He looked up at the moon, the same moon she once said reminded her of him — and in that stillness, he felt it: amor fati. To love her, even in absence. To love this moment, even in longing. To love the story, as it was written.
seen from Yemen

seen from Canada
seen from Canada

seen from Spain

seen from Malaysia
seen from Ukraine

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from Hong Kong SAR China

seen from Russia
seen from China
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Poland
seen from United Kingdom
seen from Germany
He looked up at the moon, the same moon she once said reminded her of him — and in that stillness, he felt it: amor fati. To love her, even in absence. To love this moment, even in longing. To love the story, as it was written.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sejatinya, jika kita berani menelusuri lebih dalam tentang apa itu kebahagiaan, maka akan kita dapati sebuah kenyataan yang menenangkan sekaligus menusuk perlahan: bahwa kebahagiaan, sebagaimana dibayangkan manusia, tidak pernah benar-benar tinggal di dunia ini.
Selama napas masih keluar masuk dari tubuh kita yang fana, selama kaki masih melangkah di tanah yang penuh ujian, selama hati masih digoda oleh naik-turunnya takdir, kita tak akan pernah menemukan kebahagiaan yang utuh, sempurna, atau tak bercelah.
Kitab yang suci sudah lebih dahulu mengabarkannya. Sunnah yang mulia sudah lama membisikkan peringatannya.
Bahwa dunia ini bukan tempat menetap; ia hanya tempat lewat.
Bahwa yang menetap hanyalah letih, pergantian rasa, dan ujian yang datang silih berganti, sesuai janji Allah pada hamba-hamba-Nya.
Maka wajar bila kebahagiaan yang dikejar-kejar terasa selalu kabur, selalu berpindah, selalu menggoda namun tak pernah tinggal.
Sebab ia memang bukan milik dunia, bukan milik mereka yang masih berjalan.
Yang bisa didapatkan manusia hanyalah ketenangan, sejenis cahaya lembut yang turun ke dalam dada, bukan dari dunia, bukan dari manusia, tetapi dari mengenal Tuhan mereka, mengingat Nama-Nya, dan bersandar pada-Nya di antara gemuruh hidup yang tak kunjung diam.
Bukankah begitu?
Bahwa bahagia dunia selalu menggoda, namun ketenangan dari Allah-lah yang benar-benar menetap?
Dan barangkali…
itulah rahmat terbesar: Allah tidak menjanjikan bahagia di dunia, tapi Ia menjanjikan ketenangan bagi hati yang kembali pada-Nya.
Sebuah karunia yang tidak semua orang bisa rasakan, kecuali mereka yang hatinya masih hidup.
@clichemistry
Arti Menikah - Belajarlah tentang banyak hal.
Kata Bapak hafidzhahullah ta'ala, "jika cinta dan kasih sayang seorang laki-laki itu lebih besar dari pada cinta seorang perempuan, maka dia tidak akan pernah melepaskan perempuan itu darinya. ia akan tinggal lama dihatinya. dan untuk membuat seorang laki-laki demikian, dibutuhkan seorang perempuan yang sabar dan pengertian."
aku teringat obrolan santai dengan Bapak, sehari sebelum menjadi seorang istri. Kala semua orang sibuk menyiapkan banyak hal termasuk Ibu, Bapak justru mengajakku lebih banyak cerita dari kebiasaan Bapak yang tidak demikian. Saat itu aku bertanya bagaimana posisi Ibu dihati Bapak. Yang semakin banyak ku rinci, Bapak semakin banyak tersenyum seolah membenarkan.
Namun satu hal yang Bapak katakan membuatku tertarik untuk bertanya lebih lanjut. "Ibumu itu orang yang sabar dan pengertiannya begitu lapang. Ibumu itu keras terhadap pendirian dan pendapatnya, namun ketika keputusan Bapak tak selaras dengan Ibumu, ibumu meletakkan semua pendapatnya dan memilih pada keputusan Bapak. Ada banyak momen dimana Bapak tidak berkata sekalipun, Ibumu lebih peka perihal apa yang Bapak butuhkan. Tanpa bertanya banyak hal, Ibumu sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Tanpa memberi tugas, Ibumu telah paham apa yang menjadi tugasnya. Beberapa hal bertanya tentang apa yang Bapak suka dan tidak, selebihnya tanpa Bapak kasih perintah, Ibumu telah lebih dulu mengerti.
