ย ุนููู ุฃูุจููู ุฐูุฑูู ุฌูููุฏูุจู ุจูู ุฌูููุงุฏูุฉู ููุฃูุจูู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ู
ูุนูุงุฐู ุจููู ุฌูุจููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง ุนููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุงูู: (ุงุชูููู ุงูููู ุญูููุซูู
ูุง ููููุชูุ ููุฃูุชูุจูุนู ุงูุณูููููุฆูุฉู ุงูุญูุณูููุฉู ุชูู
ูุญูููุงุ ููุฎูุงูููู ุงููููุงุณู ุจูุฎููููู ุญูุณููู) ุฑูุงู ุงูุชุฑู
ุฐู ููุงู: ุญุฏูุซ ุญุณู. ููู ุจุนุถ ุงููุณุฎ: ุญุณูู ุตุญูุญ.
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal Radhiallahu โAnhuma, dari Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam, beliau bersabda: โBertaqwa-lah kepada Allah di mana saja engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya, dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.โ
Diriwayatkan oleh At Tirmidzi, dan dia berkata: hadits hasan. Pada sebagian naskah: hasan shahih.
Imam At Tirmidzi dalam Sunannya No. 1987, dari Abu Dzar dan Muadz bin Jabal
Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 21354, 21403, dari Abu Dzar, dan No. 21988, dari Muadz bin Jabal. Syaikh Syuโaib Al Arnauth mengatakan: hasan.
Imam Al Baihaqi dalam Syuโabul Iman 8023, dari Muadz bin Jabal, dan No. 8026, dari Abu Dzar
Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi dalam Kanzul โUmmal 1913, dari Abu Dzar, dan No. 5246, dari Muadz bin Jabal
Imam Ad Darimi dalam Sunannya No, 2791, dari Abu dzar
Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak โAla Ash Shahihain 187, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Penshahihan Ini disepakati oleh Imam Adz Dzahabi
Imam Ath Thabarani dalam Al Muโjam Al Kabir 296, 287, dari Muadz bin Jabal. Juga dalam Al Muโjam Ash Shaghir No. 530, dari Muadz bin Jabal
Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 4022, dari Abu Dzar
Imam Abu Nuโaim dalam Al Hilyah, 4/378
Imam Ibnu โAsakir (61/314), dari Anas bin Malik
Syaikh Al Albani juga menghasankan dalam beberapa kitabnya, baik yang riwayat Abu Dzar,ย Muadz, dan Anas. (Shahihul Jamiโ No. 97, Misykah Al Mashabih No. 5083, Shahih At Targhib wat Tarhib No. 2655, 3160)
Kandungan Hadits Secara Global
Hadits ini memuat banyak pelajaran bagi pembentukan keshalihan pribadi dan masyarakat, di antaranya:
Perintah untuk tetap dalam keadaan taqwa kepada Allah Taโala di mana pun dan kapan pun. Perintah taqwa sangat banyak tersebar dalam Al Quran dan As Sunnah, baik perintah taqwa secara umum atau perintah taqwa dikaitkan dengan suatu hal secara khusus. Baik dengan bentuk kata ittaquullah (bertaqwal-lah kalian kepada Allah) atau ittaqillah (bertaqwa-lah kamu kepada Allah).
Melakukan kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang alamiah terjadi pada diri manusia. Tidak ada manusia yang selalu buruk, jelek, dan jahat, sebagaimana syetan. Dan, tidak ada manusia yang selalu rajin ibadah, benar, baik, dan taat,ย sebagaimana malaikat. Justru karena ada kedua hal itu letak manusiawinya manusia. Oleh karena itu, sangat berlebihan dan naรฏf jika ada manusia yang menuntut orang lain untukย selalu benar dan tidak boleh salah sama sekali, karena itu adalah pembebanan yang manusia mana pun tidak akan mampu.
