Gabisa jd mc, tbtb mlah dipilih jd mc. Didepan mau jd badut kah🤡
seen from United States
seen from Kyrgyzstan
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Canada
seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Honduras

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from United States
Gabisa jd mc, tbtb mlah dipilih jd mc. Didepan mau jd badut kah🤡

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
O
Ketika kamu yang jadi inspirasiku Aku katakan tidak Ada yang mampu bertahan dengan cinta dalam diam. Seberapa jauh kaki melangkah. Ketahuilah tanpa kamu yang kujadikan Sebagai inspirasi Aku mungkin bukan Norma yang diketahui Sebagai manusia tegar,kuat Dan Norma yang bisa di andalkan. Aku PikiR kamu menyukai orang yang berparas cantik, lelaki mana yang tidak menyukai perempuan yang berwajah cantik. Termasuk kamu pastinya. Aku sadar saat itu kulitku hitam fashionku terburuk diantara mereka yang mengagumi mu. Aku yang bukan apa apa perkalian dasarpun Aku tdk mampu menghitungnya. Engkau yang cerdik di puja puji Sana sini. Di idolakan wanita wanita. Aku lagi lagi hanya bisa menatapmu dengan jauh. Kita sekelas itulah syukurku. Selalu melihatmu, memperhatikanmu, bahkan lebih terbuka untukku berkomunikasi dengan mu dibandingkan mereka yang mengagumimu, "hei, kau suka kisah kisah Rasul? " Apa kau pikir Aku tidak gugup saat kau menghampiriku dari belakang pagi itu tepat didepan aula yang dijadikan mushollah dulu? "Iya, Aku suka". "Ada banyak buku buku kisah Rasul yang kupunya, tebal, Aku paling suka kisah nabi yusuf". "Oh" engkau pun berlalu. Aku bisa apa, melihatmu seperti itu tentunya Aku sudah bahagia sekali berbeda, engkau kadang melucu tapi receh. Kau tahu aku sendiri masih menerka nerka sejak kapan perasaan itu berbenih, sejak kapan parasmu itu terlukis. aku selalu mencoba mencari itu. Sesaat berlalu setelah ku coba menanam kecambah perasaan ini, aku merasa getaran yang Tak tertebak saat saat kau mendekat Dan mengajakku berbicara, ruang kelas pagi hening, aku orang kedua yang datang, ketiga nya kamu, "nor, ada pr?" "Tidak," kau menghampiriku pagi Itu. "Waktumu piket" "eh iya". Apalagi kalau bukan sebuah kebahagiaan yang kurasa? Aku selalu ingin mengulang moment moment seperti Itu bersamamu tapi mengapa saat aku melihatmu aku tidak mampu berkutik aku Diam seribu hayalan. Aku membisu Dan takluk. saat Itu pula ku mulai terus memerhatikan mu kau sebut namaku saja aku sangat bahagia,
angkot.. iya angkot waktu pulang adalah waktu yang paling sering kutunggu kedua setelah wktu shalat tiba. Aku paling cerdik mencari kesempatan agar bisa dekat denganmu, yakni dengan sengaja melelet berwudhu Dan paling belakang berwudhu. karena ku tahu kau paling belakang Juga berwudhu ya engkau memberi jalan lebih dahulu anak anak yang lain. Masih segar banget ingatan ku. Saat aku berwudhu setelah itu kamu. Kita shalat kamu iman aku ngikut di belakangmu kamu memberiku absen mencatat namamu.
Lain lagi ceritanya ketika diangkot, aku selalu mencari mu setiap bel berbunyi tanda pulang sekolah, kau yang sibuk bersama temanmu, ketika angkot tiba aku selalu ingin seangkot, ku cari cari apakah kamu naik pada persinggahan angkot pertama, tapi aku kenal sekali angkot kesukaan mu, aku paling bahagia jika kamu duduk di belakang tentu saja aku bersiap diri ingin berada di sampingmu, kadang kadang kita duduk bersebelahan, kadang juga engkau didepan dan aku di belakang, suatu ketika aku sudah sampai dirumah aku memberi uang supirnya dan kau mengatakan aku juga kan dibayarkan? Aku lupa apakah waktu itu aku membayarkan mu atau tidak. Tapi saat aku berbalik kebelakang menatapmu engkau memberiku senyum yang termanis dan selalu paling manis diantara senyum yang kutemui hingga sekarang.