Tak pernah bertanya kenapa begini, kenapa begitu sebab paham bahwa Ibumu tidak ingin memberikan banyak beban. Ibumu begitu totalitas menjalani perannya sebagai seorang istri. Tak pernah menuntut harus jalan-jalan setiap pekan, atau liburan setiap tahun, atau hal-hal yang dirasa bapak belum mampu untuk menyanggupinya kala itu. Tidak pernah merengek meminta waktu bapak atau menuntut untuk lebih romantis atau hal-hal yang dimana Bapak harus peka terhadap kondisi ibumu. Ibumu tidak pernah meminta akan hal itu. Kala sudah tenang semuanya, barulah ibumu sampaikan dengan bahwasanya yang dimana tanpa menggurui bapak akhirnya mengerti.
Pernah saat dimana belum ada HP dan saat itu posisi ibumu sedang mengandung kamu 6 bulan, belum ada telpon rumah juga. Saat itu bapak harus lembur dan tidak pulang karena memang harus menyelesaikan deadline, dimana besok pagi presiden pak Soeharto akan berkunjung. Bapak nggak bisa ngabari ibu, karena memang tidak bisa pulang. Kamu tahu apa yang ibumu lakukan? Ibumu jalan sama emak tetangga sebelah rumah mau pergi menyusul bapak dikantor. Sebelum sampai kantor ada pos marinir dan bertanya perihal ada perlu apa jam segini kok mau ke PT.Pal dari pos ke kesana masih sangat jauh sekali. Lalu ibumu bilang kalau suaminya dari kemarin belum pulang, ia khawatir takut terjadi apa-apa. Lalu seorang petugas meminta ibumu dan emak untuk menunggu di pos, salah satu petugas berangkat menanyakan hal tersebut ke kantor. Setelah memastikan nama dan divisi bapak. Petugas tersebut menyampaikan bahwa seluruh karyawan disivi tersebut memang harus lembur, karena besok pagi akan ada kunjungan presiden. Setelah tahu kabar itu, ibumu dan emak pulang kerumah. Dan setelah beres semuanya bapak pulang kerumah, sampai dirumah ibumu tetap menyambut bapak dengan baik. Tak bertanya ini itu dengan banyak pertanyaan atau memasang muka cemberut. Nggak, ibumu tidak demikian.
Ibumu tetap melayani bapak dengan baik dan membiarkan bapak beristirahat dengan nyaman. Tanpa bertanya kenapa ndak pulang, bapak lebih dulu menjelaskan perihal tersebut.
Sebetulnya diawal pernikahan laki-laki itu sudah siap untuk mengayomi, mendidik, dan siap untuk memenuhi semua kebutuhan istri dan anak-anaknya nanti. Terkadang yang membuat mereka berubah salah satunya dari pasangannya sendiri. Yang mungkin terlalu menuntut banyak hal dan tidak memberikan rasa tenang itu. Memang manusia tidak ada yang sempurna, demikian juga dengan Bapak ataupun ibumu ini. Namun ada banyak hal kebaikan ibumu yang tidak bisa bapak sebutkan satu persatu. Biarlah bapak banyak doakan untuknya, biar Allaah yang balas dengan banyak kebaikan untuknya. Sekali lagi pernikahan itu adalah salah satu karunia yang harus disyukuri selama perjalanannya. Ujar bapak mengakhiri ceritanya.
Lalu malam harinya aku memutuskan untuk tidur dengan ibu sebelum menjadi istri esok harinya. Sebelum tidur banyak hal yang aku tanyakan, aku tak pernah merasa benar-benar begitu sangat dekat ketika saat itu juga. Salah satunya aku bertanya perihal cerita bapak tadi sore itu, mengapa ibu bersikap demikian dan demikian.