Dari Anas bin Malik Radhiallahu โAnhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam bersabda:
ููููู ุงุจููู ุขุฏูู
ู ุฎูุทููุงุกู ููุฎูููุฑู ุงููุฎูุทููุงุฆูููู ุงูุชูููููุงุจูููู
Setiap anak Adam memiliki kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah yang bertobat. (HR. At Tirmidzi No. 2499, Ibnu Majah No. 4251, Ahmad No. 13049. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ No. 4515. Imam Al Munawi dan Imam Al Hakim mengatakan: shahih, sedangkan Imam Adz Dzahabi mngatakan: fiihi layyin โ ada kelemahan.ย Lihat Tuhfah Al Ahwadzi, 7/202)
Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam juga senantiasa memohon ampunan (istighfar) dan bertobat kepada Allah Taโala antara 70 sampai 100 kaliย dalam sehari.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu โAnhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam bersabda:
ููุงูููููู ุฅููููู ููุฃูุณูุชูุบูููุฑู ุงูููููู ููุฃูุชููุจู ุฅููููููู ููู ุงููููููู
ู ุฃูููุซูุฑู ู
ููู ุณูุจูุนูููู ู
ูุฑููุฉู
Demi Allah, sungguh saya beristighfar kepada Allah dan bertobat kepadaNya dalam sehari lebih dari 70 kali.โ (HR. Bukhari No. 6307, At Tirmidzi No. 3259, Ahmad No. 7793,ย Ibnu Hibban No. 925, Ad Dailami No. 7024, Al Baihaqi dalam Syuโabul Iman No. 639)
Dalam riwayat lain, dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah,ย bahwa Nabi Shallallahu โAlaihi wa Sallam beristighfar dan bertobat kepada Allah Taโala sebanyak 100 kali dalam sehari. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 621, ย An Nasaโi dalam As Sunan Al Kubra No. 10268, ย Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 1286, Ahmad No. 9807, dll)
Perintah untuk mengiringi perbuatan jelek yang mengandung dosa dengan perbuatan baik yang mengandung pahala. Hal itu bertujuan agar perbuatan baik dapat menghapus perbuatan jelek.
Hal ini sesuai dengan ayat:
ุฅูููู ุงููุญูุณูููุงุชู ููุฐูููุจููู ุงูุณูููููุฆูุงุชู
Sesungguhnya kebaikan-kebaikan dapat menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Huud (11): 114)
Yaitu menghapuskan dosa dan bekas dari kejelekan tersebut. Tersebut dalam Tafsir Al Muyassar:
ุฅููู ููุนููู ุงูุฎูุฑุงุช ูููููุฑ ุงูุฐููุจ ุงูุณุงููุฉ ููู
ุญู ุขุซุงุฑูุง
Sesungguhnya melakukan kebaikan-kebaikan dapat menghilangkan dosa-dosa terdahulu dan menghapuskan bekas-bekasnya. (Tafsir Al Muyassar, 4/91)
Kebaikan yang dimaksud adalah ย banyak macamnya seperti shalat yang lima waktu, dzikir,ย shaum,ย ย ย ย sedekah, shalat tathawwuโ, dan sebagainya. Ada pun dosa yang terhapus adalahย bukan yang termasuk Al Kabaa-ir (dosa-dosa besar). Sebab dosa besar hanya bisa dihilangkan dengan tobat nasuha kepada Allah Taโala. (Insya Allah akan dibahas pada bagiannya nanti)
Perintah untuk bergaul dengan manusia secara umum dengan akhlak yang baik. Baik itu dengan muslim atau non muslim. Baik denganย ahli maksiat atau ahli taat, dengan cara yang tidak sama sesuai kadar maksiat mereka. Untuk bergaul dengan ahli bidโah dan para pembawa ajaran sesat, ada fiqih tersendiri dalam berinteraksi dengan mereka.
