Ramadhan Mubarak
"Our Lord, give us in this world [that which is] good and in the Hereafter [that which is] good and protect us from the punishment of the Fire."
Al- Quran [2:201]

seen from United States
seen from United States

seen from Iraq
seen from United States
seen from Japan

seen from Japan
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Ukraine
seen from China

seen from Japan

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Malaysia

seen from T1
seen from United States
Ramadhan Mubarak
"Our Lord, give us in this world [that which is] good and in the Hereafter [that which is] good and protect us from the punishment of the Fire."
Al- Quran [2:201]

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jumat, 20 February 2025
pagi ini rencana dianter kakek nenek ke bogor, oke akhirnya daftar ke siloam jam 10 pagi tapi sampai siloam jam 10.30.
agak tegang dikit pas mau sampe karena harus ke PMI dulu muter, akhirnya parkir di luar, masuk ke Siloam sama nenek dan mansa juga gendong mesta, nenek agak kaget bingung heran ada dimana dokternya sampe harus naik lift, sampai atas masih nanya lama moal? dokterna dimana?
daftar, cek asuransi, timbang, nunggu dokter.. baik dokternya pinter ajak dulu alihin fokus mesta walau semua dokter anak punya kapasitas itu tapi ga semua mau aplikasiin saat praktik, mesta demam sejak senin siang malemnya dikasih bodrexin, malem rabu juga, malam kamis hufagrip, malam jumat masih juga panas ga dikasih obat lagi..cek saturasi, bu harus rawat !!
kalo ibu gamau rawat ibu harus tanda tangan pulang paksa ini gabisa nunggu bu, oke tempuh aja dulu ketiganya (saturasi, cek lab, rontgen)
alhamdulillah ya robb pertolonganNya "boleh sus cek ukang saturasi" hasilnya 98
oke baik lanjut tahap periksa lainnya..
cek darah (Lebih condong ke infeksi virus saluran napas (bronkitis/bronkiolitis, tapi dokter tetap waspada karena: demam >3 hari, batuk berdahak)
rontgen ( ada infiltrat)
alhamdulillah gajadi rawat :)
kakek nenek kau nunggu sampai lebih dari jam 1 mungkin hampir jam setengah 1. dari setengah 10
Kemungkinan skenarionya begini: Awalnya virus flu Lendir turun ke paru Terjadi bronkopneumonia ringan Sekarang sudah masuk fase lendir mengental & dibersihkan tubuh Itu sebabnya sekarang terdengar dahak.
sampai rumah mama ya sebentar seperti biasa kake selalu buru-buru lanjut mau ke teh eci, jalan pulang bada ashar dari teh eci, baru sampai rumah pas adzan magrib katanya 🥲🥹 ya alloh semoga kake nene sehat, ga kecapean hatinya lapang udah anterin kita juga nemenin.
sekarang mesta udah bobo, alhamdulillah alhamdulillah tenang udah periksa Engkau yg sembuhkan ya robb tapi juga yg beri jalannya, soal rumah juga udah sampai kabarnya ke nenek.. 🥹
sehat sehat kita yaa kuat akan kembali ke baleendah..
sahur✅
subuh✅
dzuhur/jumatan❌
ashar✅
magrib✅
isya✅
tarawih ✅
sedekah ❌
Senja
Bismillah,
Tulisan ini terinspirasi dari lagu Raim Laode - Bersenja Gurau dalam liriknya ia menuliskan ' Senja adalah adalah pejalan kaki menjemput magribnya' . Duhhh, kalimat yang sangat bagus. Mungkin di ramadhan ini akan sangat erat kaitannya dengan Iftar atau waktu berbuka puasa dimana batas waktu berpuasa adalah ketika matahari sudah tenggelam dan terdengar adzan magrib.
