Sebuah Surat Cinta
Februari dan semua tentangmu
Menyapa sunyiku di tengah hiruk
pikuk dan resah duniaku nan
terus berusaha membuatku lupa
Bahwa nyatanya aku menanti semua
perulangan kenanganku tentangmu
yang abu-abu tak tersentuh
Ah, kukira aku menanti Februari
Cinta pertama selalu berhasil
memenuhi sebagian dan banyak
tempat di sela buku-buku pikiran
dan sungai-sungai khalbu
Menyapa Februari berarti menyapamu
Yang tersenyum manis dengan
mata terpejam dari dudukku
di pelataran kerinduan, dan
Bila jatuh cinta itu kamu
Aku akan selalu dengan sengaja
memilih jatuh cinta dan
berulang hingga aku tiada, dan
Memilih bersyukur di ruang hampa
Tempat berputarnya jarum-jarum
penoreh duka dan penyembuh luka
Lalu mataku kan terpejam, dan
Aku akan selalu menyebut namamu
di awal Februari tanpa suara di sebuah
menara di tepian kerinduan
Meminta Tuhan menyatukan kita
Dan aku masih teramat mencintaimu
Hingga tanpa sadar daun pintu
rumahku telah berderit ribuan kali
Diikuti salam keberanian, dan
Jika engkau menemukan aku
di celah-celah jemarimu
Rengkuh dan tersenyumlah, sebab
yang cintaimu bukan hanya aku, dan
Engkau cinta pertamaku
yang abadi mekar di Februari
Aku mencintaimu di luar pemahamanku
dan aku tahu, kau tahu.