Ibu menjelaskan dengan bahwasanya yang apa adanya, "ketika seorang wanita telah memutuskan untuk menikah, maka seharusnya ia sudah paham perihal hak dan kewajiban serta konsekuensinya. bagaimana jika nanti pasanganku seperti ini, bagaimana jika nanti masuk fase seperti itu. Apalagi ketika seorang perempuan telah menjadi istri maka ia sudah mengerti bagaimana seharusnya berkhidmat untuk suaminya. Jika sudah paham dan mengerti bagaimana seharusnya bersikap, maka sudah sepatutnya kita harus memberi banyak udzur kepada pasangan kita. Saat itu ibu mencoba untuk memberi banyak udzur kepada bapak.
Tidak ada seseorang yang melakukan tanpa ada alasan. Dan bapakmu pasti sedang dikondisi yang demikian. Ibu mencoba belajar untuk mengerti, terkadang tidak semua kondisi bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Tidak semua kondisi bisa dijelaskan saat itu juga. Pernikahan itu ibadah terlama, dan dalam beribadah tidak semuanya berjalan menyenangkan sesuai dengan keinginan kita kan ya, nduk. Itulah mengapa sabar diperlukan untuk menjalani setiap prosesnya.
Intinya jangan pernah merasa paling capek, paling menderita, paling jenuh, atau paling sibuk. Jika nanti kamu menemukan kondisi yang demikian, cobalah kembalikan ke dirimu sendiri. Saat capek, jenuh dan kondisi tidak baik-baik saja, pasanganmu menuntut banyak hal darimu. Apakah kamu senang? Tentu tidak kan ya, maka diperlukan hati yang lapang untuk mengerti.
Jangan banyak menuntut hak sama manusia, sebab balasan terbaik adalah balasan dari Allaah. Karna kalau banyak menuntut dari manusia, kamu akan merasa capek sendiri dan tidak menemukan ketenangan nantinya. Serahkan semuanya sama Allaah, biar tenang.
Apa yang bisa kamu beri kepasanganmu nanti, berikanlah senampumu. Berkhidmatlah dengan totalitas untuknya, tidak akan sia-sia apa yang kamu berikan. Sebab sekecil apapun upayamu, Allaah melihatnya. Ketika sudah melakukan yang terbaik, jangan berkecil hati bila balasannya tidak sesuai apa yang kamu harapkan.
Berkhidmat itu yang menyenangkan hati suamimu, yang dimana suamimu betah dirumah sebab ia temukan ketenangan dalam rumahnya.
Empat tahun lalu nasihat ini aku simpan ditumblr, ku baca kembali. Dan aku menangis. Sebab memang benar, dalam sebuah pernikahan tidak hanya tentang aku saja melainkan dia juga yang menjadi kita.
Sebagaimana pengertiannya Ibunda Khadijah radhiyallaahu anha yang tanpa bertanya mengapa Rasulullaah Shallaahu alaihi wassalam tubuhnya gemetar dan meminta Ibunda Khadijah untuk menyelimuti Rasulullaah. Yang dengan totalitas berkhidmat dan menyerahkan seluruh harta, jiwa dan hidupnya kepada orang yang tercintanya. Itulah mengapa Ibunda Khadijah radhiyallaahu anha tinggal begitu lama dihati Rasulullaah Shallaahu alaihi wassalam.
Bukan perihal apa yang sudah pasangan berikan kepada kita, melainkan sudah sejauh dan semaksimal apa yang telah kamu lakukan untuknya karena Allaah. Maka mintalah kepada Allaah Ta'ala untuk menganugerahi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Sebab rumah tangga sakinah adalah karunia Allaah yang harus terus dipintakan hingga akhir hayat..
للَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ
"Ya Allaah, satukanlah hati kami. Perbaikilah keadaan kami jalan-jalan keselamatan (menuju surga)." - HR. Abu Daud, no 969, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu anhu.-
Pernikahan itu tidak tegak karena rupa yang elok atau harta, akan tetapi dia tegak dengan agama dan akhlak. (Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithi rahimahullaah)
Akhlak, sabar dan saling mengerti masuk dalam kategori akhlak kan? Maka berakhlak dengan akhlak yang baik. Semoga Allaah menganugerahi kita semua pasangan yang menyejukkan mata dan hati. Yang menjadi penenangan dalam segala kondisi apapun. Allaah anugerahi kita rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah. Sehidup sesurga bersama.. aamiin..
Kontemplasi 9/11/19 - 9/11/23
“Kenapa Baba bisa sabar banget?” tanyaku suatu malam selepas kami berkonflik.
“Padahal Bubu nyebelin kan?” sambungku lagi.
Seperti biasa, lelaki itu tersenyum sambil menunggu momen untuk memberi respon.
“Qowwam, Bu,” timpalnya pendek.
“Maksudnya?”
“Baba yakin, setiap suami itu Allah kasih fitrah al-qowwam yang paling cocok untuk mimpin istrinya. Jadi ya.. memang cuma Baba yang bisa menghadapi istri kayak Bubu.” 😁
***
Seyakin kita pada pemahaman bahwa setiap orangtua telah Allah instalkan kemampuan mendidik dan mengasuh yang kadarnya paling pas juga paling sesuai untuk anak-anaknya,
maka mestinya seyakin itu pula kita pada penjelasan bahwa: setiap orang yang sudah menikah..
Allah telah instalkan kemampuan untuk memahami, menyelami, membersamai, termasuk bersyukur dan bersabar atas pasangannya.
Sehingga, bagaimanapun ruang kurangnya.. kita dapat tetap tegak di atas keyakinan: suamiku adalah suami terbaik untukku, dan aku adalah istri terbaik untuk suamiku.
— Febrianti Almeera
Sepercik nasihat bagi mereka yang sudah mengarungi bahtera. Semoga senantiasa bersabar juga bersyukur atas setiap hal yang ditemui dari pasangan hidup. Tak terlepas juga untuk senantiasa belajar dan berdoa agar Allah bimbing, Allah berikan sakinah dalam pernikahan.
Akhir-akhir ini, aku baru menyadari bahwa ternyata yang kita butuhkan dalam hidup ini adalah ketenangan. Rasa yang membuat hati kita seketika merasa cukup.
Tenang, karena bisa menyantap makanan dengan lezat dan tidak kelaparan. Tenang, karena memiliki tubuh yang sehat. Tenang, karena kebutuhan kita tercukupi.
Tenang, karena dikelilingi teman-teman yang mendukung dalam kebaikan. Tenang, karena dikaruniai pasangan yang senantiasa mengajak kita dalam ketaatan. Tenang, karena memiliki orangtua dan keluarga yang harmonis, serta anak-anak yang sholih sholihah. Tenang, karena diberikan rezeki untuk bersedekah dan membantu orang lain.
Tenang, karena kita bisa menikmati setiap ibadah yang kita jalani dengan khusyu'. Tenang, karena kita berusaha menjemput semuanya dengan cara yang Allah sukai.
Rasa tenang yang semoga dapat mengantarkan kita kepada jalan-jalan kebaikan yang lebih luas nantinya. Lalu membuat kita bertemu dengan orang-orang baik lainnya yang membuat kebaikan itu semakin berlipat dan menghebat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sakinah yang tumaninah
Sakinah adalah ketenangan yang didapatkan setelah badai-badai yang terjadi. Berbeda dengan tumaninah yang didapatkan dengan diusahakan. Sebagai contoh ketika melakukan sholat, kita berusaha tumaninah maka ketenangan itu akan kita dapatkan. Namun sakinah, berkaitan dengan tanda sukun atau mati, akan kita rasakan setelah kita melewati kehidupan yang berliku-liku.
Maka doa yang sering diucapkan bagi sepasang yang telah menikah adalah sakinah mawaddah warrohmah. Sakinah berada pada urutan pertama. Bagaikan sebuah keniscayaan jika sakinah ingin didapatkan maka kisah yang berliku-liku atau badai-badai yang terjadi perlu kita jalani. Bukankah istirahat setelah berikhtiar yang begitu keras memang sangat menenangkan.
