Mimin baru sadar kalau beberapa bulan ini,Dela jarang banget muncul. (゜∀゜)
Kyaaa, maaf m(_ _)m
Habis, Mimin kalau bikin komik itu ngikutin mood sih.
Dan mood Mimin sayangnya sedang bergerilya di antara Mas-Mas Universitas serta Padz-Teladan
(Terutama Teladan dan si Tebe, gak tau kenapa belakangan ini lagi seneng-senengnya kepo mereka)
Jadi ya, karakter lain porsi munculnya berkurang.
Namche aja juga jadi jarang nongol kan ( ̄□ ̄;)
Anyway, sebagai permohonan maaf buat fansnya Delayota,
Nih Mimin iklanin LBBnya si Dela, yang batas pendaftarannya diperpanjang sampai Jumat ini ゚+.(ノ。・ω・)ノ
Yuk, yuk, yang belum daftar, masih ditungguin si Dela sampai sore ini di Lobby lho.
Dan buat yang gak ada kerjaan besok Minggu, boleh lho nonton LBBnya Dela di Balkot.
Pastinya ada peleton-peleton yang kece,
tapi sayang gak ada peletonnya Namche
Dan, sekalian, mumpung lagi ngomongin Dela!
Kyaaaa, Mimin gak punya dendam apa-apa sama Dela kok ( ゚ Д゚)
Ciyus, Enelan, Mimin jarang bohong kecuali kalau udah menyangkut identitas Mimin
Lha, mau diperpanjang gimana lagi?
Paksi-nya Dela artinya burung. Udah.
Mimin juga bingung mau diutak-atik gimana (* ̄m ̄)
Anyway, soal "Hakarya Gora Anggatra Nagara"
1. Itu bukan namanya Dela, jadi enggak Mimin cover kemarin.
2. Itu bukan bahasa Sansekerta juga, tapi bahasa Jawa.
Tapi berhubung udah disinggung, ya udah sini Mimin jelasin...
"Hakarya Gora Anggatra Nagara", punyanya Dela ini adalah Sengkalan Lamba.
You know, Sengkalan Lamba, kata-kata dalam bahasa Jawa yang bisa dibaca sebagai angka.
Pelajar Jogja-Jateng yang pernah bersentuhan dengan buku Pepak Basa Jawi pasti tahu soal hal ini.
Singkat cerita, dalam ilmu seni membuat Sengkalan, setiap kata dianggap punya watak bilangan tertentu.
Misalnya, kata-kata yang melambangkan benda imajiner, kosong, hampa itu berwatak nol.
Kata-kata yang melambangkan benda yang tunggal berwatak satu, dan seterusnya.
Nah, kata-kata ini kemudian dirangkai dan bisa diartikan dalam dua cara.
Dibaca jadi kalimat, atau dilihat wataknya dan dibaca sebagai angka. Seringnya sih, melambangkan tahun.
Lebih lanjut soal Sengkalan, sila tengok tautan berikut
Kembali ke "Hakarya Gora Anggatra Nagara". Mari kita baca kata-perkata,
"Hakarya", dari kata Karya, memiliki watak 4.
"Gora", berarti Gunung. Apapun itu yang berkaitan dengan gunung, wataknya 7
"Anggatra", kelihatannya berarti "untuk". Mimin juga gak tahu pasti,
yang jelas "Anggatra" dipakai juga di sengkala kota Jogja dan berwatak 9.
dan terakhir, "Nagara" berarti Negara. Karena Negara itu sesuatu yang besar dan satu, dianggap berwatak satu.
Kalau dibaca, Hakarya Gora Anggatra Nagara, Berkarya sebesar gunung untuk negara.
Maksudnya, Berkarya besar. Gunung kan besar (⌒▽⌒)
Terus kalau dilihat watak angkanya, Hakarya Gora Anggatra Nagara jadi 4791
Dibalik jadi 1974, tahun kelahirannya si Dela.
Keren ya?