Dalam Q.S. Al-Insyiqaq : 16 فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِۙ ( Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja), Allah telah bersumpah dengan media yang agung yaitu waktu. Bagi orang beriman, terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di waktu senja. Yang pertama, adalah tanda berakhirnya siang. Allah juga telah bersumpah untuk waktu siang ini yang terdapat dalam Q.S. Ad-Dhuha. Ini adalah waktu dimana kita mencari rezeki-rezeki di muka buminya Allah secara halal dan toyyib.
Kedua, tanda datangnya dimulainya malam hari. Ini adalah waktu untuk kita beristirahat setelah di waktu siang mencari rezeki. Jika melihat kebiasaan Rasullullah sebagai panutan kita, beliau tidak suka tidur setelah magrib dan tidak suka mengobrol sampai berjam-jam bahkan sampai begadang yang tidak bermanfaat setelah isya, apalagi sampai subuh kesiangan. (Wah, kelakuan kita selama ini nih!)
Terakhir, senja adalah adanya pergantian siang dan malam dan sebagai bukti sistem aturan Allah yang Maha Kuasa. Siapa yang menciptakan keindahan dan perubahan waktu yang tadinya terang menjadi gelap dalam waktu yang singkat? Ya, Dia Allah Al Muhaymin.
Kembali lagi pada diri kita masing-masing ketika semua sudah jelas ada tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. Banyak bersyukur masih diberi waktu, umur, kesehatan, kehidupan saat ini. Atau, mengabaikannya karena kita lalai oleh dunia. Wallahu a'lam bishawab.
(Rangkuman kajian Ustadz Abdullah Zaen hafidzahullah)
Kalo diinget-inget lagi, tahun ini pertamakalinya aku Ramadan bakal full di kampung halaman setelah 8 tahun Ramadan di tanah rantau.
2015 di Jatinangor
2016, 2017, 2018 di Surabaya
2019 di Kediri
2020 di Surabaya (lagi)
2021, 2022 di Pekalongan
Kayaknya emang Allah nyuruh Anis buat di rumah dulu, lebih lama dari biasanya. Baru nyadar jg ternyata udah lama ga Ramadan full bareng emak.
Terakhir Ramadan full sama emak tuh tahun 2015 di Jatinangor. Itu pun kami lebaran ga pulang ke kampung halaman. Tahun itu, aku sama emak berdua ngurus Warteg di daerah kampus Unpad tersebut.
Aku dan emak lebaran di Jatinangor tahun 2015. Selang beberapa hari usai lebaran, kami berangkat ke Surabaya, mengurus pendaftaran ulang perguruan tinggi pascapenguman SBMPTN.
Ah, ternyata diriku ini sudah merantau cukup lama. Hingga akhirnya, tahun ini diberi kesempatan menghabiskan Ramadan di kampung halaman setelah sekian lama :)
Setiap kata memiliki kekuatannya sendiri. Sekali ia terucap melintasi lisan kita, kata-kata mampu meninggalkan jejak yang dalam bagi yang mendengarnya. Karena itu, biarkan kata-kata yang baik terus mengalir hingga mencapai tempat terjauh menuju kebaikan-kebaikan yang lain. #fragment #ramadhan2022 #ramadhanday2 #words #thepowerofwords #writinginspiration #writingproject #writingchallenge #sunquotes https://www.instagram.com/p/Cb5U0qqpJP6/?utm_medium=tumblr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ketulusan
Masih dengan topik yang sama 'Taman Kawak-kawak'
Ketika panas terik menghampiri, kami pun memutuskan istirahat rebahan sebentar sembari menyiapkan materi untuk TPA anak-anak di mushola nanti sore.
Karena mungkin melihat kami santai, ibu kedua kami di daerah tempat kami mengabdi pun masuk ke kamar kami. Sedikit berbincang-bincang bagaimana keadaan masyarakat disini.
Kami pun ngbrol santai disertai dengan tawa kecil, membicarakan kebiasaan-kebiasaan unik di dusun ini, yang menurut kami baru.
