Mitchiri Neko.
Anime: Mitchiri Neko.
Ending.
CanciĂłn: Mitchiri Neko.
Interpreta: đ±.
seen from Singapore
seen from United States

seen from Indonesia
seen from Germany
seen from United States
seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Germany
seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from Romania
seen from Brazil

seen from Australia
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from Poland

seen from United States
Mitchiri Neko.
Anime: Mitchiri Neko.
Ending.
CanciĂłn: Mitchiri Neko.
Interpreta: đ±.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âą No registration required âą HD streaming
Fotos del Ășltimo año jaja
Att: Daniela â
#9 Hari Ini Aku Bertanya
Hari ini aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. Bila aku diberi waktu untuk bisa kembali ke masa yang lalu, waktu dimana aku akan mengambil sebuah keputusan yang penting. Lalu bila aku mengbil pilihan yang berbeda dari apa yang aku jalani sekarang, apa yang kiranya akan terjadi padaku sekarang ini?
Hari ini aku bertanya pada diriku sendiri. Bukankah pilihan yang berbeda akan menghantarkan pada jalan cerita hidup yang berbeda pula. Andai waktu itu aku mengambil pilihan yang lain, besar kemungkinan aku berada di jalan yang lain.
Hari ini aku bertanya pada diriku sendiri. Tapi berada di jalan yanh lain apakah itu akan menjamin aku akan berada pada situasi yang lebih baik dari ini. Menjamin kalau jalan itu akan mempertemukanku dengan manusia-manusia dan kesempatan-kesempatan yang lebih baik dari yang pernah aku temui? Atau justru sebaliknya?
Seberapa lamapun aku mencari, jawaban itu tidak aku temui. Tidak ada jawaban yang bisa membuktikan apakh lebih baik atau lebih buruk bila aku mengambil pilihan yang lain.
Lalu aku kembali bertanya pada diriku sendiri. Mengapa aku bertanya tentang hal ini? Mengandai andai bilai mengambil keputusan berbeda. Lalu aku temui jawabannya. Ternyata aku yang belum pandai untuk bersyukur.
#6 Jarak Pohon Pinus
Ku seruput kopi hitam yang baru selesai ku buat beberapa menit yang lalu, sebelum aku duduk di beranda rumah. Pahit rasanya, sengaja tak diberi gula. Cocok dengan suasana hari ini.
Duduk di beranda rumah memang salah satu favoritku. Ku putar sebuah instrumen lagu yang menenangkan, lalu pandangan mata aku arahkan ke sekitar. Anak-anak berlalu-lalang berlarian ke sana kemari. Bapak bapak petani pulang dari sawah. Burung-burung beterbangan di langit. Aku selalu begini, tenggelam menikmati sekeliling.
Mataku berhenti bergerak, berhenti pada dua pohon pinus yang tumbuh berdampingan. Astaga sejak kapan ada pohon pinus di rumahku. Dua tahun aku merantau banyak hal yang aku lewatkan rupanya.
Kamu tahu kenapa barisan pepohonan pinus itu terlihat indah?
Kenapa memangnya?
Bukankah sebab ada jarak diantara mereka?
Mungkin begitu
Kamu tau sebab utama harus ada jarak diantara mereka?
Agar indah katamu.
Agar mereka tumbuh dengan baik, tidak berhimpitan, dan saling bersaing mendapatkan makanan dan cahaya.
Jadi?
Memberi jarak itu bukan berarti meninggalkan atau melupakan. Tetapi memberi ruang diri agar bisa bertumbuh dengan baik.
Aku mengerti.
Pikiranku kembali pada satu tahun yang lalu. Ketika bertemu seseorang dalam sebuah perjalanan. Aku selalu suka pemikiran- pemikirannya. Mengajak pikiranku juga turut berkelana. Mencari makna dari berbagai peristiwa. Bahkan sejak pertama kali bertemu.
#5 Semoga Masih Cukup Waktu
Salah satu hal yang menyenangkan ketika di rumah adalah menemani ibuk. Kemanapun Ibuk pergi, aku selalu suka mengantarkannya menggunakan motor. Setiap detik waktu yang dihabiskan bersama Ibuk atau Bapak bukankah sangat berharga?