Paduan antara taqwa kepada Allah Taโala dan akhlak yang baik, adalah penyebab terbanyak manusia dimasukkan ke dalam surga.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu โAnhu,ย katanya:
ุณูุฆููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนููู ุฃูููุซูุฑู ู
ูุง ููุฏูุฎููู ุงููููุงุณู ุงููุฌููููุฉู ููููุงูู ุชูููููู ุงูููููู ููุญูุณููู ุงููุฎููููู ููุณูุฆููู ุนููู ุฃูููุซูุฑู ู
ูุง ููุฏูุฎููู ุงููููุงุณู ุงููููุงุฑู ููููุงูู ุงููููู
ู ููุงููููุฑูุฌู
Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk ke dalam surga, beliau menjawab:ย ย โTaqwa kepada Allah dan akhlak yang baik.โ Beliau juga ditanya tentang penyebab terbanyak manusia dimasukkan ke dalam neraka, beliau menjawab: โMulut dan kemaluan.โ (HR. At Tirmidzi No. 2004, katanya: shahih. Ibnu Hibban No. 4246, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 7919, katanya: shahih. Imam Adz Dzahabi juga menshahihkannya dalam At Talkhish)
ุนููู ุฃูุจููู ุฐูุฑูู ุฌูููุฏูุจู ุจูู ุฌูููุงุฏูุฉู : dari Abu Dzar Jundub bin Junadah
Beliau adalah Jundub bin Junadah bin Sufyan binย โUbaid bin Haram bin Ghifar bin Malil bin Dhamrah bin Bakr bin โAbdu Manat bin bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Al Ilyas bin Mudhar. (Usadul Ghabah, Hal. 190)
ููุฃูุจูู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ู
ูุนูุงุฐู ุจููู ุฌูุจููู : dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal
Beliau adalah Muadz bin Jabal bin Amru bin Aus bin โAaidz bin โAdiy bin Kaโab bin Amru bin Adi bin Saโad bin Ali bin Saaridah bin Asad bin Tazid binย Jusyum bin Al Khazraj Al Anshari.
ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง : semoga Allah meridhai keduanya
Yaitu semoga Allah Taโala meridhai Abu Dzar Al Ghifari dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal.
ุนููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุงูู : dari Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam Beliau bersabda
ุงุชูููู ุงูููู : bertaqwa-lah kamu
Perintah taqwa amat banyak dalam Al Quran, baik dalam bentuk kata ittaquullah (bertaqwa-lah kepada Allah), atau wa mayyattaqillaha (barang siapa yang bertaqwa kepada Allah), atau kalimat laโallakum tattaqun (agarย kamu bertaqwa) telah tersebar di banyak ayat. Di antaranya: QS. Al Baqarah, 2: 21; 2: 63; 2: 179; 2: 183; QS. Al Anโam, 96: 153; QS. Al Aโraf, 7: 171; QS. Al Baqarah, 2: 278; QS. Ali โImran, 3: 102; QS. Al Maidah, 5: 35; dan masih banyak ayat lainnya.
Apakah taqwa itu? Telah banyak definisi yang disampaikan ulama. Di antaranya:
Definisi dari Abdullah bin Masโud Radhiallahu โAnhu, ketika beliau menafsirkan ayat ittaqullaha haqqa tuqaatih (bertaqwa-lah kalian dengan sebenar-benarnya taqwa)
ุฃู ููุทุงุน ููุง ููุนูุตููุ ูุฃู ููุฐูููุฑ ููุง ููููุณููุ ูุฃู ููุดูููุฑ ููุง ููููููุฑ
Yaitu taat dan tidak ingkar, ingat dan tidak lupa, bersyukur dan tidak kufur. (Tafsir Al Quran Al โAzhim, 2/86-87. Dar Ath Thayyibah. Lihat juga Imam Al Baidhawi, Anwarut Tanzil, 1/373. Mawqiโ At Tafasir)
Imam Ibnu katsir mengatakan ucapan tersebut shahih mauquf dari Ibnu Masโud Radhiallahu โAnhu. (Ibid)
Definisi ini juga dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri dan Qatadah. (Imam Abul Hasan Al Mawardi, An Nukat wal โUyun, 1/250. Mawqiโ At Tafasir)
Definisi dari Imam Al Baidhawi Rahimahullah
ููู ุงุณุชูุฑุงุบ ุงููุณุน ูู ุงูููุงู
ุจุงููุงุฌุจ ูุงูุงุฌุชูุงุจ ุนู ุงูู
ุญุงุฑู
Taqwa adalah mengerahkan potensi dalam menjalankan kewajiban dan menjauhi hal-hal yang diharamkan. (Anwarut Tanzil, 1/373. Tafsir Al Muyassar, 3/361, 4/340, 10/51)
Sama dengan ini, Syaikh Ismail bin Muhammad Al Anshari Rahimahullah mengatakan:
ุงุชู ุงููู : ุจุงู
ุชุซุงู ุฃู
ุฑู ูุงุฌุชูุงุจ ูููู ุ ูุงููููู ุนูุฏ ุญุฏู .