Namun, topik sedikit berubah. Ibu melanjutkan cerita salah satu perempuan hebat di kampung. Perempuan hebat yang menjadi salah satu peserta teladan 'taman kawak-kawak'
Tawa kecil pun, seketika berubah dengan suasana haru dan sedih. 'Dia tuh santri taman kawak-kawak yang paling rajin, paling tulus ketika memberi, tapi saat ini beliau sedang diuji mba' Ujar Bu Tri.
'Saat ini ia tidak bisa apa-apa, ia hanya bisa tertidur lemas. Ataupun hanya sekedar duduk saja. Dulu dia pernah dioperasi untuk pengangkatan rahim sampai dua kali, karena yang pertama gagal. Ketika saya kesana pun ia selalu nangis meminta maaf dengan tulus karena tidak bisa ikut mengaji lagi' lanjut Bu Tri.
Kami pun tertegun haru, mendengarkan perempuan hebat itu.
Bu tri pun mengajak kami untuk bersilaturahim sekalian mendo'akan kesembuhan nya.
Sesampainya disana
Kami pun memperkenalkan diri, bahwa selama sebulan ke depan insyaAllah akan tinggal di dusun ini.
Seperti biasanya kami pun berbincang-bincang santai membicarakan obrolan sederhana menuju sore.
Baru saja berbincang sebentar, hujan deras pada waktu itu.
Bu Tri pun menyuruh diantara kami untuk mendoakan perempuan hebat itu, karena sayang sekali jika waktu hujan, waktu diijabahnya suatu doa, kita lewatkan begitu saja.
Kami pun berdoa, memanjatkan untaian doa' dengan berlerai air mata, berdoa penuh dengan harap dan haru.
Perempuan hebat itu pun menangis.
'Maaf ya mba, jadi ngerepotin mba nya. Harus jenguk kesini. Terus, terimakasih untuk doanya. Doakan saya ya mba, biar saya bisa ngaji lagi'
Disana pun, suasana semakin sedih.
Nampak pada binar mata perempuan hebat itu.
Ketulusan, keikhlasan, ketabahan dan kesabaran.
Semangat yang tak padam untuk selalu menggapai Cinta-Nya, membaca Sabda dan Pesan Cinta-Nya.
Gunung Kidul, 02 Ramadhan 1442 H
Juz 7 (Dr. Omar Suleiman
& Sh. Ismail Kamdar)
Juz 7 dimulai dengan surah Al-Ma'idah ayat 83 dan berakhir pada ayat 110 pada surah Al-an'am.
Sebelumnya telah disebutkankan bahwa pada surah Al-ma'idah dijelaskan mengenai beberapa hukum. Pada juz 7 ini, dalam surah Al-Ma'idah djelaskan mengenai kaffarah. apa itu kaffarah ? kaffarah dikenal sebagai penebus kesalahan, sanksi atau denda atas kesalahan yang telah dilakukan.
Karena dalam surah Al-ma'idah terdapat beberapa hukum dan aturan yang dijelaskan, beberapa kaum muslimin merasa cemas mengenai perilaku mereka di masa lampau yang melanggar hukum yang di tetapkan Allah. Kemudian, Allah menjelaskan bahwa dosa tidak mengikat mereka sebelum mereka memeluk Islam dan sebelum hukum tersebut di turunkan.
Selanjutnya, pada Juz ini terdapat surah Al-an'am. surah Al-an'am merupakan awal dari surat Makkiyah. Jika surat Madaniyah sebelumnya fokus pada hukum dan politik, surah Al-an'am fokus pada tauhid.
Surah Al-an'am fokus membahas Keesaan Allah, tanda-tanda kebesaran Allah dan cerita mengenai Ibrahim A.S dalam hubungannya dengan Keesan Allah. Pada Surah ini juga disebutkan nama-nama Nabi, yang mengingatkan kita untuk tidak hanya mengimani Allah, tetapi juga mengimani Nabi-Nabi utusan Allah.