âRi nanti jam 10 temenin Ibuk ke toko buah yuk di Kebumenâ pinta ibuk setelah mengetuk kamarku. Aku saat itu sedang tenggelam dalam bukuku, mengiyakan permintaan Ibu. âIya Bu, Riani siap-siap duluâ, kataku segera menutup buku dan bergegas untuk bersiap-siap.
Pukul 10.01 aku dan Ibuk bergegasa pergi ke toko buah yang paling lengkap di Kebumen kata Ibuk. Butuh waktu 20 menit untuk bisa sampai ke toku buah itu. Maklum rumah kami yang dekat dengan Samudra Hindia, memang jauh dari perkotaan.
âKita mau beli buah apa aja buk?â kataku pada Ibuk ketika memasuki toko.
âIbu mau beli semangka buat Irsyad, buah pear buat ayah, kelengkeng untuk Azka, nah kamu terserah Ri mau beli buah apa, ambil aja yaâ?.
Ibuk memang selalu begitu. Selalu memikirkan orang lain. Tidak lupa dari Bapak, anak dan cucu semua dibelikan buah kesukannya. âaku mau buah lemon aja Bu, Buat di bikin infused water. Beli 3 biji boleh Buâ? ujarku.
âBoleh dong, ambil ajaâ kata Ibuk sambil tersenyum. Semua selesai ditimbang dan membayar di kasir. âRi, kamu mau roti Banana, nanti habis ini ke sana beli roti, mumpung lagi di kotaâ. Aku mengangguk, menyetujui permintaan ibuk.
Sesampainya di toko roti, Ibuk langsung menuju rak-rak yang berisi roti. Sementara aku mengambil nampan dan jepitan untuk mengambil roti.
âRi ini ada roti tawar yang manis dan asin kamu pilih salah satu ya, buat di bawa ke kosanâ.
âYang manis aja ya Buâ aku meletakan roti tawar itu pada nampan yang aku pegang.
âRoti kesukaanya kakakmu, roti volcano coklat dimana ya, sama roti kesukaan adek yang dom coklat disebelah mana ya?â Ibuk berjalan dari satu rak menuju rak yang lain memperhatikan nama roti dan harganya. âKamu pingin Ri?. Ambil aja ya pingin yang manaâ Ibuk meletakan roti dom coklat kesukaan adek.
Roti terakhir yang diambil adalah dom keju pandan. Roti kesukaanku. Setelah dibayar aku dan Ibuk bergegas keluar. âNak kamu pingin makan apa, bakso, ayam, atau apa?. Ibuk ngikut aja kamu pinginnya apaâ.
Tapi ini tadi buat beli buah sama roti, Ibuk dah habis banyak lho bukâ
âGak papa la sekali-kali. Mumpung Ibuk lagi ada rezeki ini. Oiya gimana kalau makan ayam goreng cinta rasa aja, nanti sekalian bungkus buat makan nanti malamâ. Aku mengiyakan permintaan Ibuk dan lekas berbelok arah menuju ayam goreng favorit keluargaku itu.
Ibuk selalu begini. Tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Sebelum membeli, selalu mengingat ingat kesukaan semua anggota keluarga di rumah, dan membeli semuanya.
âIbuk semoga suatu saat, kita masih sama-sama punya waktu. Aku akan menemani Ibuk kemana saja Ibuk pergi, termasuk ke toko buah dan roti ini lagi dan aku yang akan berkata kepada Ibuk. Ibuk mau yang mana ambil saja Bu yang semua Ibuk suka, nanti Riani yang bayarâ. Ujarku dalam hati.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âą No registration required âą HD streaming
Les nuages
J'ai toujours éprouvé des difficultés avec ma sensibilité. Si on dit que les ignorants sont bénis, ceux qui n'ont pas le soucis de l'autre le sont aussi.
Je suis loin d'ĂȘtre la seule dans cette situation. Je dĂ©teste entendre quelqu'un dire "je suis trop ampathique, je ressens tout autour de moi, c'est tellement difficile". C'est comme entendre quelqu'un se plaindre qu'il est trop gĂ©nĂ©reux. Tais-toi, tu es naif, voilĂ tout. Dis-le! Comment peux-t-on se plaindre d'un bon trait de caractĂšre? I'm sooo amazing, and it's soooo hard, you know? Quoique entendre quelqu'un se plaindre parce qu'il est trop impatient me tombe tout autant sur les nerfs. Aurais-je simplement un problĂšme avec la fatalitĂ©? Le simple principe de s'Ă©mouvoir devant ce qu'on accepte comme notre destinĂ©e?Â