Bertaqwa-lah kepada Allah: dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, dan berhenti pada batasanNya. (At Tuhfah Ar Rabbaniyah, Syarah No. 18)
Berhenti pada batasannya artinya tidak melanggar syariatNya. Definisi yang kedua ini adalah definisi yang paling sering kita dengar.
Imam Abul Hasan Al Mawardi menyampaikan empat kelompok yang mendefinisikan makna taqwa. Pertama, adalah seperti yang disampaikan oleh Abdullah bin Masโud di atas. Lalu tiga kelompok lainnya:
ูุงูุซุงูู : ูู ุงุชูุงุก ุฌู
ูุน ุงูู
ุนุงุตู ุ ููู ููู ุจุนุถ ุงูู
ุชุตูููู . ูุงูุซุงูุซ : ูู ุฃู ูุนุชุฑููุงู ุจุงูุญู ูู ุงูุฃู
ู ูุงูุฎูู . ูุงูุฑุงุจุน : ูู ุฃู ููุทูุงุน ุ ููุง ููุชูููู ูู ุชุฑู ุทุงุนุชู ุฃุญุฏู ุณูุงู
Kedua, yaitu menghindari semua maksiat, ini adalah pendapat sebagian ahli tasawwuf. Ketiga,ย mengenali kebenaran baik dalam keadaan aman atau takut. Keempat, yaitu mentaati dan tidak takut kepada siapa pun dalam meninggalkan ketaatan kepadaNya kecuali takut kepadaNya.ย (Imam Abul Hasan Al Mawardi, An Nukat wal โUyun, 1/250)
Definisi lainnya adalah taqwa bermakna takut (Al Khauf). (Lihat Tafsir Al Muyassar, 1/291, 1/401, 2/209, 10/93. Lihat juga Tafsir Al Quran Al โAzhim, 1/716)
Jadi, dari berbagai definisi ini kita simpulkan bahwa taqwa itu sikap menjalankan segala macam ketaatan dan perintah Allah Taโala, tidak membangkang, selalu ingat kepadaNya dan tidak lupa, serta menjauhi larangan-laranganNya,ย tidak melanggar syariatNya, takut kepada azab dan siksaNya, memegang teguh kebenaran baik dalam keadaan aman dan takut, bersyukur kepada semua nikmat Allah Taโala dan tidak mengkufurinya.
ุญูููุซูู
ูุง ููููุชู : di mana saja engkau berada
Yaitu bertaqwal-lah di bumi Allah mana pun, baik di tengah keramaian atau kesendirian, diย rumah, pasar, jalan, masjid,ย di kampungmu atau di negeri lain, dan semua tempat di muka bumi ini, karena di mana saja kamu berada Allah โAzza wa Jalla selalu mengawasimu.
Allah โAzza wa Jalla berfirman:
ูููููู ู
ูุนูููู
ู ุฃููููู ู
ูุง ููููุชูู
ูย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย
โ ..dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.โ (QS. Al Hadid (57): 4)
Ayat ini tidak berarti Allah Taโala secara zat ada di setiap tempat kita berada, dan tidak boleh mengartikan demikian. Maksudnya adalah Allah Taโala senantiasa menyaksikan dan mengawasi manusia.ย Imam Ibnu Jarir Ath Thabari Rahimahullah menjelaskan:
ููู ุดุงูุฏ ููู
ุฃููุง ุงููุงุณ ุฃููู
ุง ููุชู
ูุนูู
ูู
ุ ููุนูู
ุฃุนู
ุงููู
ุ ูู
ุชููุจูู
ูู
ุซูุงูู
ุ ููู ุนูู ุนุฑุดู ููู ุณู
ูุงุชู ุงูุณุจุน
โDia menyaksikan kalian, wahai Manusia, dimana saja kalian berada Dia mengetahui kalian, mengetahui perbuatan kalian, lalu lalang kalian, dan di tempat tinggal kalian,dan Dia di atas โArsyNya, di langit yang tujuh.โ (Jamiโ Al Bayan fi Taโwil Al Quran, 23/196)
