Snacks From My Chilhood - Tahir B
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from Singapore
seen from Brazil

seen from Singapore
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from T1

seen from Singapore
seen from T1
seen from Australia
seen from China
seen from Mexico

seen from United States
seen from Taiwan
seen from Mexico

seen from United States
Snacks From My Chilhood - Tahir B

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tangi o...
Nalorbo Modnar #6
Sepertinya fokus hanya dengan satu hal saja dan dengan kesadaran tinggi totalitas mengerjakannya, memang merupakan hal yang susah, ya.
Gitu gak sih emang? Apa cuma aku aja nih yang ngerasa kayak gini?
Baiklah.
Kita sebenarnya memang terlalu takut aja sama pikiran negatif kita sendiri. Karena ketakutan yang mungkin berlebihan itulah sampai akhirnya membuat kita menunda-nunda sesuatu. Atau bisa juga malah melama-lamakan mengerjakan sesuatu. Pokoknya semacam harus bener-bener sesuai dengan apa yang kita pingin. Karena ya itu tadi, kita terlalu takut bahwa apa yang kita kerjakan hasilnya nanti di bawah standar atau ekspektasi yang sok-sok’an kita tentukan sendiri. Alhasil, kita terus-terusan berupaya menyempurnakannya (walaupun sebenernya hal itu sudah selesai). Walau sebenernya kita tahu sendiri bahwa nantinya masih selalu tetap ada yang kurang. Bahwa memang gak ada yang sempurna, kita tahu. Tapi kita sendiri menolak hal itu.
Kalo kayak gitu, kita sebenarnya malah membuang-buang kesempatan untuk berkembang, kan. Karena satu, terlalu dipikir sendiri, yang akhirnya menimbulkan berbagai macam spekulasi yang kita karang sendiri. Kedua, karena terlalu dipikir sendiri itu tadi menyebabkan kita kurang sharing, kurang ngobrol dengan orang lain. Padahal itu merupakan hal yang penting, lo. Soale dengan ngobrol sama orang lain kita bisa mendapatkan sudut pandang baru yang mungkin kita gak memikirkannya. Itu berguna banget. Kadang memang kita terlalu egois, sok bisa menyelesaikan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Aku kadang juga masih gitu sih, eh sering ding. :P
Tapi akhirnya aku sendiri mulai agak sadar setelah beberapa bulan terakhir ini mendapatkan beberapa pelajaran karena terlalu egois itu tadi. Mulai dari laptop yang ketumpahan soda, dibilang “jangan membuat sesuatu yang bodoh” sama pembimbing, udah intens 3 mingguan ngerevisi desain tapi ternyata masih ada yang kurang pas kata pembimbing, sampai-sampai disuruh tanya teman-teman dkv lainnya tentang desainku ini tadi (karena aku bukan pure dkv). Itu semua yang akhirnya membuatku mengambil kesimpulan bahwa, terlalu dipikir sendiri itulah yang membuat kita jadi terlalu lama mengerjakan sesuatu dan terlalu membuang-buang waktu.
Itu yang biasanya membawa kita kepada perasaan bahwa, “hidup ini kok ya jadi terasa ngene-ngene ae, se?”
Atau mungkin ya, ini mungkin lo. Penyebab kita terlalu lama mengerjakan sesuatu itu sebenarnya bukan karena kita pingin hasil yang benar-benar sempurna. Bukan karena itu. Tapi lebih karena kita sendiri gak bisa yakin atau gak bisa percaya dengan kemampuan yang kita punya. Dan mungkin lagi, karena kita jauh dari Tuhan, kadar iman kita turun, kita jarang melibatkan-Nya dalam setiap apa yang kita lakukan. Sudah jarang melibatkan-Nya, banyak dosa pula. Dobel-dobel jadinya, kan. Makanya kita dikasih masalah ina-ini-itu yang sebenarnya merupakan caraNya untuk menyentil kita. Agar membuat kita berpikir dan akhirnya menoleh lagi ke belakang.
“Gusti, liaten a anak itu. Sombongnya jalan sendiri. Kayak yang paling bisa aja dia.”
“Westala kat (malaikat). Jarno, biarkan. Habis ini lo dia pasti noleh ke belakang lagi. Dan akhirnya kembali lagi kesini.”
“Ah, masak iya?”
“Loo gak percaya dibilangi. Liaten ya, 1….2…”
Dan akhirnya melihatNya lagi dan tersadar bahwa kita sudah terlalu jauh meninggalkanNya di belakang.
Mungkin gitu.
Sebagian dari kita mungkin bilang bahwa, ‘semuanya bisa kali gak disangkut pautin sama agama atau iman’. Tapi kenyataannya, gak bakal pernah bisa. Aku pernah di posisi itu, sering banget malah. Tapi akhirnya sekarang aku sadar sih. Porsiku melibatkanNya di setiap apa yang tak lakukan itu sangatlah kecil. Ya itu yang membuat akhirnya aku sendiri sering gak yakin dengan kemampuanku. Padahal, gak jarang malah banyak orang lain yang sebenarnya yakin dengan kemampuan kita, kenapa kita sendiri malah enggak?
Semuanya memang seringnya kita putusi dewe berdasarkan emosi dan pikiran sesaat. Kita juga sepertinya memang kurang berdialog lebih dalam dengan diri kita sendiri, dan dengan empunya kita. Tangio.
Tangi : bangun. Font Aksara Jawa - Pustaka Jawa oleh Aditya Bayu.
___ Bandung, 040718 @dimazfakhr
Sari Rasa.... #krupuk #food #indonesia #indofood #like4like #lifestyle #like4follow #edmgirls #girls #djproducer #musicproducer #jkt #inspire #photography #instapic #picoftheday #photographer #popular #news #box
Lihat postingan ini… "Rasa Udang".
Banyak macam dan nama krupuk dengan rasa yang berbeda-beda. Salah satunya rasa udang ini. Tujuan diberi rasa apa Agar makin banyak pembeli l
Rasa Udang

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lihat postingan ini… "Krupuk Uyel".
Macam-macam jenis krupuk Namanya krupuk uyel Kami menyebutnya krupuk uyel Kenapa kok disebut atau dinamakan uyel Karena membuatnya dengan di
Krupuk Uyel
Lihat postingan ini… "Krupuk Upil".
Kenapa dimakan krupuk upil Alasannya karena teksturnya kecil jika dibandingkan dengan krupuklainnya. Digoreng dengan pasir bukan dengan miny