nitip
beberapa minggu terakhir saya selalu banyak bertanya mengenai pengalaman persalinan di beberapa teman. dalam waktu dekat ini, semakin mendekati HPL, saya seringkali merasa cemas dan khawatir bagaimana saya akan menghadapi dan menjalani persalinan kelak.
sampai pada akhirnya saya menemukan hikmah dibalik persalinan salah satu teman dekat. sebut saja fe. fe setiap hari berikhtiar, berusaha agar kelak bisa menjalani persalinan normal, kontraksi lancar, hingga berharap tak pernah ada jahitan di perenium (meski ini jarang terjadi di zaman sekarang). berolahraga secara teratur, ikut yoga, jalan-jalan tiap pagi. banyak yang dilakukan.
namun di tengah jalan, jauh sebelum HPL, fe mengalami KPD (ketuban pecah dini). dia sendiri tidak menyangka kenapa dia bisa mengalami KPD. padahal seperti tidak ada problem apa-apa. biasa saja. tak ada hal yang berarti yang perlu dibuat permasalahan besar.
fe kemudian memutuskan untuk rujuk saja ke rumah sakit terdekat. harap-harap cemas, semoga setelah diinduksi hingga pembukaan akhir, ketuban tidak habis di tengah jalan. namun, harapan masih terasa jauh. dari malam hari hingga sore hari berikutnya, ketuban fe telah kering.
"wah sepertinya ini sudah harus disesar saja, mbak. ketuban sudah kering." kata dokter.
tentu saja fe seperti dihantam batu dari langit. seketika fe lemas. beberapa saat, setelah suami fe menandatangani persetujuan caesar, akhirnya, fe pasrah saja.
"yasudah lah, kalau memang baby mau keluar dengan jalan disesar, gapapa. yang penting tugas ikhtiar sudah aku lakukan. sisanya kan, takdir Allah. " tulis fe di grup khusus kami.
akhir-akhir ini saya selalu melatih dan mengajak bayi saya untuk bekerja sama. bekerja sama untuk persalinan normal kelak. saya selalu bilang, yang berjuang bersama akan lebih ringan dan mudah daripada yang berjuang sendiri-sendiri.
dalam doa-doa, saya selalu menambahkan kalimat lain, "yaaAllah saya nitip anakku. nitip segala perjalanan persalinannya, nitip segala rezekinya, nitip segala kemudahan dan ataupun kesulitannya. seluruhnya saya titipkan kepada-Mu."
baru-baru ini, kata "nitip" menjadi kekuatan besar di diri saya. layaknya dongeng anak oki dan nirmala, kata "nitip" seperti tongkat ajaib yang selalu memberikan keajaiban.
dengan menitipkan segalanya kepada Allah, seolah beban pundak dan kecemasan di hati saya terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya. nitip bukan berarti tidak berjuang. justru saya nitip "perjuangan" itu sendiri.
nitip artinya menyadari, bahwa bagaimanapun jalan berbatu yang dilewati kelak, pada akhirnya akan sampai di hal-hal yang baik juga. dengan nitip, syukur kita akan lebih panjang. karena kita mengerti, bahwa sejak awal segala takdir mutlak Allah yang menentukan.
tak perlu bertanya bagaimana, apa, kenapa, siapa. mari pertebal iman saja. :)