Imam Al Munawi Rahimahullah menjelaskan:
ุฃู ูุญุฏู ุฃู ูู ุฌู
ุน ูุฅู ูุงููุง ุฃูู ุจุบู ุฃู ูุฌูุฑ ูุนููู ุจุฎููุตุฉ ููุณู ุฃู ุงูู
ุฑุงุฏ ูู ุฃู ุฒู
ุงู ูู
ูุงู ููุช ููู ุฑุขู ุงููุงุณ ุฃู
ูุง ูุฅู ุงููู ู
ุทูุน ุนููู ูุงุชููุง ุงููู ุฅู ุงููู ูุงู ุนูููู
ุฑููุจุง
ย Yaitu kamu sendirian atau dalam keramaian, walau mereka adalah ahli maksiat dan kejahatan, maka wajib atasmu menjaga dirimu secara khusus. Atau maksudnya pada tempat mana pun danย waktu kapan pun ย yang kamu di dalamnya dilihat manusia atau tidak, sesungguhnya Allah mengawasimu, dan bertaqwa-lah kepada Allah karena Allah senantiasa mengawasi kamu. (Faidhul Qadir, 1/156. Cet. 1. ย 1415H-1994M. Darul Kutub Al โIlmiyah, Beirut)
Berkata Syaikh Ismail bin Muhammad Al Anshari Rahimahullah:
ุญูุซู
ุง ููุช : ูู ุฃู ู
ูุงู ููุช ููู ุญูุซ ูุฑุงู ุงููุงุณ ุ ูุญูุซ ูุง ูุฑููู
Di mana sajaย kamu berada: yaitu di tempat mana saja kamu berada, di mana manusia melihatmu dan tidak melihatmu. (At Tuhfah Ar Rabbaniyah, Syarah No. 18)
Syaikh โAthiyah bin Muhammad Salim Rahimahullah juga menjelaskan:
ูุฅุฐุง ููุช ูู ุฃู ู
ูุงู ูุงุชููู ุงููู ุญูุซู
ุง ููุชุ ูู
ุงุฐุงุ ูุฃู ุงููู ู
ุทูุน ุนููู ุฃููู
ุง ุชูุฌูุชุ ูุฃูุช ุฅูู
ุง ุชุชุนุงู
ู ู
ุน ุงูููุ ููุฐุง ุฎุฑุฌ ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฅูู ุงูุฃู
ุตุงุฑ ูุฏุนููุง ุฅูู ุงูููุ ููู
ุง ูุชุจ ุจุนุถ ุงูุณูู ุฅูู ุฅุฎูุงูู ูู ุงูุดุงู
: ููู
ุฅูู ุงูุฃุฑุถ ุงูู
ูุฏุณุฉุ ูุงู: ุฅู ุงูุฃุฑุถ ูุง ุชูุฏุณ ุฃูููุงุ ูููู ููุฏุณูู
ุงูุนู
ู.
( ุงุชูู ุงููู ุญูุซู
ุง ููุช ): ูุฃูุถุงู (ูููู
ุง ููุช) ุฃู: ุนูู ุฃูุฉ ุญุงูุฉ ุชููู ูููุง ู
ุน ุงููุงุณ ูุฌุจ ุฃู ูููู ู
ุนูุงุฑู ุชููู ุงููู
Jikaย kamu berada di berbagai tempat, maka bertaqwa-lah kepada Allah, kenapa? karena Dia mengawasimu ke mana pun kau menghadap, dan sesungguhnya kamu sedang taโaamul (bergaul-berinteraksi) dengan Allah, oleh karena itu para sahabat Nabi Shallallahu โAlaihi wa Sallam keluarย ย menuju berbagai negeri untuk menyerukan manusia kepada Allah.ย Ketika sebagian salaf berkata kepada saudara-saudaranya di Syam: โmarilah ke negeri yang suci.โ Dia menjawab: โSesungguhnya bumi tidaklah mensucikan penduduknya, tetapi amal-lah yang mensucikan mereka.โ
(Bertaqwa-lah kamu di mana saja berada) juga bermakna (bagaimanaย pun keadaanmu) yaitu bagaimana pun keadaan kamuย ย bersama manusia di dalamnya, wajib menjadikan taqwa kepada Allah sebagai miโyar (kriteria) bagi dirimu. (Syaikh โAthiyah Salim, Syarh Al Hadits Al Arbain, Syarah No. 18)
Jadi, perintah taqwa adalah perintah yang berlaku dalam berbagai dimensi, baik waktu, tempat, dan keadaan manusianya. Bahkan itu merupakan keadaan iman yang paling utama.
