Kalau kita sering ikut latihan-latihan kepemudaan/kepemimpinan kita bakal familiar dengan tema-tema yang mengangkat bagaimana kita bekerjasama/berhadapan dengan orang lain. Misalnya : team work team building, public speaking, how to influence people, dan lainnya.Â
Menurutku, ada satu topik yang sama pentingnya dengan topik-topik itu tapi jarang diangkat (malah selama aku ikut pelatihan-pelatihan kepemudaan/kepeimpinan aku belum pernah nemu pelatihan yang ngangkat tema ini). Topik ini adalah : bagaimana kita menghandle kesendirian. *asooy*
Aku pingin make istilah âsolitudeâ di sini, bukan âlonelinessâ, untuk menggambarkan âthe glory of being aloneâ. Solitude matters.
Kita hidup di jaman yang penuh dengan motivasi untuk berbuat sesuatu yang âbesarâ. Identik dengan menginisiasi pergerakan atau âbeing somebodyâ di antara orang banyak (baca : obsesi ketokohan). Semua itu diarahkan untuk menuju perubahan yang lebih baik. Itâs good, agama kita juga kan mengajarkan tentang amal jamaâi atau hidup berjamaah, betul? Tapi jangan lupa, dalam hidup ini ada perubahan-perubahan yang bisa dibawa oleh orang-perseorangan, dalam waktu yang âsaat itu jugaâ.Â
Ingat Tugce AlBayrak? Seorang gadis muslim Jerman turunan Turki yang berani menghentikan sekelompok pemuda yang sedang melecehkan dua orang gadis di toilet sebuah restoran cepat saji di Frankfurt, Jerman. (Tugce kemudian wafat karena sekelompok pemuda bencong itu menunggunya di tempat parkir dan salah seorang dari mereka meninju Tugce tepat di wajahnya). Nggak usah jauh-jauh ke Jerman dan bicara tentang kasus menghentikan pelecehan yang butuh keberanian super besar deh, kasus-kasus yang sering kita temui sehari-hariii aja : orang merokok sembarangan, buang sampah sembarangan, berani nggak kita menghadapi orang-orang semacam itu dan menegurnya? sendirian.Â
Kita bisa menginisiasi pergerakan #janganmerokokditempatumum atau #hentikanpelecehan tapi kita juga butuh perubahan yang dilakukan saat itu juga. Kebayang kalau Tugce nggak bisa menghandle kesendiriannya hingga dia nggak punya keberanian untuk menghentikan pelecehan yang terjadi di depan matanya?Â
Kita bisa teguh, Â berani, all that idealist, saat kita berkumpul dengan orang lain, tapi saat sendiri? itulah kondisi sebenarnya untuk mengetes seberapa teguh kita pada kebenaran.Â
Akhir-akhir ini, kita dengan mudah âblown awayâ oleh pertunjukan di media masa tentang pemimpin yang ngamuk di gerbang tol lah, muntab karena mergokin suap, lah, mencaci maki koruptor lah, dan kasus umbar-amarah lainnya. Tapi nyadar nggak sih kita, âthe real dealâ itu nanti waktu para pemimpin itu sedang jauh dari sorotan kamera dan keramaian, dan  di hadapannya terhampar kesempatan untuk menggemukkan pundi-pundi kekayaan, misalnya. Yeaaah, karena orang-orang yang bermain dengan uang haram itu less likely akan muncul ke hadapan mereka dengan membawa rombongan pengantin sunat, menghaturkan sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat setempat, diiringi tarian rampak kendang dan apalagi.. wartawan. Di situlah keteguhan pribadi seorang pemimpin akan diuji sepenuhnya. Saat dia sendiri, nggak ada siapapun yang menyaksikan dirinya yang sedang menolak suap, nggak akan jadi headline berita di media masa. Salah-salah malah bisa jadi suatu saat namanya muncul di  media masa sudah dalam balutan berita yang aneh-aneh : membunuh orang karena rebutan cewek lah, kasus sarang walet apa lah, atau malah dugaan korupsi ini itu lah.
Yang terakhir, sadarkah kita, kesendirian itu sering dijadikan hukuman? Penjara misalnya. Bentuk isolasi itu akan menjauhkan kita dari lingkungan yang familiar dengan kita, hak-hak kita. Pembunuhan karakter. Bayangkan dari orang yang tadinya dianggap teman atau bahkan dipuja terus kemudian dihujat-hujat. Itu bentuk kesendirian juga lho. Contoh lain yang kecil-kecil deh : siapa yang pernah mengalami, nggak mau terlibat dalam usaha contek-mencontek waktu sekolah terus dikucilkan oleh teman-teman sepermainan? Haaaa, berapa banyak anak ABG yang ikut-ikutan hal-hal buruk karena ketakutannya akan : dikucilkan ?Â
Berteman baiklah dengan kesendirian dengan cara tahu gimana cara menghandlenya. Karena saat kita memaknai kesendirian itu sebagai âsolitudeâ dan bukannya âlonelinessâ, kesendirian nggak akan pernah bisa menghukum kita.Â