Tak ada diskusi hari ini, tak ada cerita malam ini, hanya ada rindu yang tak tahu diri dengan mata berseri berharap tak pernah basi.
Dik, kamu indah dengan segala keindahanmu dan aku buruk dengan segenap keburukanku, dapatkah ada kata kita?
Aku tak tahu curi curi pandang apalagi banyak menatap, aku benci cari tau apalagi sok tau dan denganmu kata bosan untuk menatap ku hapus dan kata lelah tuk tau ku binasakan.
Jumat terakhir di bulan Maret, ku dibuat jatuh hati pada sepasang mata yang ku temui di gazebo fakultas. Sepasang mata yang terlihat begitu dingin.
Teruntuk kamu yang kembali terketuk setelah sekian lama menutup, puisi ini bukan sekedar untuk kau baca ataupun kau nikmati. Boleh kau caci dan boleh kau tolak sebab Ia adalah perwujudan dari rasa.