Perencanaan Strategis dan Kepemimpinan Bisnis dalam Perspektif Islam
PERENCANAAN STRATEGIS
Pertama-tama, kita harus memahami terminologi Perencanaan Strategis (Strategic Planning). Manajemen bisnis dipandang sebagai proses menuju tujuan perusahaan melalui empat hal utama yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (leading) dan pengendalian (controlling). Perencanaan merupakan salah satu elemen yang dibutuhkan untuk memiliki sebuah organisasi yang lengkap, dengan perencanaan yang sistematis dan proses pengembangan. Untuk memiliki rencana yang baik, penting untuk menetapkan tujuan (goals), membuat rencana (plan), dan merancang strategi untuk memastikan pencapaian perencanaan. Maka bagian pertama dalam membuat perencanaan strategis adalah dengan membuat VISI, MISI dan TUJUAN. Tiga hal ini akan berdampak signifikan pada kesuksesan bisnis, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk pencapaian kinerja dan kesempurnaan prosesnya (Process Excellence).
Perspektif Islam memiliki pandangan dan pemahaman yang unik dalam menciptakan ketiga komponen ini. Islam tidak hanya menitikberatkan pada profitabilitas dan proses operasional tetapi juga menitikberatkan pada nilai-nilai inti Islam dan landasan filosofinya yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran dan Hadits. Oleh karena itu, perencanaan harus menjadi pusat kehidupan masyarakat dalam segala aktivitas moral, sosial, politik dan ekonominya. Nah, kita akan melihat secara mendalam bagaimana pandangan Islam dalam mengembangkan VISI, MISI dan TUJUAN.
VISI SEBAGAI PENENTU TITIK TUJU
Secara harfiah, VISI diartikan sebagai gambaran atau konsep organisasi. Ini juga didefinisikan sebagai keyakinan yang kuat dari seorang Pemimpin Bisnis tentang tindakan tertentu untuk organisasi bisnis. Sederhananya, VISI mengacu pada kemana organisasi ingin berada di masa depan. Untuk mewujudkan visi dalam perspektif Islam harus dilandasi dengan ajaran Al-Quran, dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang merupakan Hadits, serta amalan manusia dalam berorganisasi.
VISION STATEMENT dibuat untuk memberi karyawan dan organisasi arah yang jelas tentang perusahaan. Prinsip sukses dalam perspektif Islam adalah menaati Allah SWT, dan RasulNya—Nabi Muhammad SAW—dengan harapan pahala di akhirat. Dengan demikian, cara terbaik untuk membuat perencanaan strategis atas suatu visi adalah dengan mendapatkan reputasi dunia tetapi dengan maksud mendapatkan ridha Allah SWT. Ini penting, karena akan mentransformasikan segala tindakan dan upaya kita dalam perusahaan menjadi ibadah.
Seperti yang Allah SWT sebutkan dalam Al Quran:
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat.” (As Syuraa (42): 20)
Ayat ini menyatakan bahwa cara pandang Islam terhadap niat sangat berarti dalam membantu organisasi menuju sukses. Ini karena niat adalah dasar dari tindakan. Ayat ini menjelaskan pula bahwa barangsiapa melakukan sesuatu untuk mendapatkan akhirat, Allah SWT akan membantu mereka dan memberikan hasil yang terbaik. VISI adalah tujuan tertinggi dalam perencanaan strategis, oleh karena itu pandangan Islam meyakini bahwa hal itu harus sejalan dengan tujuan hidup dan penciptaan.
MISI SEBAGAI RAISON D'ETRE – THE REASON FOR BEING
Komponen kedua dalam membangun perencanaan strategis adalah MISI. Misi dikenal sebagai purpose (maksud, kehendak). Ini dapat disebutkan dalam beberapa kata, seperti, memproduksi barang atau menyediakan layanan, dan dengan demikian “maksud atau kehendak” tadi dibuat melalui pernyataan misi (mission statement). Misi organisasi adalah dasar, dan strategi dibangun di atasnya. Ini berfokus pada maksud, kehendak (purpose) organisasi. Secara sederhana, ini menjawab pertanyaan mengapa perusahaan atau organisasi itu didirikan. Misi pada dasarnya lebih khusus, lebih spesifik dari visi.
