setiap ada pertanyaan tentang sahabat, gue gatau siapa yang harus gue pikirin. orang-orang baik pasti ada tapi gue gayakin mereka bisa disebut sahabat atau ngga.
satu hal yang gue penasaran banget. orang-orang kalo sahabatan tuh ada kalimat deklaratifnya gak sih? kayak, “oke, mulai hari ini kita sahabatan ya” atau mereka sama-sama sadar aja seiring berjalannya waktu? ini yang masih belom masuk di akal gue. tapi kalo ditanya siapa sahabat gue ini yang terlintas di pikiran gue.
Orang yang paling mendekati kata ‘sahabat’ mungkin.. diri gue sendiri.
dia selalu ada disini, dia nggak ketawa disaat gue nangis, dia gapernah khianatin gue, dia nggak muka dua, gua tau baik buruknya dia dan sebaliknya, dia tau apa yang gue mau. tapi ya.. senikmat-nikmatnya sahabatan sama diri sendiri, pasti masih ada rasa kesepian.
Dan orang kedua yang paling mendekati kata ‘sahabat’ mungkin.. F (inisial aja ya)
dia emang nggak selalu disini, kita juga nggak terlalu sering chatan tapi kita kadang suka random telponan dan saling cerita segala hal yang ada di pikiran masing-masing, and sure, we enjoy that moment. kampus kita beda tapi dia bersedia jadi telinga buat gue disaat gue gamau berenti ngomong, dia bisa merefleksikan perasaan gue. mungkin karena dia adalah dia, gue jadi nyaman banget ngomong apapun sama dia.
Last but not least, orang ketiga yang paling mendekati kata sahabat adalah A
pas SMA dia jadi tempat sampah semua cerita gue, cerita siklus mantan yang terus berulang, cerita perjuangan ujian, cerita hijrah, dan masih banyak lagiii. pendapat dia cukup bijak dan gue yang ceroboh ini masih sangat perlu pendapat orang lain yang bijak. and I found her! dia sabar dan gue jadi belajar sedikit demi sedikit buat sabar. she’s not an influencer tapi dari sikapnya dia udah cukup bisa ngasih dampak yang baik buat orang disekitarnya, termasuk gue hehehe. kita juga jarang chatan,tapi kalo ketemu rasanya masih sama kayak saat kita ketemu setiap hari dulu.
tiga orang diatas sangat sangat berpengaruh banget buat gue. Gue bersyukur udah ketemu sama mereka dan dikasih kesempatan untuk terus keep in touch.
If you read this, I just want to say a lot of thank you. karena kalian udah mau gue repotin dan gue gangguin pada masanya. kalian juga harus tau, kalo gue juga akan ada untuk kalian bahkan disaat masa-masa tergelap.