Dariย โUbadah bin Ash Shaamit Radhiallahu โAnhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam bersabda:
ุฃูุถู ุงูุฅูู
ุงู ุฃู ุชุนูู
ุฃู ุงููู ู
ุนู ุญูุซู
ุง ููุช
Iman yang paling utama adalah kamu mengetahui bahwa Allah bersamamu di mana saja kamu berada. (HR. Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 8796, juga dalam Musnad Asy Syamiyyin No. 1416, Abu Nuโaim dalam Al Hilyah, 6/124. Imam Al Haitsami mengatakan: โUtsman bin Katsir meriwayatkannya secara menyendiri, dan saya tidak melihat adaย yang men-tsiqahkannya, mau pun yang mencelanya.โ Lihat Majmaโ Az Zawaid, 1/60. Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkannya. Lihatย Dhaiful Jamiโ No. 1002)
ููุฃูุชูุจูุนู ุงูุณูููููุฆูุฉู ุงูุญูุณูููุฉู ุชูู
ูุญูููุง: dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya
Apakah perbuatan buruk yang dimaksud? Dan apa pula perbuatan baik itu? Syaikh Ismail Al Anshari menjelaskan;
ุงูุณูุฆุฉ : ููู ุชุฑู ุจุนุถ ุงููุงุฌุจุงุช ุ ุฃู ุงุฑุชูุงุจ ุจุนุถ ุงูู
ุญุธูุฑุงุช .ุงูุญุณูุฉ : ุงูุชูุจู ู
ููุง . ุฃู ุงูุฅุชูุงู ุจุญุณูุฉ ุฃุฎุฑู .
Keburukan adalah meninggalkan sebagian kewajiban atau menjalankan sebagian perbuatan terlarang. Kebaikan adalah bertobat dari keburukan, atau melanjutkan dengan perbuatan baik lainnya. (At Tuhfah Ar Rabbaniyah, No. 18)
Oleh karenanya, tidak dapat dikatakan keburukan jika ada yangย tidak mengerjakan sunah atau melakukan perbuatan yang mubah. Di sisi lain, keburukan akan tetap ada kecuali pelakunya bertobat atau melakukan berbagai kebaikan untuk menghapuskan keburukan yang telah lalu.
Bertobat yang bagaimanakah yang dapat menghapuskan dosa? Saya akan kutip dari Imam An Nawawi Rahimahullah sebagai berikut:
ูุงู ุงูุนูู
ุงุก: ุงูุชูุจุฉ ูุงุฌุจุฉู ู
ู ูู ุฐูุจูุ ูุฅู ูุงูุช ุงูู
ุนุตูุฉ ุจูู ุงูุนุจุฏ ูุจูู ุงููู ุชุนุงูู ูุง ุชุชุนูู ุจุญู ุขุฏู
ููุ ูููุง ุซูุงุซุฉ ุดุฑูุทู: ุฃุญุฏูุง: ุฃู ูููุน ุนู ุงูู
ุนุตูุฉ.
ูุงูุซุงูู: ุฃู ููุฏู
ุนูู ูุนููุง.
ูุงูุซุงูุซ: ุฃู ูุนุฒู
ุฃู ูุง ูุนูุฏ ุฅูููุง ุฃุจุฏุงู. ูุฅู ููุฏ ุฃุญุฏ ุงูุซูุงุซุฉ ูู
ุชุตุญ ุชูุจุชู. ูุฅู ูุงูุช ุงูู
ุนุตูุฉ ุชุชุนูู ุจุขุฏู
ูู ูุดุฑูุทูุง ุฃุฑุจุนุฉู: ูุฐู ุงูุซูุงุซุฉุ ูุฃู ูุจุฑุฃ ู
ู ุญู ุตุงุญุจูุงุ ูุฅู ูุงูุช ู
ุงูุงู ุฃู ูุญูู ุฑุฏู ุฅูููุ ูุฅู ูุงูุช ุญุฏ ูุฐูู ููุญูู ู
ููู ู
ูู ุฃู ุทูุจ ุนูููุ ูุฅู ูุงูุช ุบูุจุฉู ุงุณุชุญูู ู
ููุง.