Perspektif Islam meyakini bahwa misi merupakan elemen penting dalam Perencanaan Strategis karena misi merupakan maksud, kehendak, yang utama (core purpose) dalam melakukan sesuatu. Penting untuk membuat mission statement yang baik; karena jika tidak, itu akan membuat kita memiliki tujuan yang bisa jadi salah dalam melakukan sesuatu. Pernyataan misi juga hendaknya tidak hanya berfokus pada kepentingan perusahaan tetapi juga bagi masyarakat dan dunia. Inilah salah satu ciri nilai keislaman yang selalu ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW.
Salah satu kutipan Nabi Muhammad SAW dalam hadits:
“Dari Jabir, Ia berkata: ”Rasulullah SAW bersabda, ’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia (khairunnas anfauhum linnas).’”” (HR. Thabrani dan Daruquthni).
Hadits ini menunjukkan bagaimana Islam memandang penciptaan kesejahteraan (welfare) adalah orientasi yang penting dalam menjalankan bisnis. Sederhananya, ketika kita membantu orang dan memberi manfaat kepada mereka itu akan membawa kita mendapatkan lebih banyak manfaat. Oleh karena itu dalam menjalankan bisnis sebagai jalan dakwah sangat penting untuk memasukkan nilai-nilai inti Islam yaitu pencipataan kesejahteraan, namun juga menekankan pentingnya mencari keuntungan sebagai salah satu alasan pendiriannya.
TUJUAN SEBAGAI PENENTU PILIHAN JALAN (DAN CARA)
Komponen ketiga dalam membangun perencanaan strategis adalah membuat tujuan. Tujuan secara umum menunjukkan tempat yang ingin kita jangkau. Itu berarti tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Ini pada dasarnya lebih spesifik dari misi yang telah dibuat tadi. Selain itu, tujuan harus SMART – specific (khusus, jelas), measurable (dapat diukur), achievable (dapat dicapai), realistic (realistis) and timely (tepat pada waktunya). Tujuan harus didefinisikan dengan jelas sehingga pekerjaan menjadi produktif, efisien, dan efektif.
Berdasarkan cara pengamalan Islam, semua keputusan dan tindakan didasarkan pada Al-Qur'an, Sunnah, Hadits dan Syariah. Seluruh Al-Qur'an dapat diperkenalkan sebagai buku perencanaan strategis. Kemudian, kehidupan kenabian Rasulullah SAW pun dapat diartikan sebagai kehidupan seorang Perencana Strategis. Salah satu unsur penting Islam dalam mewujudkan tujuan (objectives) adalah memiliki “syariat” dengan menerapkan “Maqashid Asy-Syariah” dalam perencanaan. Tujuan Syariah adalah untuk melestarikan dan menopang agama, diri, kecerdasan, keturunan, kekayaan dan sumber daya masyarakat.
Perusahaan selalu fokus pada tujuan untuk memaksimalkan keuntungan. Pastinya sangatlah penting bagi perusahaan untuk memiliki stabilitas keuangan dari keuntungan. Yang menjadi persoalan adalah ada kalanya aktivitas bisnis perusahaan dalam menghasilkan keuntungan tersebut berpotensi risiko merugikan masyarakat, seperti kualitas produk yang rendah, harga produk yang lebih tinggi, atau bahkan menimbulkan kerusakan lingkungan. Dengan menerapkan “Maqashid Asy-Syariah” dalam perencanaan strategis, perusahaan akan fokus pada penciptaan dampak positif yang membawa manfaat secara lebih besar seperti kepuasan pelanggan, kebaikan masyarakat, atau bahkan pelestarian lingkungan hidup. Ide atau implementasi apa pun yang berpotensi merugikan ciptaan Allah SWT—termasuk manusia dan ekosistemnya—harus dihilangkan.