Indah sekali untuk dikenang. Mengulas Itu membuat aku Makin kuat Akan merawat kecambah ini. Aku selalu tenang saat kau harus berada didekatku. Melihat bibir manyum khasmu Itu dikala Diam. Suasana kelas ribut sekali, namun berasa musik cinta ruangan yang gerah menjadi sejuk iya sedetik sesaat abadi semester dua kelas dua berakhirrr. Biasanya diselimuti kegembiraan dimana hasil belajarnya Kita bisa ukur dari nilai raport yang di bagikan. Lagi lagi aku yang dungu jauh dari sebuah prestasi beruntung nya masih sekelas dengan muJadi aku bahagia saja. Pokok yang penting sekelas denganmu itu udah lebih dari cukup dari sebuah angka di raport Agustus adalah bulan kesukaanku. Sampai saat ini.Iya karena moment disini banyak cerita yang harus kumuntahkan semuanya, agar apa, agar aku bisa merenung dikala sepi datang. Aku juga salah satu peserta Pramuka di waktu waktu latihan kamu melatih kami. Aku sangat senang sekali dikala itu kamu mengajariku mengikat dengan rumus rumus dan model ikatan. Berhasil kamu mempesona terikat dari ajaranmu mengikat kusimpul mati sudah rangkaian namamu di dalam barisan
Bersambung...
"maaf untukmu yang selama ini tak aku sadari, maaf sudah menyakitimu. dan maaf untukmu yang selama ini tak menyadariku, maaf sudah lancang mencintaimu. Maaf untuk semuanya, aku terlalu dalam menyimpan rasa. Maaf untuk pemilik hati, maaf hamba terlalu mencinta pada makhluk-Mu selama ini. Mungkin ini, teguran untuk diri."
-gtvilasherior
“Ane mau curhat nih stad. Ane liat nih sekarang ngajinya dah pada kendor, tiap liqo yang diomongin politik mulu. Kayanya ga ada omongan selain itu gitu ustad, gimana stad ya?.”
“Ane paham apa yang antum rasakan, dan temen-temen rasakan. Jadi, ane pengen cerita nih, akh mabruri, tentang monyet”.
“Monyet? Emang kita monyet?”
“Bukan, maksudnya, ni ibarat, jadi gini, akh mabruri, jadi ada seekor monyet ni. Akh mabruri. Dia naek trus sampe ke pucuk pohon kelapa. Tapi diem-diem ada 3 jenis angin nih yang bukan sembarangan nih angin, ada angin topan, angin bahorok, angin puting beliung. Siap nih, ngincer tu monyet. Siap nih. Plan-plan, plek. Kaga jatoh!”
Makin kenceng
“Makin kenceng aje pegangannya. Tapi dateng nih, akh mabruri, angin yang sepoi-sepoi nih dateng deh, pelan-pelan, pelan-pelan, diincer tuh ubun-ubunnya tuh monyet diincer. Seeet, seer ngeriep-ngeriep tu monyet, matanya ga ngeliat lagi dah, tangan lepas dah, itungan berapa detik, jatoh dah.”
“Jatoh, stad?”
“Subhanallah, akh mabruri, nah ibaratnye begitulah tantangan dakwah kita. Jadi kalo kita di uji sama yang sempit, kesedihan, kemiskinan, kuat kita, akh mabrur. Tapi kalo kita diuji sama kesenangan, akh mabruri, sebentar doang, plek, jatoh dah. Jadi kesimpulannya nih, akh mabruri, antum jangan jadi monyet.”
“Astaghfirullahal ‘azhim naudzubillah ustad, janganlah jadi monyet tad” Ustadz Rahmat Abdullah - Sang Murabbi
Taliwang, KOBARKSB.com - Persoalan sampah yang tak kunjung tuntas di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali memicu reaksi keras dari warga. Ketidakmampuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB dalam menangani tumpukan sampah liar selama bertahun-tahun membuat seorang pemilik lahan di Lingkungan Tanakakan, Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, habis kesabaran. Saking muak dan dongkolnya karena kebunnya terus dijadikan Tempat

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
SEJUMLAH petani di Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mengaku resah akibat serangan hama mon
SEJUMLAH petani di Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mengaku resah akibat serangan hama monyet yang kian intens dalam beberapa pekan terakhir.
Kawanan monyet liar tersebut merusak tanaman jagung dan kacang tanah milik warga sehingga mengakibatkan kerugian dan mengganggu aktivitas pertanian.
