19 Mei 2017, akhir semester 6, awal masa KP yang seterusnya akan dilanjutkan dengan Tugas Akhir.
Hal-hal menyenangkan seharusnya untuk dapat menikmati liburan, kembali ke rumah, berkumpul bersama orang-orang dekat. Hal yang tidak menyenangkannya adalah, tidak bisa melakukan hal yang disebutkan di atas.
Obligated, dalam bahasa diartikan sebagai berkewajiban, dalam bahasa inggris dapat lebih dielaborasi, tapi yang ingin dibahas di sini sekedar, berkewajiban.
Sering kali kita terjebak di situasi di mana kita berharap bahwa masyarakat berkewajiban atau memiliki andil di dalam sesuatu yang terjadi, masyarakat di sini dapat dipersempit saja maknanya dengan bebas dan saya pilih untuk persempit dalam lingkup pertemanan.
Seberapa sering kita merasa obligated dalam hubungan pertemanan? Merasa bahwa teman kita berkewajiban untuk stay, become a friends, accompany, seberapa sering?
Di akhir semester 5 kemarin saya membaca postingan dari salah seorang senior yang berjudul, “Tentang Ki(TA)”, ya isinya tentang bagaimana teman-teman kuliah yang mulai sibuk di masa-masa TA dan mulai kurang berkomunikasi dengan teman yang lainnya, kemudian mulai muncul percakapan-percakapan canggung yang saling mengidentifikasi lainnya sebagai kawan yang sombong karena sudah jarang kelihatan dan sibuk dengan TA.
Ya, kita mungkin pernah masuk di masa-masa itu, masa-masa di mana kita lulus SMA atau SMP, kemudian saling berjanji ke teman-teman sekelas bahwa kita tidak akan putus kontak dan lainnya, tapi yang terjadi, sudah terjadi, kita sibuk masing-masing, mengejar cita, menikmati hidup, ataupun mengejar akhirat, bebas tergantung individu.
Di masa-masa inilah perasaan obligated tersebut kadang kita exaggerate kita hiperbola kan, bahwa ide tentang, “sekali teman tetap teman” itu nyata, padahal nyatanya tidak, terlepas dari bagaimana kita mendefinisi teman.
Teman, kawan, terlepas dari apa yang telah dilalui bersama, kita pada dasarnya bukanlah hal yang obligat untuk selalu saling tahu dan saling mengerti, peduli dan segala macamnya, mungkin ini terdengar naif dan menyedihkan (seperti orang yang menulis ini tidak pernah merasakan mendapatkan teman yang peduli, sayangnya itu salah, saya sendiri punya teman-teman yang peduli, tapi saya tidak harus menuntut itu seperti itu sebuah kewajiban) tapi yang harus kita sadari masing-masing bahwa, kebutuhan kita akan interaksi sosial kadang membuat kita sangat naif untuk meminta waktu dari orang lain untuk peduli mengenai diri kita tanpa tahu dengan pasti apa yang dilalui masing-masing individu tersebut untuk berada di sini.
Ambil contoh yang cukup geli dalam film AADC. Cinta (Dian Sastro) merasa ambil andil di dalam kejadian Alya, dan justru menyalahkan Rangga karena dia lebih memilih untuk nge-date dengan Rangga. Ya, di sini lah permasalahan perasaan berkewajiban terhadap hidup orang lain itu menjadi dilematik bagi saya. Alya memilih untuk bunuh diri, karena itu pilihan dia, hidup dia broken di sisi lain sendiri Cinta merasa sangat berkewajiban untuk hadir di kala itu, dan merasa ketidakhadirannya nyaris membuat Alya mati, padahal di saat yang sama Alya dapat menghubungi teman-teman lainnya, yang mungkin tidak sedang sibuk atau tidak sedang menikmati hidup dan bisa meluangkan waktu dibanding menghubungi Cinta, bukan?
Saya tidak bilang bahwa perasaan obligated ini salah untuk dimiliki dalam interaksi sosial pertemenan yang dijalani, saya hanya ingin meluruskan bahwa merasa obligated terhadap kondisi orang lain adalah harus tepat pada waktunya, harus tidak mengekang, harus memberi dengan bebas tanpa paksaan layaknya keyakinan terhadap Tuhan, Nabi serta agama yang dibawanya.
“People die. Other people do stupid shit. I’m surrounded by family members doing stupid shit. I used to think I had to do shit for them. I still wanna do shit for them. But you gotta live your own life. You gotta take care of your own shit before you get started doing things for everybody else.” (Me, Earl and The Dying Girl)
Ya, kita manusia sosial butuh interaksi dalam kehidupan, afeksi-afeksi selalu ingin kita akumulasikan untuk menunjukkan status kita terhadap orang lain, tapi mohon, mengertilah, sekalipun kita dalam kelompok yang sama, tiap orang akan melakukan yang terbaik untuk dirinya seperti kata Adam Smith sebelum teorinya diluruskan oleh John Nash.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
0.45 WIB, karena melatonin yang sudah terlalu rusak oleh cahaya, dan perasaan lapar karena rindu-rindu yang tidak pernah usang, serta aroma lain yang terekam dalam hippocampus yang distimulasi perubahan jumlah sodium dan potassium