 6.35

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Tetaplah sibuk sampai kau tak punya waktu untuk merasakan” sound yang sering aku dengar di reels hype.
Sementara
“Hidup selambat mungkin, dan merasakan sebanyak banyaknya rasa, jangan cepat berlalu” petuah yang pernah ku dengar dari unknown.
Sangat kontradiktif bukan.
Atau itu bagian dari menjadi manusia. Berusaha “adjust our feelings” dengan waktu yang ingin dinikmati atau dihindari.
Apa ada parameter untuk kita memaknai waktu?
Apa itu yg terbaik jika menghindarinya dengan menyibukkan diri?
Atau waktu perlu diresapi?
Entah menghindari waktunya atau menghindari emosi emosi saat berada dalam rentang waktu itu.
Ketika bahagia kita ingin menahan waktu agar perasaannya tak segera usai.
Dan ketika sedang sedih dan merasa menderita berharap waktu cepat berlalu agar penderitaannya pun segera berhenti.
Seiring berjalannya waktu aku mulai memahami pertanyaan di kepalaku ini.
Aku memilih untuk merasakan sebanyak banyaknya rasa tanpa harus mengusir atau menghindarinya. Emosi emosi itu. They are part of my journey, i choose to embrace it.
Ketika bahagia diriku merasa utuh dan selaras.
Ketika sedih, gundah, menderita pun marah tanpa tau sebabnya i decide to sit with the emotions. And i asked the anger in me. Bak seorang kawan yang siap mendengarkan emosi diri sendiri.
“Why?”
“What are you trying to tell me?”
“What do you need me to do”
“I hear you, i can feel you, i see your pain”
Jika “root cause” dari emosi itu sudah jelas ku deteksi kemudian aku akan menerimanya berdamai dengannya dan mencari jalan terbaik untuknya.
Aku memilih tidak menyalahkan waktu. Karena tidak ada jawaban dari menyalahkannya. Apa yang menjadi takdir pasti akan dilalui mau susah dan senang. Itu yang menjadikan kita manusia.
Jatinangor, 05.44 AM
“Sometimes happiness looks like staying at home, minding your business, telling people no and doing you.”
— I heart intelligence
“Trust yourself. You have survived a lot. And you will survive whatever is coming.”
— Unknown
“Just because you can feel another person’s emotions doesn’t make you responsible for them.”
— Sarah Brooke

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Bencilah kesalahan dan jangan pernah membenci mereka yang berbuat salah, marahlah kepada maksiat dan maafkanlah mereka yang berbuatnya. Kritiklah suatu pernyataan akan tetapi hormatilah yang berkata, karena sesungguhnya kepentingan kita adalah menghilangkan penyakit dan bukan yang sakit”
— Habib Salim Segaf Al Jufri
Sadar belum kerja yg mengahasilkan banyak secepat yang diharapkan sementara keinginan buat hunian nyaman untuk orang tua makin menggebu bismillah… bisa yok bisa…Allah yang bantu Allah yang atur Allah yang mudahkan
Jangan jual cerita sedihmu untuk mengambil hati manusia
Tukar kesedihan dengan pengharapan padaNya yang bahkan amat kuasa menggerakan hati manusia.
“Di dunia ini ada banyak hal bisa terjadi, banyak ragam cerita bahkan jenis karakter manusia diluar dari yang aku kenali.”
Pikiranku mengawang melihat kembali hal hal yang menjadi trigger ke ingatan yang ingin aku lupakan.
Portal menuju ingatan yang ingin aku lupakan namun juga harus ku urai.
Jika yang membaca ini adalah seorang wanita, ataupun gadis remaja, seorang ibu maupun seorang istri tolong diambil hal hal baik yang bisa dijadikan pelajaran. Jadikan kontemplasi. Segala sesuatu bisa di definisikan berbeda terrgantung prespektif dari pembaca.
2017
Empat tahun silam di balik dua pintu besar, tangisku pecah. Ada seorang wanita berjas putih dalam satu ruangan besar yang siap mendengarkan segala kosa rasa yang tumpah karena ceritaku. Ada satu titik dimana ia menyimpulkan apa yang aku alami adalah kekerasan dan batinku sedang tidak baik baik saja. Butuh lebih dari lima tahun hingga akhirnya aku menerima dan mengakuinya. Dibalik penolakan yang rancu. Ragu bagaimana mendefinisikan apa yang aku alami.
