Kepada Siapa Kita Mesti Dibandingkan?
Dalam perjalananmu memperbaiki bacaan Al-Qur’an, engkau tidak sedang berlomba dengan siapa pun.
Tak ada gelar "tercepat" dalam perjalanan ini. Yang Allah nilai... adalah kejujuran hatimu dalam setiap usaha. Maka jangan sibukkan hatimu dengan pertanyaan:
"Kenapa aku belum bisa?"
"Kenapa bacaanku tak seindah miliknya?"
"Kenapa aku lambat sekali dalam memahami?"
Jangan bandingkan dirimu dengan yang lain, tapi bandingkanlah demgan dirimu yang dahulu. Setiap orang menapaki jalannya masing-masing. Ada yang Allah mudahkan hingga cepat sampai, ada pula yang harus jatuh bangun berkali-kali... Namun setiap langkahnya bernilai di sisi-Nya.
Maka cukup fokus pada satu hal setiap hari:
"Sudahkah aku lebih baik dari diriku kemarin?"
"Sudahkah aku jujur dalam belajarku hari ini?"
Setiap langkah yang engkau ayunkan, meski terseok, meski terasa lambat, selama itu engkau niatkan untuk mendekat kepada Allah... Maka tak satu pun yang akan sia-sia.
Allah mencintai usahamu yang terus bertumbuh, dan hatimu yang terus ingin dekat dengan kalam-Nya.
(Nasihat dari salah satu guru tahsin saya, yang saya sayangi karena Allaah. Semoga Allaah berikan keberkahan yang melimpah ruah kepadanya)















