When was the last time you grieved for your soul?

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Sweden

seen from Spain
seen from Singapore
seen from Netherlands
seen from Uzbekistan
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Russia

seen from Singapore
seen from Yemen
seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from United States

seen from Australia
seen from Yemen
seen from Russia
seen from United States
seen from Japan
When was the last time you grieved for your soul?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Allah pasti akan memberi jawaban doa seseorang selama ia tak tergesa-gesa. Lantas para sahabat bertanya, “fa kaifa ya'jal ya Rasulallah?” bagaimanakah yang tergesa-gesa itu??
Maka Nabi menjawab, “dia yang berkata; aku sudah berdoa, tapi Allah belum juga mengabulkan”. Lalu ia tinggalkan doa.
Pelajaran terpenting tentang kesabaran dalam berdoa adalah bahwa doa itu punya batas sesuai dengan kadar bobotnya…
Tengoklah kisah Nabi Zakariya, berapa lama Nabi Zakariya berdoa agar dikarunia anak? 70 tahun lamanya baru Allah mengabulkan doanya. Ini kelasnya Nabi yang dekat dengan Allah, namun apa? Allah kabulkan doa Nabi Zakariya setelah 70 tahun lamanya. Timbul pertanyaan liar dalam pikiran, bagaimana dengan kita?? Yang mana kelasnya tidak sekelas para Nabi yang dekat dengan Allah? Maka jawabnya sederhana, ya sabar saja..
Ada orang baru berdoa 2 minggu, satu bulan, dua bulan, namun belum jua dikabulkan. Sudah kempes semangatnya dalam berdoa. Sudah malas untuk berdoa, malah ada yang protes, mengapa tak juga dikabulkan.
Sabar,,. Nikmati prosesnya. Jangan isti'jal dalam berdoa alias tergesa-tergesa..
Ingatlah kisah Nabi Ayyub, Allah beri ia kenikmatan selama 20 tahun lamanya, dengan kebun kurma, 12 orang anak yang gagah perkasa. Dan jadilah ia raja, orang, nabi terkaya di kaumnya.
Lalu Allah uji ia, Allah hancurkan semuanya hanya dalam 3 hari. Mudah bagi Allah untuk melakukan itu semua.
*Hari pertama, Allah beri ia penyakit kusta sampai kaumnya pergi meninggalkannya.
*Hari kedua, Allah kirimkan badai dan hama yang menghancurkan seluruh kebun dan peternakannya.
*Hari ketiga, ini adalah hari terberat dalam hidup Nabi Ayyub. Allah wafatkan 12 anaknya dalam sehari tanpa sebab apapun..
Hanya tinggal istrinya..
Sampai18 tahun ujian, istrinya berkata, “wahai Nabi Allah, berdoalah pada Tuhanmu agar menghilangkan ujianmu, tidak perlu mengembalikkan semua, cukup agar penyakitmu sembuh.” Apa kata Nabi Ayyub? “Wahai istriku berapa lama Allah beri kita nikmat?” “20 tahun” kata istrinya. “Aku masih malu untuk meminta kepada Allah” itu jawaban Nabi Ayyub kepada sang istri.
Tepat 20 tahun, Nabi Ayyub berdoa yang mana Allah abadikan dalam surat Al-Anbiya. “Robbi anni massaniyadh dhur, wa anta arhamur rohimin” ya Allah, aku telah ditimpa suatu musibah, sedang Engkau adalah arhamur rohimin.
Telah sampai batasnya, telah tiba waktunya Allah kabulkan doa Nabi Ayyub. Allah berfirman, “Fastajbna lahu, wa kasyafna bihi min dhur, wa atainahu ahlahu wa mitslahu ma'ah” maka Kami kabulkan doanya, Kami kembalikan keluarganya dan yang semislanya bersamanya.
Dalam 3 hari pula Allah kembalikan semuanya. *hari pertama, Allah sembuhkan penyakitnya. *hari kedua, Allah jadikan istrinya setiap tahun melahirkan 2 bayi kembar sampai anak Nabi Ayyub berjumlah 24. Allah beri Nabi Ayyun dengan kelipatan :’)
-Nabi Ya'qub berapa lama ia berdoa agar Allah pertemukan dengan Yusuf ‘alaihissalam? Berpuluh-puluh tahun. Sampai ada yang mengatakan 40 tahun.
-Nabi Musa, berapa lama ia berdoa kepada Allah untuk kebinasaan fir'aun seperti tersebut dalam surah yunus 88 - 89 ? Berpuluh-puluh tahun.
-Ibrahim 'alaihissalam, berapa lama ia berdoa kepada Allah agar dikarunia anak? Berpuluh-puluh tahun.
Dan Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam berapa lama beliau berdoa kepada Allah agar memindahkan kiblat dari Al-Aqsa ke Al-Haram? Bertahun-tahun lamanya..
Berhenti sejenak, coba deh direnungkan..
Tidak sulit bagi Allah untuk mengabulkam doa-doa para Nabi. Namun Allah rupanya sedang ingin metarbiyah para Nabi dalam menghadapi ujian. Ini juga bagian dari pembahasan bab kitab Tauhid.