Rewind
2009 silam liat kakaku posting foto jalan jalan, bak petualangan Sherina. Ke bromo, coban rondo. Duh aku iri sekali liat ada muda mudi berpasang pasangan leluasa hangout, mana aku seperti burung dalam sangkar apa apa diawasi dan wajib lapor.
Sampe berontaklah kalo ga di izinkan keluar rumah cuma karena pengen ngumpul bareng teman teman. posisinya waktu itu geng aku isinya campuran, ganda putra putri.
“Itu kenapa kakak bisa jalan jalan ada cewe cewe juga” begitulah kalimat andalan aku yg masi cupu dan ingin gaul kala itu.
berhubung papaku waktu itu sudah tua jadi tensinya amburadul pasti jawannya “ooh so melawan e” dan mulailah jadi rapper.
2011 April aku happy sekali diizinkan ikut tour sekolah. Walaupun Papaku sebelum itu memberikan tausiyah singkat perihal anak tetangga yg tidak ikut. Karena pas ajukan proposal aku bilang itu wajib. Tapi Mamaku ingin anaknya punya pengalaman hidup jadi aku diloloskan.
Taulah mamak mamak.
Senanglah aku sampai ga bisa tidur memikirkan perbekalan.
Sampai disana ternyata aku solimi banget.
Hepi hepi dengan teman geng main ke trans studio, nonton konser. Di konser ini aku ga sengaja liat laki laki tinggi dengan kemeja putih memperhatikanku yang melambai kanan kiri-kanan kiri saat lagu “rumah kita” dilantunkan oleh senior sekolah kami. Itu kali pertama aku saling tatap dengan orang ini sampai aku terdiam sementara teman temanku lainnya seperti hamparan ilalang yang ditiup angin, melambai ke kanan kiri. Aku terdiam dan membatin “apa wajahu keremus”. Inilah awal mula benang merah.
Sampailah rombongan kami di bis sebelum balik ke hotel. Ayang (masa laluku, sebut saja demikian) terkulai sakit. Demam dan sakit perut. Datanglah sosok laki laki tinggi tadi memberikan minum dan memijit tangan ayangku saat itu dengan lihai. Ternyata laki laki tinggi itu adalah tour guide kami. Sekali lagi dia menatap aku dan si ayang yang duduk berseblahan. Aku melihatnya sekilas lalu fokes memperhatikan ayang.
Kejadian itu berlalu, aku pun lupa rupa laki laki itu.
2011 Mei
Aku diajak join kursus MLM (malam) oleh teman temanku. Pastilah kesempatan itu aku gaskeuun secara bisa leluasa izin keluar rumah.
Tanpa sadar ini sudah jalan takdir.
Yang jadi guru kursus kami adalah guide saat study tour kami. Dan aku disadarkan oleh salah satu temanku yang mengingatnya.
Laki laki itu, yang wajahnya tidak terdeteksi di ingatan tapi aku ingat sekali kejadian saat di konser kompetisi sekolah kami.
2011 Juni-Juli-Agustus
Kejadian demi kejadian pasang surut sekaligus hal mengerikan dalam hidup (panjang ini ceritanya kalau barbayar mungkin aku semangat nulis 😂)
2011 september-oktober-november
Makin kelam, masuk ke dalam black hole dajal, jadi salah satu target “kang kibul”
2011
Laki laki tinggi itu datang bertamu ke rumahku dengan dua orang wanita. salah satunya duduk persis di sampingnya, sangat anggun dan rupawan. (Yang belakangan aku tau dari Mamaku ketika ditanyai apakai itu istrinya, dia menjawab iya)
Dia guruku datang memberikan invitation, kesempatan tour ke singapore-malaysia. Dan niat awalku membiarkan dia datang dengan keinginan membongkar kedok dan apa yang dilakukan laki laki tinggi (yang ternyata blangsak itu) kepadaku persis di depan orang tuaku (karena aku tidak begitu mengenalnya saat itu). Tidak semudah dugaanku fernandess. kemudian urung karena situasinya ramai sebaliknya mamaku tampak senang bahkan bernostalgia saat jalan jalan kesana.
