"A proletĂĄrok azok a burzsujok, akik mĂŠg ahhoz is hĂźlyĂŠk, hogy mĂĄsokat kizsĂĄkmĂĄnyoljanak."
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from France

seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Cambodia
seen from Spain
seen from TĂźrkiye

seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Romania
seen from Kosovo
seen from Italy

seen from TĂźrkiye
seen from Singapore
"A proletĂĄrok azok a burzsujok, akik mĂŠg ahhoz is hĂźlyĂŠk, hogy mĂĄsokat kizsĂĄkmĂĄnyoljanak."

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Lost Home
Dan saat itu tiba untuk saya dan akan tiba untuk mereka proletar bawah yang tidak layak diantara bangunan dan tembok bernaung demi survive dalam kehidupannya masing-masing. Di tangan-Nya aku dan mereka memang tidak pantas atau terlalu mulia dalam rumah di dunia fana. Cangkang keong itu sudah hancur dia tidak bisa lagi bertahan, ia terpaksa pindah dan pergi karena rumah itu bukan miliknya lagi dan lagi.
Sejak aku terlahir yang ku tahu rumah bukanlah milik kami itu hanya sewa, aku tidak pernah di tipu orang tua karena hal itu bahwa pekerjaan merekalah yang harus membuat kami nomaden. Tanpa adanya pilihan dari-Nya ingin terlahir kedunia atau tidak sama sekali aku hanya mengingat tragedi-tragedi pengusiran dari tempat bernaung dari dunia ini untuk survive. Tidak, bukan karena kami telat membayar sewa tapi karena kami sudah terlalu lama bertahan di kontrakkan miliknya; mereka yang setengah hedon.
Kini aku sudah tidak remaja lagi, aku sudah beranjak tua. Hal itu terjadi lagi saat ini tapi setidaknya tanpa adanya almh.ibu dan air mata tidaklah ganda. Ketakutan, rasa pedih, hidup, jiwa dan raga yang tidak berguna terasa selalu menyerah penuh amarah tanpa pikir panjang dan membabi buta.
Lihatlah dirinya semakin tua, waktu istirahat dan waktu produktifnya sudah semakin cepat, giginya sudah mulai rontok dan keropos oleh kopi serta asap rokoknya. Kini aku hanya bisa melihatnya yang selalu merenung; akan kehidupannya tanpa takdir sukses dan rasa kecewa terhadap apapun. Hal itu menjadi beban untuk buah pikirannya sehari-hari yang sudah terpuruk, ayah masih tetap berjuang terhadap takdir pedihnya.
'kalian harus pindah secepatnya!' kata dia yang setengah hedon pemilik rumah sewa ini. Dengan tatapan kosong aku melihat dirinya mengolah hal itu yang sekarang sudah menjadi buah pikirannya, kami harus pindah kemana?
Dimana?
Sampai kapan harus nomaden?
Berapa harga jual rumah dikota ini? Apa ada yang murah?
Bagaimana caranya harus mendapatkan uang beli rumah?
Aku lelah pindah-pindah, adaptasi lagi, ngurusin berkas lagi, barang-barang segini banyak mau dikemasin bagaimana?
Pertanyaan dan keluh kesah ayah terasa di benakku, itu akan selalu membeku dan mencair. Kehilangan seorang istri itu sudah salah satu beban terburuk yang kulihat pada ayah, kini merasa selalu kembali proletar menjadi salah satu beban terburuknya entah sejak kapan.
Pedihnya menjadi anak yang tidak berguna yang tidak bisa menghadiah sebuah rumah jika sampai wafatnya orang tua masih tetap dirumah para mereka setengah hedon. Aku ingin mengkambing hitamkan takdir tapi itu tidak akan membuahkan hasil, karena takdir adalah skenario Sang Pencipta tidak ada satupun makhluk yang tahu dan hanya Dia. Manusia juga tidak bisa menyalahkan Tuhan, karena aku juga tahu batasan manusia. Bahwa manusia adalah makhluk terbatas, ilmu dan pengetahuan mereka terbatas, semangat dan putus asa mereka terbatas, usia mereka terbatas, energi dan tindakkan juang mereka terbatas serta pola pikir mereka juga terbatas.
Inilah kenyataan bahwa aku belum bisa berguna juga bagi keluarga dan orang tua, tidak bisa mengobati rasa pedih mereka dan aku hanya menjadi terluka. Proletar bawah ini survive menjadi dhuafa hidup diantara kemiskinan dan berkecukupan, hidupnya hanyalah pas-pasan tidaklah lebih dan tidak kurang. Iri adalah teman padahal dia itu musuh pada setiap motivasi yang membangun.
Aku harus bagaimana?
Saat ini aku belum mempunyai penghasilan, masih menimba ilmu strata satu dan hanya berharap bisa lulus. Bagaimana kehidupan ini berjalan nanti? Menolong diri sendiri saja susah, berusaha melawan arus takdir yang bahkan tidak tahu; bagaimana jika takdirku memang seperti itu?. Tiga bulan adalah waktu bagi kami untuk mencari tempat bernaung yang baru. Jika tidak, mungkin kenyataan itu akan seperti sinetron penggusuran antara si kaya dan si miskin.
Bisa saja aku mencari rumah sewa lagi secepatnya, tapi yang ada dibenakku hanyalah ayah. Ayah sudah terlalu tua untuk berpindah-pindah dan beradaptasi dengan orang-orang baru, takut akan tindak sosial orang-orang baru yang akan merendahkan dirinya lagi, takut kata-katanya dalam berinteraksi direndahkan karena hanya tinggal dirumah kontrakkan 3 petak. Karena pengalaman itu yang selalu ada disetiap ruang lingkungan kehidupannya yang baru.
Aku hanya bisa dan ingin teriak sembari meneteskan air mata, apakah ini perjalanan menuju kemiskinan material sejati seperti mereka yang hidup dipelantaran jalan? Para pengemis, pengamen dan gelandangan itu.
Kapan kau beri aku keajaiban Tuhan? Walau aku tahu keajaiban-Mu hanyalah minoritas di jaman ini
Kapan kau bantu untuk sukses Tuhan? Walau aku tahu sukses itu hanya ada pada mereka yang telah tetapkan takdirnya untuk sukses
Kapan kau belikan rumah untuk keluargaku Tuhan? Walau aku tahu itu hanya untuk mereka yang selalu taat kepada-Mu
Kapan penderitaan ekonomi ini engkau akhiri Tuhan? Walaupun aku juga tahu itu hanya untuk hamba-Mu yang taat, berusaha dan berdoa
Dan kapan pikiranku ini dengan problematika materialis ekonomi sulit tenang, tenang dari penderitaan, kesedihan dan kepedihan ya Tuhan??! Iya dan akupun juga mengetahui bahwa itu semua tidak akan berakhir sekalipun di akhirat aku harus merasakan beberapa penderitaan dari siksa-Mu.
Matador Episode 21 | Spring 1945 | Lauritz âRedâ Jensen Returns
Youâve returned to us just in time to help carry furniture, weâre moving downstairs on monday.
proletareart

