Kemarin saya dan nanda janjian ke pasific place untuk melihat lomography dan photography exhibition setelah jam kerja. karena kantor kami yang berjauhan maka kami putuskan untuk ketemuan di halte depan pasaraya grande dan karena kami gak tau kendaraan umum apa yang harus ditumpangi untuk menuju ke venue [dan tampaknya memang tak ada kendaraan umum yang melewati pasific place] maka kami putuskan untuk menumpang taxi, dan perjalanan menuju venue pun berjalan lancar.
Sampai disana kami bingung dimana letak lomography exhibition [lomo exhibition memang menjadi tujuan kami karena kami sedang sangat menggandrungi lomo dan terus menabung untuk bisa membeli perangkatnya] akhirnya kami keliling-keliling dan berhasil menemukan stand lomo, tidak banyak yang bisa dilihat disana karena stand-nya tidak besar, tapi tetap membuat kami terkagum-kagum.
setelah merasa cukup puas bertanya dan berfoto kami putuskan untuk pulang, dan sebuah tindakan yang cukup gila pun terjadi. Diawali dari keisengan kita foto-foto di depan pasific place dan ternyata dilarang oleh security, kami pun menyusuri trotoar untuk foto-foto sampai-sampai tanpa disadari kami sudah berjalan cukup jauh, sempat hilang arah tapi untung ada seorang bapak tua yang menunjukkan arah menuju jalan senopati, tadinya setelah sampai di kawasan senopati kami berniat naik bajaj sampai blok m, tapi karena kami sangat menikmati berjalan kaki dan karena ada saja objek menarik untuk difoto kamipun urung menyetop bajaj, sampai akhirnya dari kejauhan tampak sebuah gedung pertokoan yang sangat kami kenal, gedung ratu plasa. Ya kami berjalan kaki dari pasific place sampai ratu plasa, hebat bukan??? dan itulah kegilaan kami, terlalu menikmati kegiatan berjalan kaki.