Menangis
Apakah salah ya, kalau perempuan itu mudah menangis? Aku pernah dua kali dibentak oleh kawan laki-lakiku -, hanya karena ia kesal melihatku menangis. 'Kenapa sih harus nangis?!' Ucapnya.
Padahal aku tidak menangis seperti anak kecil yang merengek minta mainan, tidak juga seperti remaja putri yang menangis tersedu-sedu karena patah hati, apalagi seperti perempuan masa jahiliyah yang menangis sampai berteriak-teriak, ketika ditinggalkan seseorang yang dicintainya.
Aku hanya seorang gadis yang memilih menangis di balik gerimis, setelah lampu kota padam, atau dalam diam.
Menangis itu bukan berarti lemah, menangis bukan berarti cengeng; Air mata, adalah cara perempuan berbicara, saat lisannya tak sanggup lagi berkata-kata.
Bagi orang yang berhati lembut, menangis membuatnya menjadi lebih tenang; karena air mata, adalah cara Allah membasuh luka dan rasa takut yang ada di hati perempuan, agar digantikan-Nya dengan kekuatan, serta semangat baru.
Bagi orang yang berhati keras, menangis mampu melembutkan hatinya; karena air mata, adalah cara Allah meluruhkan ego dan amarah, yang khawatir akan mendzalimi hidup hamba-Nya. Agar kemudian ditumbuhkan-Nya kelembutan dan kasih sayang dalam hatinya.
Ya Allah, dengan sifat kelembutan yang Engkau karuniakan pada kami, jangan Engkau jadikan air mata ini, air mata sia-sia yang hanya mampu menangisi perkara dunia.
Namun, jadikanlah tiap tetes air mata, menjadikan kami termasuk dalam salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan-Mu di hari kiamat kelak; yakni seseorang yang berdoa dengan khusyuk, hingga menangis karena rasa takut kepada Allah.
اللهم لين قلوبنا يا رب..
Kairo, 13 April 2022 II @aqielafadiya


















