Wahai cacat jiwa, tersedak oleh rasa
Lumpuh canda, emosi tak bernyawa
Hidup di keranda, wujud nya tak nyata
Kemana dia?, yang ingin bernostalgia
-jeritmalam #puisimatsany
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from France

seen from Italy

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Poland

seen from Poland
seen from France
seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from France

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Arab Emirates
Wahai cacat jiwa, tersedak oleh rasa
Lumpuh canda, emosi tak bernyawa
Hidup di keranda, wujud nya tak nyata
Kemana dia?, yang ingin bernostalgia
-jeritmalam #puisimatsany

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bahaya Laten
//
Aku tak pernah percaya pada birokrasi
Juga tetek bengeknya yang menghiasi
Tempat akademisi adalah aset negeri
Lahan bisnis pembangun ekonomi
Tempat akademisi bersifat multifungsi
Kadang menjadi ladang para politisi
/
Label sarjana sekedar titel saja
Rakyat kecil bisa apa
Bila yang sarjana lebih dipuja
Daripada lulusan sma
Sedangkan skill tidak ada
Menjadi sarjana adalah iming-iming mereka
Agar dagangannya laris pembelinya
Lihatlah di dunia kerja
Semua terlihat nyata dan berbeda
/
Budaya kita adalah budaya orba
Menjelma fasis pada orientasi mahasiswa
Atas nama kekeluargaan senioritas halal hukumnya
Ini abad 21 bukan jaman para raja
Senioritas menjadi kasta yang memisah antara senior dan maba
Senioritas adalah monarki
Dimana kebenaran senior adalah absolut sedangkan maba selalu salah
/
Jangan menuntut ilmu di universitas
Mereka hanya menjual ijazah di selembar kertas
Jangan lama-lama di universitas
Segera lulus agar uangmu tidak terkuras
//
Lagi depresi
3 mei 2019
—F. E. P
Titik Nadir
//
Tidakkah kau lelah bekerja berlebihan kawan?
Sedangkan upahmu cukup hanya untuk makan?
Tidakkah kau letih menjadi jelaga?
Sesak dalam dada isak dalam tawa
/
Berhentilah sejenak saja
Ingatlah kau manusia bukan sapi
Lupakan masalah mari bereuforia
Seperti para anarki
Yang berpesta di jalan raya
Atau para vandalis
Yang diburu aparat kota
/
Mari berpesta
Kita runtuhkan tirani
Juga sistem kapital
Yang tak punya hati
/
Mari berpesta
Lemparkan api
Di bank-bank keparat
Atau mall-mall konsumsi
/
Mari robohkan sekolah
Yang beralih fungsi
Menjadi ladang bisnis menjanjikan
Yang mencetak calon korupsi
/
Mari berpesta
Sebelum kembali ke tanah
Sebab kau manusia
Punya hak untuk bahagia
//
—F. E. P
Gerah
//
Aku ingin merebahkan kepalaku di dadamu
Tepat di antara dua bukit menjulang tinggi
Kuhirup udara dari sela-sela belahanmu
Lalu kau mendesah penuh birahi
/
Aku ingin mendengar jeritmu yang mendayu
Saat aku memilin biji cokelat di atas dua bukitmu
Kau menggeliat
Melawan, namun menikmati
Kau berkata "berhenti"
namun isyarat matamu meminta lebih
/
Mulutmu tetap palsu
Sedangkan hatimu tak mampu menipu
/
Tenanglah, aku tak butuh keperawananmu
Aku hanya ingin air suci keabadianmu
//
Ruang Sendu
30/04/2019
—F. E. P

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ceramah sang Ustadz
Seusai shalat isya' seperti biasa para jamaah ada yang melanjutkan shalat rawatib untuk menambah amalan di bulan ramadhan ini. Seperti biasa ta'mir masjid mengumumkan pendapatan infaq hari kemarin dan memperkenalkan siapa yang menjadi bilal serta imam dan penceramah malam ini. Setelah itu ta'mir mempersilahkan sang ustadz untuk menaiki mimbar.
Sang Ustadz memulai dengan shalawat serta salam, kemudian dilanjutkan dengan mukadimah singkatnya. Sebelum masuk ke ceramahnya ia mohon izin pada para jamaah yang terkantuk-kantuk bahwa ia tidak bermaksud menggurui dalam ceramahnya dan berniat sama-sama mencari ilmu dengan para jamaah.
Kemudian sang Ustadz menanyakan pada para jamaah, "Kita ini kalau ibadah mengharapkan surga benar apa benar? "
Semua jamaah sepakat menjawab benarrr.
"Jika amalan kita selama ini dihapuskan, ikhlas atau nggak? "
Semua jamaah sepakat menjawab nggakkk.
"Lalu, jika kita beribadah hanya karena mengharap surga-Nya saja apakah kita layak menjadi hamba-Nya? Jika kita beribadah karena takut disiksa neraka-Nya apakah kita ikhlas menyembah-Nya"
Para jamaah bengong.
"Bukankah surga adalah makhluk? Bukankah neraka juga makhluk? Lantas selama ini kita ibadah karena Allah atau karena makhluk? "
Para jamaah mulai hening dan tidak sedikit yang tertidur. Kemudian ceramah berlanjut ke bahasan bab yang lain, waktu yang ditentukan pun molor dari awalnya. Hingga ujung ceramahnya sang Ustadz menyampaikan salam penutupnya seketika itu para jamaah bangun dari tidurnya.
"Allahumma sholli'ala Muhammad"
"Allahumma sholli wasallim 'alaih"
Surabaya, 24 Juni 2019
—F. E. P
Aku rindu berpapasan denganmu
//
Ketika senja muncul di matamu mata kita saling tuju
Aku memaku
Kau membisu
Hanya anggukkan malu menandai kita saling temu
//
Kita selalu menelanjangi malam dengan percakapan virtual
Tanpa pernah berdialog normal di kala fajar
Mungkin inilah yang dinamakan bahasa hati
Bahasa sunyi namun penuh arti
Dimana kata terucap
Dengan mata yang saling tatap
//
Surabaya, 13 april 2019
—F. E. P
Doa di Atas Ranjang
Dari balik dunia malam dan remang-remangnya tempat pelacuran ibu kota
Dari setiap rintih dan jerit di atas ranjang tua
Ada secercah doa seorang hamba
Berharap yang terjadi hari ini tak pernah ada lagi di hari esok
Dari balik celana dalam dan tali bh
Dari setiap desah dan air mata
Ada secercah mimpi seorang hamba
"Suatu saat nanti anakku kaya raya"
Dari setiap pandangan yang miris
Dari setiap caci maki dari mulut-mulut bengis
Dari setiap sumpah serapah kaum agamis
"Neraka tempat bagi para pezinah! "
Dari balik rimbunnya rambut kemaluan
Ada yang menggantungkan hidupnya untuk makan esok hari
Dari setiap tetes keringat dan bau tubuh pelanggan
Ada yang merelakan vaginanya dikoyak pasrah demi anaknya bersekolah
Ya, Tuhan
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Surabaya, 23 Februari 2019
—F. E P