โBerkata para ulama: โTobat adalah wajib dari semua dosa, jika maksiatnya adalah antara seorang hamba dengan Allah Taโala, yang tidak terkait dengan manusia, maka syarat tobatnya ada tiga:
Meninggalkan maksiat tersebut
Membenci/menyesali perbuatan tersebut
Berjanji tidak mengulanginya selamanya.
Jika salah satu saja tidak ada, maka tobatnya tidak sah. Dan, jika maksiatnya adalah terkait dengan manusia, maka syaratnya ada empat; yaitu yang tiga di atas, dan yang keempat adalah: menyelesaikan urusannya kepada orang yang berhak. Jikaย kesalahannya dalam bentuk harta maka dia harus mengembalikannya. Jika dia melemparkan tuduhan, maka dia meminta maaf kepada yang dituduh. Jika dia melakukan ghibah, maka dia meminta untuk dihalalkan (dimaafkan). (Riyadhush Shalihin, Hal. 33-34.ย Cet. 3. 1998M-1419H.ย Muasasah Ar Risalah, Beirut- Libanon)
Kebaikan bagaimanakah yang dapat menghapuskan dosa? Yaitu berbagai macam kebaikan yang telah disebutkan oleh syariat dapat menghapuskannya,ย denganย pelaksanaan dan niat yang benar.ย Misalnyaย puasa ramadhan, shalat jumat, shalat lima waktu, istighfar, berbagaiย dzikir yang maโtsur (yang nabi ajarkan), bersedekah,, dan memperbanyak shalat sunnah.[1] Semuanya disebutkan dalam hadits-hadits shahih sebagai penghapus dari kesalahan dan dosa kita.
Syaikh Ismail Al Anshari menambahkan:
ุชู
ุญูุง : ุชู
ุญ ุนูุงุจูุง ู
ู ุตุญู ุงูู
ูุงุฆูุฉ ูุฃุซุฑูุง ุงูุณูุก ูู ุงูููุจ .
Menghapuskannya: yaitu menghapuskan hukumannya dari catatan malaikat dan menghapuskan pengaruh buruknya di dalam hati. (At Tuhfah, Ibid)
ููุฎูุงูููู ุงููููุงุณู : ย dan berakhlaklah dengan manusia
Yaitu bergaul, berinteraksi, dan bermuamalah dengan manusia mana pun, terlebih lagi umat Islam.
Syaikh Abul โAla Muhamamd Abdurrahman bin Abdurrahim Al Mubarkafuri mengatakan:
ุฃู ุฎุงูุทูู
ูุนุงู
ููู
Yaitu membaurlah dengan mereka dan bergaul/berurusan dengan mereka. (Tuhfah Al Ahwadzi, 6/123. Cet. 3, 1963M-1383H. Maktabah As Salafiyah, Madinah Al Munawarah)
Bergaul dan membaur dengan manusia, dan bertahan terhadap fitnah (kerusakan) yang ada pada mereka,ย adalah lebih utama dibanding โuzlah (memisahjkan diri).
