Sejak semalam saya asik terbenam dalam tulisan-tulisan ‘seleb tumblr’ seperti prawitamutia dan iqbalhariadi.
Seperti dikelilingi teman-teman ngobrol yg baru pulang travelling multipulau. Seru rauwis-uwis.
Kata-kata yg saya ingat dan mungkin akan tertanam lama kira-kira seperti ini:
- Tumblr adalah hal yg paling ingin saya bagi sekaligus paling tidak ingin diketahui orang. Itu karna yg ditulis jujur. Kalo ada orang yg blg ‘saya habis baca tumblr kamu’ seketika itu saya ingin menghilang sejenak.
Menurut saya, ambivalensi tersebut timbul karena tulisan yg kita buat 'jujur-terdidik’ atau 'jujur-terseleksi’. Jadi dari pikiran-pikiran jujur itu sebenarnya ada yg terlalu liar dan risiko tinggi. Namun demi layak konsumsi -dan bergizi kita latih linguistik sedemikian rupa, tanpa mengurangi kepuasan batin.
Tapi karna basic dari 'curhat’ tulisan itu diary (read: sesepuh blog) sifatnya tetap saja 'AWAS JANGAN ADA YANG BUKA. ALLAH NGELIAT LHO.
Kenapa gak lagi di buku diary? Hati sama lega, risiko minim. Ya, bisa saja kita cerita semua di diary. Tapi kalo bertahun-tahun tulisan diary itu cuma rayap-rayap laci kayu aja yg tau, atau kalo kayunya udah tipis, diary kita juga diembat, kan mubazir.
Kalo bisa lega, bermanfaat dan produktif, kenapa tidak tumblr-ing? Hehe.
Menang banyak.
- Apapun yg kita mau, sudah/belum ketemu passion-nya, mulai saja dulu.
Ga masalah mau se-hina apapun karya kita saat ini, kalau hati sudah bekerja, cepat/lambat akan menemukan penikmatnya.
Saya: Tiap orang punya selera. Tiap orang punya hati. Tiap karya punya pasarnya sendiri. Dengan catatan, karya buatan hati.
- Belum dibilang 'kenalan’ kalau hanya follow-followan di tumblr, berbalas message.
Kenalan itu akan nyata manfaatnya tanpa mispersepsi dari dunia maya. Klik log out socmed, lalu sign in di sebuah kedai kopi untuk ngobrol berkualitas.
(iqbal, dgn sedikit re-touch 2015)
Menurut saya, bertemu dgn seseorang di dunia maya itu riskan. Tapi tumblr beda.
Kenapa? Karna (umumnya) anak tumblr sejati akan concern dgn konten tumblr org tsb. Cara berpikirnya. Kita melirik inspirasi, bukan fisik, bukan profesi. Dari situ, potensi orang ini -punya niat- jahat dpt ditepis. Tapi yaa, tetap saja make sure kepo2 sedikit siapa dia dan jangan hanya berdua dgn alasan keamanan dan keseruan.
- Cobalah menulis dengan tidak mendikte, tidak menggurui, tapi lebih bercerita. Memberikan kebebasan pembaca untuk mengambil pesannya.
Kalaupun bikin film, saya mau bikin pecahan 3: musik, tulisan, visual. Biar tiap orang dapat menikmati karya saya, dgn media yg paling dia suka.
Saya: hal ini juga berlaku di dunia nyata. Kalo mau ngasih advice/jd public speaker biar listen-able cobain pake trik ini.
Tiap orang punya cara yg berbeda2 dalam memahami sesuatu. Tapi saya yakin, cara lembut punya banyak reseptor di tiap orang :)
Di hp saya, tinggal tumblr satu2nya medsos yg saya sisakan. (Eh, line & WA sosmed jg ding ya?).
Skrg ini gadget makin smart, tapi ga diimbangi user yg smart juga.
Kalo saya pribadi, path insta fb twitter snapchat tidak bisa saya gunakan utk mencerdaskan saya. Jd mendingan pilih sesuai kebutuhan aja.
Sebuah platform karya David Karp, dan anak-anak komplek tumblr yg saya pilih dan saya syukuri. :))