si tuan menawan dan nona yang di sana
tuan, tuan, tuan. sudah berapa kali ya, namamu kugemakan hari ini? sudah berapa kali ya, namamu berkeliaran di kepala kecilku ini? sudah berapa kali ya, kita bersinggungan, tapi tidak kunjung saling menemukan?
tuan, tuan, tuan. setiap berbicara (atau menulis) tentangmu, aku selalu kehabisan kata! hari ini kamu tampak gagah, tuan. dengan setelan rapi dan rambut panjang yang menawan. hari ini kamu tampak istimewa, tuan! ah, bagiku, setiap saat dari hidupmu adalah pengecualian.
tuan, tuan, tuan. nona yang di sini belum pernah tahu seindah apa menyayangi seseorang dengan kharisma sehebat dirimu! nona yang satu ini juga tahu betul tuan, apa yang ia lihat dengan mata, bukanlah sempurna apa yang terjadi sebenarnya. ada banyak sekali kan, hal yang tidak kamu tunjukkan ke dunia? hal-hal yang menurutmu mungkin menurunkan wibawa.
tuan, tuan, tuan. sampai kapan kah kamu betah bersandar di sudut pikiranku? tuan, seorang nona di sini selalu kehabisan diksi untuk menyatakan betapa kagum dirinya akan sosokmu.
maka, tuan, tuan, tuan! menolehlah barang sebentar! kamu bisa mencobanya ke ujung terjauh sekaligus terdekat dari pandangmu. bisa jadi, di sanalah akan kamu temukan aku.
senantiyasa, 2024.


















