Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga bisa menuai perpisahan. Hanya cinta kepada Allah lah yang tidak. Jika mencintai makhluk hanya ada dua kemungkinan yaitu diterima atau ditolak. Jika ditolak akan sakit rasanya. Tetapi hanya cinta kepada Allah kamu tidak akan ditolak pasti diterima. Hanya cinta kepada Allah tidak akan menimbulkan kecewa. Hanya cinta kepada Allah engkau tidak akan merasa kehilangan dan ditinggalkan. Jika engkau hidup bersama Allah, bemesraan dengan Allah, tidak akan ada yang bisa merebut Allah dari hatimu. Tidak akan ada pula yang merampas Allah darimu. Engkau tidak akan pernah berpisah dengannya. Allah akan setia padamu. Kecuali dirimulah yang memberi jarak jauh untuk pisah dengan Allah. Jika rasa cinta pada Allah jauh lebih luar biasa mengetarkan hatimu, hanya ada Allah yang engkau cintai dihatimu, dengan sendirinya yg lain akan terusir. Jika rasa rindumu pada Allah lebih membuncah bisa membuatmu merasa merana. Maka engkau tidak akan merana saat merindu pada yang lain. Jika yang engkau sibukkan hanya memikirkam Allah. Engaku tidak akan disibukkan memikirkan yang lain. Karena orintasimu hanya Allah, cinta Allah, ridha Allah. Begitupun saat kau dirundung rasa bimbang, resah, tak tau arah libatkan lah Allah dalam setiap langkah-Mu, dalam setiap ketetapan hatimu. Jika Allah telah cinta pada hamba-Nya, ia akan berikan segalanya untuk hamba-Nya. Tidak ada yg perlu dikhawatirkan. Bukankah setiap nafas hidup ini hanya Allah, Allah, Allah? Pondok tahfidz, 12 Januari 2018 @aisyazaira




















