Malam ini, suasana sangat tenang lagi sejuk lalu aku lanjutkan membaca buku Aroma Karsa karya Dee Lestari. Sembari memegang sendok nasi yang sesekali ku raih mie instan yang sebentar lagi dingin, ku lihat Ibu, ia meraih satu persatu poto anak-anaknya, termasuk potoku waktu wisuda yang masih terbungkus plastik. Entah kenapa muncul getaran dalam hatiku, sebuah tanya juga takut, sesuatu yang aku tidak siap dan tidak akan pernah siap. Ku letakkan buku lalu perlahan berjalan kearahnya sambil bertanya "Mak ada apa kok tiba-tiba semuanya diliatin, ada sesuatu Mak? Jawabnya singkat, mau di bingkai potonya biar awet. Lantas ku raih kedua bahunya lalu ku peluk erat-erat, Mak kau terlalu indah untuk ukuran manusia meski sudah termakan waktu. Mak, aku sadar kalau aku bukanlah anak yang baik, beberapa perintahmu bakan tidak ku gubris tapi yang pasti, aku selalu mengagumimu melebihi hidupku sendiri. Kau mungkin tidak mengerti bahasa cinta, tapi kau mengajariku itu tanpa bahasa sekalipun. Dariku, anak pertamamu.