Tekadku tadi kembali masuk kedalam cangkang. Duniaku mulai menyempit aku tidak bisa mempercayai siapapun.
Sejak saat itu aku mulai lihai bermain dengan emosi. Dengan batin yang sakit “Semakin senyum dan ceria semakin terlihat baik baik saja”
Mulai mengabaikan intuisi dan luapan emosi yang kemudian jadi boomerang trauma.
2012 Januari
Tour singapore-malaysia. Tidak sebahagia judulnya. Diperlakukan seperti suruhan yang siap menerima perintah. Saat di singapure semua normal aku membantu mengurusi rombongan tiba di malaysia ada satu kejadian yang tanpa sengaja aku mematikan BB saat itu. Lalu memilih menikmati perjalanan dengan salah satu perempuan yang juga mendapat kesempatan tour yg sama denganku.
Syok aku dimarahi dengan serangkaian umpatan khas daerahnya tanpa melihat orang yang ada di dekatku, itu sudah kali ke dua aku dimarahi saat tour. Karena aku nackal tidak menuruti perintahnya. Setelah kejadian itu aku diajak menaiki MRT menuju mall yang ada di twin tower petronas. Aku menurutinya dengan emosi yg amburadul marah dendam jengkel takut.
Di moment ini lagi lagi aku merasa tidak berdaya. Di negara yang baru pertama kali aku kunjungi, mengikutinya dengan bermodal Hp blackberry dan lupa mengambil sangu di tas apalagi kartu hotel. Ternyata jadi bagian balas dendamnya. Aku hampir saja ditinggal di mall itu.
Mall yang aku tidak tau rutenya kemana, naik apa, bagaimana membayarnya. Nama hotel saja aku lupa yang aku ingat ada fivenya seperti nama grup band indonesia.
Aku menangis sepanjang jalan menuju tak terbatas dan melampauinya. Mencari jalan pulang sambil terisak tidak peduli orang memperhatikan. “Laki laki brengsek” itu kalimat yg membatin. Jika bertemu dengannya lagi aku ingin berteriak kencang.
Dia balik lagi menjemputku yg sudah banjir air mata. Ku tahan gejolak amarahku. Tapi tatapan gilanya seperti menantang akan meninggalkanku lagi kalau tidak mengikutinya.
Langkahnya dipercepat, kadang tertutupi rombongan pejalan kaki lainnya.
Aku ingat sepanjang jalan itu hatiku penuh dengan umpatan kepadanya.
Hampir saja aku ketinggalan MRT karena kesombongannya itu. Tiba di kawasan yang mulai ku kenal aku meneriakinya karena kesal. Dendamku makin banyak. Aku biarkan dia pergi toh aku sudah tau jalan pulang. Tidak peduli preman, begal malaysia pikiran macam itu tidak muncul di saat saat amarahku memuncak.
Ingin sekali kuadukan kepada orang tuaku tapi aku lebih tidak berdaya membayangkan mereka terpukul.
Aku bersikap nice lagi padanya setelah emosi reda. Takut ditinggal dan dipersulit lagi aku menuruti semua perintah dan keinginannya.
Turned out aku jadi budaknya. Mempercayai semua keblangsakannya. Mengasihaninya. Menggangap dia orang baik yang tersolimi situasi hidupnya.
Too young, too dumb, to realize…
2012
Laki laki tinggi tubuh dan hati itu mulai aktif mengendalikan segala hal. Dia mulai otoriter. Tanpa ada bahasan, permulaan komitment apalagi perihal consent. Aku terikat karena satu kejadian yang ingin sekali saat itu aku ungkap ke muka bumi ini. Dia dan wibawahnya tidak seperti itu. Semakin diingat semakin nampak letak kebaboanku.
Dia mulai melarangku berkomunikasi dengan siapapun teman laki laki.
Sekali kejadian aku mengganti profil BBM dengan foto teman lelaki di sekolahku karena saat itu kami sedang seru serunya saling mengejek mengimitasi pemain film yang paling jelek perannya.