Imam An Nawawi menjelaskan:
ุงุนููู
ุฃููู ุงูุงุฎุชูุงุท ุจุงููููุงุณู ุนูููู ุงููุฌูู ุงูููุฐูู ุฐูููุฑูุชููู ูููู ุงูู
ุฎุชุงุฑู ุงูููุฐูู ููุงูู ุนููููููู ุฑุณูู ุงููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ูุณุงุฆุฑ ุงูุฃูุจูุงุก ุตููุงุชู ุงูููู ูุณูุงู
ู ุนูููููููู
ู ุ ููุฐูู ุงูุฎูููุงุกู ุงูุฑููุงุดุฏูู ุ ูู
ู ุจุนุฏูููู
ู
ููู ุงูุตููุญูุงุจูุฉู ููุงูุชููุงุจูุนูููู ุ ูู
ู ุจูุนุฏูููู
ู
ู ุนูููู
ุงุกู ุงูู
ูุณูู
ูู ูุฃูุฎูููุงุฑููู
ุ ูููููู ู
ูุฐูููุจู ุฃูุซูุฑู ุงูุชููุงุจูุนููู ููู
ููู ุจูุนุฏูููู
ู ุ ูุจู ููุงูู ุงูุดุงูุนููู ูุฃุญู
ุฏู ูุฃูุซูุฑู ุงููููุงุกู ย ุฑุถู ุงูููู ุนููู
ุฃุฌู
ุนูู. ููุงูู ุงูููู ุชูุนูุงููู: { ููุชูุนูุงูููููุง ุนูููู ุงูุจูุฑูู ููุงูุชููููููู } [ ุงูู
ุงุฆุฏุฉ : 20 ] ูุงูุขูุงุช ูู ู
ุนูู ู
ูุง ุฐูุฑุชู ูุซูุฑุฉ ู
ุนููู
ุฉ .
Ketahuilah, bahwa membaur dengan manusia dengan cara seperti yang telah saya sebutkan, adalah sika pilihan yang di atasnya Rasulullahย Shallallahu โAlaihi wa Sallam berada, juga semua para Nabi Shalawatullah wa salamuhu โAlaihim, demikian juga para khulafaโur rasyidin, dan yang setelah mereka dari kalangan sahabat dan tabiโin, dan yang setelah mereka dari kelompok ulama Islam dan manusia-manusia terbaik mereka, dan inilah madzhab mayoritas tabiโin dan manusiaย setelah mereka. Inilah pendapat Asy Syafiโi, Ahmad, dan mayoritas fuqaha Radhiallahu โAnhum ajmaโin. Allah Taโala berifirman: โSaling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan.โ (QS. Al Maidah (5): 20). Dan ayat-ayat yang semakna sebagaimana yang telah saya sebutkan banyak jumlahnya dan terkenal. (Lihat Riyadhushshalihin Hal. 210. Cet. 3. 1998M โ 1419H. Muasasah Ar Risalah. Tahqiq: Syaikh Syuโaib Al Arnaโuth)
Disamping itu, dari Jabir Radhiallahu โAnhu bahwa Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam bersabda:
ู ุฎูุฑ ุงููุงุณ ุฃููุนูู
ูููุงุณ
โSebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia.โ (HR.ย Al Qudhaโi dalam Musnad Asy Syihab No. 1234,ย Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 5787, Alauddin Al Muttaqi Al Hindi, Kanzul โUmmal No. 43065. Syaikh Al Albani menyatakan: Hasan shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah No. 426. Darul Maโarif. Dihasankan pula dalam Shahih Kunuz As Sunnah An Nabawiyah, Bab Khiyarukum No. 4, disusun oleh Syaikh Baariโ โIrfan Taufiq)
Maka, bagaimana mungkin menjadi manusia bermanfaat jika tidak berinteraksi dengan manusia lainnya?
ุจูุฎููููู ุญูุณููู : dengan akhlak yang baik
Yaitu dengan akhlak yang mulia, dan yang menjadi standarnya adalah Al Quran dan As Sunnah.
[1] Memperbanyak shalat sunah dapat menyempurnakan wajib yang dahulu pernah kita lakukan. Baik kita lakukan ada kesalahan, atau pernah meninggalkannya pada masa-masa belum mengerti agama.ย Allah Taโala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
ุฃูุธุฑูุง ูู ูุนุจุฏู ู
ู ุชุทูุนุ ูุฅู ูุงู ูู ุชุทูุน ูุงู: ุฃุชู
ูุง ูุนุจุฏู ูุฑูุถุชู ู
ู ุชุทูุนู
(Allah berfirman): Lihatlah apakah hambaKu memiliki shalat sunnah? jika dia memiliki shalat sunnah, lalu Dia berfirman lagi: โsempurnakanlah bagi hambaKu itu shalat wajibnya dengan shalat sunahnya itu.โ (HR. Abu Daud No. 864, Shahih. Lihat Shahihul Jamiโ No. 2571)
ย Baca selengkapnya di: https://tarbawiyah.com/hadits-18-taqwa/