Salam, Selamat Hari Sumpah Pemuda :) Pagi ini, berada dalam Bus Agramas perjalanan Karawang - Kp. Rambutan, dalam tol bekasi ini terlihat macet sekali, kendaraan tidak bergerak. Sebenarnya kondisi ini sudah orang tuaku beritahukan: "hari ini ada demo besar-besaran buruh, masih mau berangkat juga??" Tapi diri sangat kekeuh untuk tetap berangkat, mengingat memang ada kewajiban di hari ini, dan pamit kepada sepasang bidadari ini untuk berangkat. Bapak mengantarkanku menuju badami, dia merelakan 30 menitnya untuk mengantarkan ketempat menunggu bus Agra Mas, padahal dari 30 menit tersebut, dia bisa telat menuju kantornya. Sepanjang perjalanan sy berdoa, "semoga beliau dilancarkan dalam perjalanannya, selamat sampai kantornya, dan terus lindungi bapak, ibu, dan adik-adikku ketika aku tidak bersama mereka, ya Allah" Ada yang mengganjal di hati ini, sedari pagi saya melewatkan membaca Alqur'an sehabis solat subuh tadi, dan melewatkan dhuha sebelum berangkat. Hanya alasan duniawi " waktunya sempit, jam 7 harus berangkat", hati resah telah beralasan seperti ini, padahal dengan melakukan sunnah itu semua waktu akan terasa lapang, tersadar diri telah salah, diperjalanan kembali berdoa "beri kesempatan hamba, untuk melakukan dhuha setibanya dikantor, ya Allah" Diperjalan ini, seperti biasa membuka twitter untuk membaca berita terupdate negeri ini dan tentunya belajar dari para mentor. Pagi ini saya tersentil dengan cerita, yg di bagikan oleh the @astrifit, sekaligus membuat saya instropeksi diri. "Apa yg sudah Allah perintahkan, sebenernya MEMPERMUDAH hidup kita. Tapi krn kita melanggar, yaa jadi repot sendiri." , "Apapun langkah kita, mau kecil / besar, jgn lupa utk terus | lewat dzikir, doa, dan KEYAKINAN penuh. Cukuplah Allah bagi kita!" "Kalau tujuannya ALLAH, gak pernah berhenti.. Hidup akan terasa RINGAN. Kalau masih berat, berarti belum segitunya sama Allah. Itu aja." Subhanallah, pelajaran bagi ini bernilai milyaran sekali, kembali di Ingatkan kalau diri masih belum segitunya sama Allah, masih mengutamakan yang masih bersifat duniawi, padahal kita tahu hal itu tidak dibawa mati. Ke"Aware"an ini masih belum ON ternyata, salah satu kelalaian di pagi ini. Mungkin ini peringatan halus dari Allah untuk saya, Terimakasih atas senin pagi ini, Ya Rabb. Senin pagi ini masih cerah, Tak sadar sudah menghabiskan 50% batre produk RIM ini, dan tol menuju cikunir ini masih dalam keadaan padat merayap. Ditulis didalam Bus Agramas 28 October 2013 | 07. 50 WIB Powered by Telkomsel BlackBerry®