Setiap hamba memiliki kisah berbeda. Bagaimana pun dan dengan siapa pun kisah berjalan, Allah jangan ditinggalkan ya..
Kawan, tahukan yang menyebabkan kehidupan kita saat ini bahagia, itu semuanya atas izin Allah?
Ya.. Kawan sekalian boleh saja ikhtiar macam - macam dalam menyelesaikan masalah dunia ini. Tapi perlu diingat... "Fokuskan pikiran kita bahwa yang menyelesaikan masalah adalah bukan ikhtiar kita tersebut, melainkan hanya atas seizin Allah."
Kuy, mulai sekarang kita ubah dari 'Ikhtiar Maksimal' menjadi 'Ikhtiar Iman Maksimal'
Maksudnya, ikhtiarnya tetep maksimal, namun imannya lebih maksimal lagi!
"Sungguh engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS Al Qashash, ayat 56)
Mari belajar dari kisah Bunda Hajar..
Telah dijelaskan secara gamblang melalui kisah Bunda Hajar yang bolak balik 7 kali antara Shafa dan Marwah, untuk mencari air buat anaknya (Ismail) yang kehausan.
Kalo menurut logika kita, ngapain sih Bunda Hajar bolak-balik di tempat yang sama, padahal kan udah ketauan kalo di situ tuh ga ada air?
Jawabnya adalah... Karena Bunda Hajar tau, yang dilakukannya cuma ikhtiar dan hanya Allah yang akan memancarkan air dimanapun berada.
Bunda Hajar berlari-lari kecil hanya untuk merayu Allah. Mau membuktikan bahwa dirinya (Bunda Hajar) sedang menyempurnakan ikhtiar.
‘Ikhtiar kita jalani terus, tapi fokus kita hanya ke Allah.’
Untuk memperjelas "Ikhtiar Iman Maksimal" ini, Saya akan menganalogikan dengan kehidupan seekor Burung.
Pertanyaannya; "apakah kita ini sudah ikhtiar iman maksimal? Tapi kenapa masih belom juga dicukupkan oleh Allah?"
Sebelum menjawab, saya mau tanya: "...sebenernya yang kita lakukan selama ini, kerja keras ataukah tawakal?"
Kerja keras dan tawakkal ini merupakan dua hal yang amat jauh berbeda, tetapi seringkali dianggap sama. Karena itu kita perlu belajar dari tawakkalnya Burung yang diisyaratkan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, berikut ini:
Dari Umar bin Khathab Radiallaahu Anhu, dari Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wasallam beliau bersabda: "Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki, sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor Burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang" (HR. Imam Ahmad, Turmudzi, Nasa'i, Ibnu Majjah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
Inilah solusinya, kawan. Kita harus bertawakkal seperti tawakalnya se-ekor Burung.
Jadi... Jika selama ini masih ada yang terjebak masalah yang belom selesai-selesai, maka perhatikan pembahasan ini. Yang saat ini masalahnya atau keinginannya belom dipenuhi Allah, Sekali lagi perhatikan pembahasan ini.
Sebenernya apa sih yang Allah dan rasulullah maksud dengan tawakalnya Burung ini? Coba deh perhatiin burung-burung gereja yang sedang mengais-ngais/ mencari-cari makanan di pepohonan, ataupun di atap-atap rumah.
Lihat mereka selama mencari makan, keadaannya gimana? Ada ga dari mereka yang "GALAU/STRESS" saat sedang mencari makan?
Ada ga dari mereka yang ngeluh... "aduuhhhh... Jam segini belom dapet makan, euy! Pusing ni kepala. (ceritanya ngerti bahasa Burung)
Kadang manusia udah Allah kasih rezeki berkecukupan aja masih bingung, pusing mau cari tambahan dari mana?
Manusia... Seakan akan dia lupa bahwa Allah lah yang Maha memberi mereka rezeki.
Kenapa mereka pusing? Karena mereka menggantungkan rezekinya pada ikhtiar yang mereka lakukan!
Tanda seseorang hamba tertekan dengan ikhtiarnya sendiri adalah ketika hasil ikhtiarnya ga sesuai dengan yang dibayangkan, maka hatinya kecewa. (Al Hikam)
Inilah bedanya ikhtiar kita dengan Burung.
Kalo Burung ikhtiarnya tawakal, kalo kita ikhtiarnya menggunakan akal/ logika.
Kawan-kawanku yang saya cintai karena Allah.... Oleh karenanya, mulai saat ini kita gunakan ikhtiarnya Burung. Ikhtiarnya maksimal, namun hati atau kecenderungan kita hanya fokus ke Allah Subhaanahu Wa Ta'aala.
Wallaahu a'lam bishshawab.
— Pola Pertolongan Allah 💞