Carles Sihombing (45), salah seorang petani setempat, menuturkan bahwa serangan terjadi hampir setiap hari dengan jumlah monyet yang mencapai ratusan ekor.
“Mereka datang bergerombol dan langsung merusak tanaman yang sudah mulai berbuah. Jagung dan kacang tanah dicabut dan dimakan begitu saja,” ujarnya, Rabu (20/8)
Jalan kaki, Tahura, jagung, dan monyet.
Aku suka jalan kaki. Apalagi kalau jalan kakinya di Rimun, desa tujuanku pulang kampung setiap tahunnya. Jalan kaki di sana bisa bikin aku tersenyum sepanjang jalan. Hijau, sejuk, gak ada polusi, dan dikelilingi gunung. Ahh... mengingatnya pun selalu bikin aku senyum.
Di Bandung, aku juga sering jalan kaki. Perjalanan ke kampus adalah salah satu perjalanan favoritku. Lingkungan UPI ini masih asri. Setiap aku ke kampus, terutama di pagi hari, selalu disambut suara-suara serangga yang nyaring dari pohon. Sesekali ada tupai yang sibuk lompat di antara pepohonan, capung juga gak kalah banyak, kucing apalagi, tersebar di berbagai penjuru, dan birunya langit dari balik pepohonan terlihat semakin cantik. Aku selalu ingin berlama-lama di jalan. Nampaknya, inilah alasan kenapa aku selalu (hampir) telat sampai kelas meskipun sudah berusaha berangkat lima belas menit lebih awal.
Selain di sekitar kampus, ada Tahura yang menjadi tempat jalan kaki favoritku selanjutnya. Kemarin (dah lama lah), aku dan teman-teman main ke sana. Di Tahura, bahkan siang hari pun gak terasa panas. Bisa dibilang, kalau Tahura adalah tempat yang mungkin kalian cari saat kalian ingin jalan kaki di trek yang jauh. Luas sekali lhoooo, dan banyak tempat yang bisa ditelusuri di dalamnya. Kurang lebih ada 12 km perjalanan pergi-pulang yang ditempuh oleh kakiku. Sepanjang 12 km itu, aku mampir ke Gua Belanda, Gua Jepang, dan juga tempat penangkaran rusa. Kalau masih punya banyak waktu, bisa berjalan lebih jauh lagi ke beberapa Curug yang ada di Tahura. Sayangnya, karena aku dan teman-teman mulai keliling Tahura sekitar jam 2, jadi nggak cukup waktu untuk mampir ke tempat yang lebih jauh karena Tahura hanya buka sampai jam 4 sore.
-Masih di Tahura-
Guys, kalau kalian dihampiri monyet yang rada besar, kalian takut gak?
By the time teman-temanku sholat asar, aku bertugas jadi penjaga barang-barang mereka. Aku nggak sendiri sebetulnya, tapi saat seekor bapak monyet datang, unfortunately, aku lagi sendirian. Yaa... gimana ya, takutlah aku, mana jaraknya deket banget gak sampai satu meter, jadi aku berdiri secepat kilat dan bergeser setengah meter dari bangku panjang yang aku duduki. Ngapain kan si bapak monyet ini tiba-tiba nyamperin? Ternyata, ia tertarik sama jagung bakar yang ada di jejeran barang yang dititipkan kepadaku. Jagung yang baru turun dari panggangan itu, masih panas, belum dimakan sama sekali oleh pemiliknya, lenyap diambil dengan mudahnya. Ya. Benar. Jagungnya nggak dimasukkan ke dalam tas, jadi aromanya tercium dari jauh oleh si bapak monyet yang kelaparan.
Melihatku yang bingung, sedih, dan syok itu, temanku datang dan berusaha menghibur. Nggak ada satupun yang menyalahkanku perkara jagung bakar yang diambil bapak monyet tersebut. Katanya, "Gak papa, belum rezeki kita, tapi rezekinya monyet".
Setelah itu, temanku pun membeli jagung lagi sejumlah jagung yang diambil bapak monyet. Pada akhirnya, semua pihak yang ingin jagung bakar bisa makan jagung bakar.
Sekilas terbesit di pikiranku, andai yang jaga saat itu adalah temanku yang pemberani menghadapi monyet. Apakah monyet itu harus sedikit berusaha lebih keras mendapatkan rezekinya, mungkinkah?
IH AINA KAYAK TAI MONYET