Tidak lama dia menghubungiku menanyakan foto itu. Dia mulai membahas perihal kawan kawan yang baru dikenalnya yang ternyata preman di pasar sentral. Dia lalu membalikan cerita tentang identitas teman lelaki yang ada di foto BBMku, namanya dan berniat meminta bantuan preman itu mencari tempat tinggalnya. Jelas itu gertakan tapi berhasil membuatku takut padanya. Aku yang babo saat itu justru meminta maaf padanya.
Tahun berganti tahun
Semua tindakannya sangat jelas diluar nalar dan hukum. Abusive penyalahgunaan obat dan segala hal yang masih dengan kebaboan aku tutupi dan tolerir karena percaya “dia sebenarnya baik” dia “baik” mengasihaninya seperti ibu peri.
Lebam hasil pukulannya memudar, dan aku masih saja diam mempertanyakan apa yang harus aku lakukan, siapa yang bisa menerima ceritaku. Apa yang akan terjadi setelah ceritaku diketahui. Semua hanya jadi rangkaian bukti yang aku simpan di hardisk (yg sebagian datanya hilang terinveksi virus )
Sudah sekian kali percobaan yang aku lakukan untuk menutup komunikasi atau kabur.
Dia selalu nekat mendatangiku di depan rumah, sekolah, mencegat di lampu merah, bahkan lewat teman temanku.
Di tahun yang sama salah satu teman yang sering mengerjaiku ternyata menyatakan perasaannya. Bahkan guru perwaliannya pun terlibat. Beliau guru yang gaul, dan mengerti perasaan anak muda jadi bukan hal yg aneh kalau beliau menyampaikan curahan hati salah satu siswanya kepadaku. Aku hanya terdiam ketika ditanyai olehnya.
Aku merasa sudah rusak dan tidak layak dimiliki orang yg bahkan jika perasaannya sama denganku.
Hari itu teman teman akrabku membantu kami saling musyawarah perihal gejolak perasaan anak muda ini. Aku dan (sebut saja) tae hyung ada disana saling bicara. Aku ingat menolaknya walau hati kecil sebaliknya. Ketika ditanyai alasannya kenapa aku diam dan menangis menghadap salah satu tamanku. Alasan yang ingin aku ungkapkan tapi tertahan itu kian jelas “aku udah rusak bray. Kamu bisa terima kerusakanku?”. Tapi berakhir dengan memberikannya bahasa isyarat, menggelengkan kepala.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Usiamu terbatas, tapi tidak dengan karya yang ikhlas. Ia bisa menjadi amal sholeh yang terus mengalir, walaupun ruhmu telah berpisah dari tubuh.
Keputusan Terbaik
Bagaimana mungkin doamu tidak Dia dengar? Sedangkan tangisan dan harapanmu sudah tidak lagi pada satu pun manusia, sesaknya hatimu tidak lagi karena kecewa pada takdir, tapi karena penyesalan kenapa baru sekarang kembali pada-Mu, setelah dunia dan seisinya mempermainkan dan menghajarmu babak belur.
Aku katakan padamu, bahwa mengulang dari awal lagi itu tidaklah mudah, menetralkan apa sudah berlebihan itu tidaklah cepat, tapi kamu harus membiasakannya. Ikhlas itu datang dan bermula dari membiasakan dan menahan, ia tumbuh dari mendoakan kebaikan untuk mereka yang sudah mengacaukan hati dan pikiranmu, hingga waktu memberimu pelajaran dan peringatan berharga soal hati manusia.
Langkahmu saat ini sudahlah benar, dengan tidak lagi mendekat pada apa yang sudah menjatuhkanmu. Karena menjaga jarak itu adalah keputusan terbaik untuk mengobati hati yang sedang sakit, menenangkan gemuruh dada, dan memberi waktu untuk bisa mengikhlaskan. Menjaga jarak.
Selamat menenangkan diri :’)
*Untukmu yang sedang menenangkan diri, coba dengarkan ini. Aktifkan subtitle agar kamu tahu apa makna yang bisa kamu dan hatimu dapatkan :)
@jndmmsyhd