Semoga sakinahmu, berjalan dengan tumaninah. Iringi dengan kesadaran penuh sehingga engkau menikmati detak demi detiknya. Petunjuk pun terasa lebih mudah didapatkan jika setiap langkah yang akan diambil berdasarkan kesadaran. Kesadaran akan konsekuensi yang mungkin didapatkan. Baik atau buruk.
Semoga Allah membimbingmu membawa sakinah dengan indah.
From Sahih Muslim
Tentang Jodoh dan Pernikahan
Sedikit catatan dari telepon grup malam ini~
Biar ngga gampang baperan, coba bayangkan...
Mungkin akhirnya kamu merasa kamu menemukan dia sebagai calon pasanganmu, tapi apakah dia juga merasa dia menemukan kamu sebagai calon pasangannya?🫠
Lebih bahaya lagi, ketika kalian akhirnya sama-sama merasa menemukan, tapi ngga siap untuk maju ke jenjang pernikahan dan kalian sama-sama tau bahwa pacaran itu ngga diperbolehkan, maka kalian akan terjebak dalam hubungan yang ngga semestinya, TTM misalnya.
Idealnya pernikahan membuat kita sakinah, diam, tenang. Tapi realitanya belum tentu seperti itu.
Sakinah itu bukan sesuatu yang auto kita dapatkan ketika melakukan pernikahan, melainkan harus kita usahakan.
Jadi, jangan berpikir bahwa ke-nggasakinah-an kita saat ini disebabkan karena belum menikah. Justru kita harus mengusahakan untuk mendapatkan sakinah sedini mungkin karena kalo kita udah sakinah sebelum menikah, maka potensi mendapatkan sakinah setelah pernikahan juga besar. Pun sebaliknya, kalo sebelum menikah ngga sakinah, maka potensi ngga sakinah setelah menikah juga lebih besar.
Level cinta itu harus kita usahakan, harus kita bangun. Karena level cinta itu ngga mungkin stagnan. Kalo ngga naik pasti turun. Maka ketika kita sudah terikat dalam suatu pernikahan, kita harus mengupayakan terus biar level cinta kita terhadap pasangan tetep naik.
Intinya, sebagai perempuan, selama CV dia belum masuk ke kita atau dia belum bilang mau serius sama kita, yaudah, ngga usah dipikir. Buatlah kriteria yang kuat dan mendasar, yang ngga gampang dibantah. Jadi kalo ketemu orang yang bikin kita kagum, cek lagi, memenuhi kriteria kita ngga? Kalo ngga memenuhi yaudah, ngga usah dipikir, jadi ngurangin potensi buat gampang baperan.
Ketika berdoa, lafalkan dengan spesifik, ngga perlu sebut nama, misalnya, ya Allah jodohkan aku dengan si X.. atau ya Allah, semoga jodohku nanti sifatnya seperti si X... Kenapa? Karena sifat orang bisa berubah, siapa tau ketika kita berdoa supaya jodoh kita sifatnya seperti si X yang sabar dan bijaksana, ternyata si X sekarang lagi berubah jadi gampang marah. Makanya, lafalkan aja langsung secara spesifik kalo emang kita mintanya jodoh kita itu orang yang sabar dan bijaksana, misalnya. (Aduuh, susah dong, kepanjangan nanti :" -Helloo, mbok berkorban dikitlah, buat masa depan rumah tangga yang lebih samawa supaya saat menikah nanti dapet jodoh yang sesuai harapan lho, masa berdoa aja ngga mau, ya gimana nanti bisa menghadapi dunia pernikahan yang penuh lika-liku😌) Hal ini juga bertujuan untuk mengamankan hati, biar kita ngga membanding-bandingkan dengan sosok yang lain ketika bertemu dengan seseorang.
Tetap optimis, tetap berharap, tapi jangan berekspektasi lebih, dan tetep perhitungkan resikonya. Semangaat🙌