Aku pernah berada di posisi Alice. Sedang dekat dengan seseorang, namun hatiku terpikat dengan yang lain. Dekat disini bukan berarti menjalin hubungan bernama pacar, tapi hanya sebatas sahabat.
Sebut saja dia Ben. Seorang cowok berwajah dingin yabg berhasil menawan hatiku pada pertemuan yang kesekian kali.
Ben,Kau tahu? Sejak dulu hingga kini wajahku masih saja tersipu malu ketika berurusan denganmu.
Hanya saja situasi yang terjadi itu berbeda. Dulu, masa putih abu-abu. Aku selalu menghindari ketika bertemu tak sengaja denganmu. Aku pun selalu salah tingkah hingga berakhir dengan berbagai peristiwa memalukan ketika tak ada jarak antara kau denganku. Dan kini wajahku masih saja tersipu ketika kau menyapaku. Ah, sihir apa yang kau gunakan hingga aku begitu terpikat pesonamu. Kamu bagai Ben dalam tokoh si Alice, bedanya aku tak tahu pasti apakah kau juga memiliki rasa seperti Ben kepada Alice?
Dan tokoh Sam, ditempati olehnya. Sahabat cowok pertama yang membuatku begitu nyaman didekatnya, seseorang bertubuh tinggi yang berhasil mengenyahkan ketakutanku pada cowok bertubuh tinggi. Walau tingkahnya selalu menjengkelkan dan membuatku selalu meledak ketika ia meledekku. Btw, si tokoh Sam dalam kehidupan nyataku kini sangat berjarak padaku. Entah sejak kapan, dirinya menjadi terasa asing. Dulu ia selalu menggoda dengan lelucon dan lawakan kelas teri, eh kini benar-benar menghilang. Terlebih ketika peristiwa itu, ia bercerita dan aku menanggapinya dengan dingin. Ah, aku takut salah sangka dengan apa-apa yang kau utarakan. Dan kini, memang aku ingin menjaga untuk tidak terikat hubungan bernama pacaran. Apa aku salah jika mengungkapkan itu padamu ketika kau bertanya bagaimana kondisi hatiku saat ini? Perihal si Ben, aku pun sedang mencoba membiasakan diri tak seantusias ketika awal ia menyapaku. Karena urusan hati itu memang rumit. Jika tak kuat melawan, jadilah aku akan terus tertawan.
Jakarta, 13 Mei 2017
#celotehjemari #rasacinta #sahabatdancinta #memendamrasa #menjaga
















