Ternyata Jatuh
Magrib belum lama berselang. Suara microphone masjid sudah mulai terngiang jelas, tanda muadzin sedang bersiap untuk menunaikan amanahnya, adzan.
Aku mulai beranjak dari warung, sambil membawa tas isi perlengkapan untuk sholat. Maklum, ada persiapan khusus sebelumnya, seperti sajadah kecil, karrna aku tak tahan dengan debu karpet masjid.
Aku berjalan santai. Tepat di depan masjid, aku melihat ornamen pagar besi masjid yang baru dipasang. Bagus dan rapi.
Ada hal yang unik, ada lingkaran besar ditengah-tengahnya. Tiba-tiba aku berfikir random. Bisakah kepala ku masuk disana ya?
Secara tidak sadar, aku mendekat dan mengulurkan tangan, aku ingin mengukur dan mencobanya sendiri, besarnya lingkaran itu.
Tapi,
Disaat telah dekat, aku tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Pijakan ku hilang. Aku segera mencari pegangan tembok putih pagar masjid. Sepersekian detik kemudian, tercium bau kotor, amis, campur aduk.
Ah, ternyata aku terjatuh persis di depan Got Masjid sebelum ornamen pagar.
Dan kemudian suara adzan berkumandang dengan keras.
Sedangkan aku, tertatih mencincing sarung dan baju koko sembari menutup hidung untuk kembali ke kos, membersihkan diri sebelum ikut sholat berjamaah.
Ah, Humor ini memang terkadang kurang lucu, tapi membekas untuk sekadar mengingatkan hambanya, agar tidak terjatuh jauh dari lamunan. Bangunlah!