Selain itu, perspektif Islam telah mengembangkan nilai-nilai Islam yang dinamis yang merupakan proses sosial 'Ihsan' yang pada akhirnya membedakan Islam dengan perspektif konvensional. Pelaksanaan strategi bisnis Islam dapat dibedakan menjadi dua yaitu syar'i dan tabi '. Prinsip Tabi` berhubungan dengan keduniawian yang menjadikan manusia menerapkan logika akal, pengetahuan, dan pengalaman untuk menjalankan urusan sehari-hari, sedangkan prinsip syari` menyampaikan aturan Ketuhanan yang harus dipatuhi oleh manusia secara simultan. Kedua nilai inti ini penting dalam Perencanaan Strategis karena strategi ini melakukan menyeimbangkan perencanaan dengan tujuan, atau secara khusus, kebutuhan dunia dan akhirat.
Kesimpulannya, perspektif Islam meyakini bahwa VISI, MISI dan TUJUAN penting dalam membuat perencanaan strategis. Dalam melakukan hal tersebut hendaknya memasukkan prinsip dan nilai-nilai inti Islam yang telah ditekankan Islam dalam Al-Quran dan Hadits agar tidak hanya mencapai kesuksesan dunia tetapi juga dapat meraih kesuksesan di akhirat yang juga menjadi tujuan hidup.
KEPEMIMPINAN BISNIS YANG VISIONER
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar Ra’d (13): 11)
Islam tidak memiliki masalah dengan ide-ide kreatif dan inovatif. Pada kenyataannya tidak ada tempat untuk otak yang malas; kemalasan dan otak kosong dikatakan sebagai “rumah setan” dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:
“seseorang tidak dapat memiliki apa-apa selain apa yang dia perjuangkan” (An Najm (53): 39)
Dalam skenario seperti itu peran seorang Pemimpin Bisnis menjadi sangat penting. Selain kualitas kepemimpinan dasar, pemimpin visioner dalam Islam mampu memicu diri sendiri, percaya diri dan bertekad untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Menurut ajaran Islam, pemimpin adalah orang yang mengikuti cahaya sendiri (Rumi) dan melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain. Dia tidak bergantung pada apa yang sudah ada; Dia adalah orang yang berpikiran terbuka, dinamis, dengan persepsi yang sangat tajam. Dengan menggunakan kekuatan pikiran visionernya, dia menciptakan dunianya sendiri. Pemikiran kreatif ini bersama dengan kekuatan kemauan yang kuat dalam dirinya akan dapat membawanya ke puncak keunggulan.
Memaknai ibadah shaum pada bulan Ramadhan, kita mendapatkan pelajaran yang luar biasa dalam diri manusia, terutama Pemimpin Bisnis untuk meningkatkan kekuatan kemauan (will power), kesabaran dan pengendalian diri. Seorang Pemimpin Bisnis tidak akan pernah mampu membawa Perusahaannya ke puncak keunggulan sampai dia memiliki kemampuan untuk mengantisipasi masa depan, serta keterampilan untuk mengambil risiko. Kemampuan inilah yang akan dapat digunakannya untuk mengambil keputusan yang berani, tetapi bijaksana, dan tepat pada waktunya.
Walaupun keyakinan seorang pemimpin pada dirinya sendiri dan keputusan yang diambil adalah suatu keharusan, namun dengan mengikuti ajaran Islam—yaitu belajar sejak dari buaian sampai liang kubur—seorang pemimpin Islam tidak akan pernah berhenti pada pengetahuan, ketrampilan dan keahliannya yang telah dimilikinya. Dia akan terus berjuang keras untuk pengembangan diri dan membawa perbaikan pada dirinya sendiri, tidak peduli seberapa cerdas, atau terampilnya dia. Inilah cerminan iman dan kepatuhan kita akan firman Allah SWT dalam Al Qur’an:
“… dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu pengetahuan-ku.’” (Thaha (20): 114).
- Aulia Prima Kurniawan Chief of Innovation & Knowledge Officer
02 Ramadhan 1442H // 14 April 2021