#Repost from @dakwah.vidgram with @regram.app . Ustadz Subhan Bawazier Dari Abu Hurairah ”Rasulullah ketika memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya dengan dibentangkan.” [HR. Abu Daud 753, Tirmidzi 240, dan dishahihkan al-Albani] Dari Ibnu Umar beliau menceritakan, “Bahwa Rasulullah mengangkat kedua tangannya setinggi pundak, ketika memulai shalat.” [HR. Bukhari 735 & Muslim 390] Dari Malik bin al-Huwairits, “Saya melihat Rasulullah mengangkat kedua tangannya ketika takbiratul ihram, ketika rukuk, ketika i’tidal, hingga setinggi daun telinga.” [HR. Nasai 1024, dan yang lainnya] Dalam hadits Wail bin Hujr, ia berkata bahwa, Ia melihat Nabi mengangkat kedua tangannya ketika memulai shalat dan beliau bertakbir, lalu beliau memasukkan kedua tangannya di bajunya, kemudian beliau meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. [HR. Muslim no. 401] Dalam hadits Wail bin Hujr juga disebutkan, “Kemudian meletakkan tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, di pergelangan tangan, atau di lengan tangan kiri.” [HR. Ahmad 4: 318. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih] Saat sedekap, tangan diletakkan di pusar, bawah pusar atau di dada. Mayoritas ulama berpendapat bahwa meletakkan tangan ketika sedekap tidak pada tempat tertentu. Jadi sah-sah saja meletakkan tangan di dada, di pusar, di perut atau di bawah itu. Meletakkan tangan di dada maupun di bawah pusar sama-sama berasal dari hadits yang dho’if. [Lihat penjelasan guru kami, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Athorifi dalam karya beliau Shifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 87-90] Sumber : https://youtu.be/d8qDIDlQxzI https://konsultasisyariah.com/21122-cara-takbiratul-ihram-yang-benar-dalam-shalat.html https://rumaysho.com/6943-sifat-shalat-nabi-2.html #yayanabuahmad #kajianislam #IslamRahmatanLilAlamin #muslim #muslimworld #salafussholeh #salafy #sunnah #sunnahpalembang #palembangmengaji #ustadzsubhanbawazier