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Genap Berusia 20 tahun, Proletar Rilis Film Dokumenter âGrind For Better Lifeâ
Siapa yang tidak mengenal nama Proletar di ranah musik extreme lokal, mereka adalah trio Grindcore/Mincecore yang berbasis di Jakarta terbentuk sejak dari tahun 1999. Kini di tahun 2020, Proletar siap melesatkan rilisan spesial bertajuk âGrind For Better Lifeâ yang dikemas dalam sebuah film dokumenter berisikan tentang rangkuman sepanjang sejarah perjalanan Proletar sendiri. Bongkar pasang member juga telah dialami kemudian Nino Aspiranta (Trauma) bergabung di tahun 2014 mengisi posisi vokal dan menemani duet maut Ipuletar (gitar) serta Levoy (drum/scream).
Ide membuat sebuah dokumenter ini muncul kali pertama di awal tahun 2019, memang sangat tidak mudah mengumpulkan semua arsip lamanya yang akhirnya dikembangkan lagi dengan banyak tambahan arsip terbaru. Selain yang pasti adanya profil band, nantinya bakal ada sajian live footage dari stage ke stage, tur di dalam maupun luar negri, tampilan diskografi album, DIY networking, interview hingga beberapa testimoni dari rekan-rekan Proletar dari ranah lokal dan juga internasional.
Proletar sangat meyakini dimana karya tidak hanya sebatas rilisan CD, kaset dan klip video, karena ada karya lain yang berhasil mereka eksplor lebih jauh ke dalam bentuk DVD. Perjuangan mengumpulkan seluruh materi ini tidaklah mudah, jadi kita tunggu saja perilisannya di akhir bulan September. Segan!
Info selengkapnya dan order klik disini
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
Proletar - Hancurkan System