Untukmu
Siapapun kamu yang membaca ini, jika kamu membacanya bertepatan di tanggal ulang tahun mu, ataupun tanggal itu sudah terlewat, aku ingin mengucap, "Perbanyak doa dan syukur, ya. Alhamdulillaah, Allah memberi kesempatan sampai detik ini, hingga kamu bisa merasakan suka, duka, dan warna." Terimalah bahwa waktumu di dunia ini berkurang. Gapapa, giat beramal, yuk. Belum tentu bisa ketemu dengan hari esok. Aku akan mendoakanmu juga, di sepanjang waktuku. Tapi aku sering lupa. Ingatkan aku ya? Tidak keberatan, kan?
Aku lupa tanggal. Kalau kamu tidak memberitahuku kapan tanggal kamu dilahirkan, aku tidak akan tahu. Kamu mengucapnya saja aku lupa, apalagi tidak? Maaf, memoriku tidak begitu kuat. Tapi semoga, doaku untukmu selalu kuat.
Ah, iya, aku ingin memelukmu, ingin merengkuhmu. Aku ingin berbisik, "Selamat, kamu kuat, kamu hebat!" Bisa melewati gunung dan lembah sampai saat ini. MaasyaaAllah tabaarakallah. ❤️ Tapi aku sampaikan lewat kata, ya, berharap, kamu membacanya.
Aku menyayangimu saudariku. Karena-Nya, kita bertemu. Karena-Nya, kita sering melambungkan doa hingga langit biru.
Baarakallah fii umrik.
Uhibbuki fillah, saudariku. ❤️

