Yang tersirat dari kisah mereka adalah tentang kesabaran tanpa batas dalam menanti terkabulnya sebuah doa. Nikmati saja prosesnya. Nikmati setiap proses kehidupan ini dengan sabar dan sholat (begitu seorang kawan)
Akan ada batas waktunya dimana doa itu akan terkabul. Yang perlu kita yakini adalah bhwa setiap jawaban doa adalah “iya”
Ibnu Qoyyim pernah megatakan, “Doa itu ibarat panah yang dilesatkan ke langit. Tapi untuk mencapai ke langit ia butuh waktu” . . . Hari ini Jum'at, perbanyaklah berdoa. Mintalah pada Allah dengan sabar dan sholat.. . . .
Surabaya || 09.01 || 12.08.2016 ||
Tulisan: @andromedanisa
Manajemen emosi bisa dilatih saat kita sedang kerja sama tim. Sadari dulu kita itu kerja dengan masing-masing kepala dan karakter yang beda-beda. Jadi, wajar kalau tiap-tiap orang punya referensi dan caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah bersama.
Biasanya saat tujuan bersama itu mulai berjalan, akan dilalui konflik akibat latar belakang dan kepala kita yang berbeda-beda.
Di sinilah diri kita dituntut untuk pandai dan bijak dalam mengolah konflik.
Pilih mana?
Memperburuk situasi karena kesal sama karakter satu orang yang kita kurang cocok. "Kok si A malah gitu, sih, bukannya xxxxx"
Memperbaiki situasi dengan sadar masih ada orang-orang lainnya yang kita tahu juga memiliki tujuan yang sama.
Kebijaksanaan dalam diri kita itu perlu dilatih. Penting. Hidup kita masih akan terus berlangsung. Orang-orang yang hadir pasti akan silih berganti.
Makanya, ada pengingat yang menurut saya tepat.
Jadikan semua orang yang kamu temui itu guru.
Nantinya, kita akan bisa simpulkan. Dia memberi pelajaran baik atau kurang baik.
Pokoknya kita perlu sadar kalau bermasyarakat/muamalah itu akan terus berjalan. Seindividualisnya kita, akan ada saatnya butuh orang lain juga. Jangan penuhi diri dengan ego.
Kedewasaan memang bukanlah perihal umur yang terbilang.
Satu hal yang pasti. Jangan takut berubah. Apabila perubahan kita itu didasarkan pada hal yang benar.
"Berat banget..."
Ya, namanya juga peralihan. Kebaikan kita itu akan menjadi pelecut semangat untuk diri sendiri terus berproses. Tanpa kita sadari, orang yang ada di sekeliling akan memberikan umpan balik yang serupa tanpa perlu kita pinta.
Ya semacam ada aksi, ada reaksi gitulah~
Intinya kalau kita sudah memahami dengan apa yang menjadi tujuan besarnya, insyaallah bakal bisa pilih dan pilah mana yang harus jadi evaluasi mana yang harus jadi pelajaran emosi. 🌝
Semangat, ya, menata lagi.
😭🤣
Seru euy
Patah hati karena cinta? Cobalah banyak membaca buku sejarah. Niscaya engkau akan merasa malu betapa cengengnya dirimu hanya karena cinta. Bacalah kalam Allah dan sirah Nabawiyah. Sebab betapa banyak pemudi begitu lemah karena cinta. Namun merasa berat dalam urusan ummah.
Allah.. Sebagaimana Engkau menciptakan kami dalam keadaan lemah dan susah payah.. Maka tetapkanlah hatiku untuk agamaMu, untuk keta'atanMu..
Allahumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammad
Jum'at Pagi Bekasi | 100420
Happy Muharram Islamic New Year
May this new year open up a new door and beginning for all of us.
InsyaAllah aamiin..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ada keutamaan berdo'a di Jum'at sore. Semoga semua yang diperjuangkan diberikan hasil yang terbaik. Semoga yang sakit segera diangkat penyakitnya dan diberi kesembuhan. Semoga yang sedang galau diberi petunjuk. Semoga yang sedang menanti segera dipertemukan. Semoga yang sedang bahagia senantiasa bersyukur. Semoga Allah menetapkan hati kita dijalanNya. Semoga semua lelah kita di dunia ini berbuah indah di akhirat kelak.
D
sibuk meratap, lupa bersyukur
“kita lebih sering meratapi ketidaksempurnaan atas segala ibadah yang kita lakukan sampai membuat kita lupa untuk mensyukuri kesempurnaannya yang dimata kita terlihat kecil.”
beberapa waktu saya lebih sering mendengarkan ngajinya Gus Baha. asa enjoy dan adem cara beliyo menceramahkan cara ibadah hamba kepada Allah. da saya jadi makin ngefans ini, yaaRobb. huhu.
jadi, kata beliyo, Imam Asy-Syadzili pernah bilang, “sedikit amal dengan perasaan bahagia dan bersyukur kepada Allah itu lebih baik, daripada banyak amal tapi merasa amal yang dilakukan kurang sempurna terus.”
seperti contohnya, kita terlalu sibuk dengan kalimat ratapan, yaaAllah, sholatku kok asa ndak khusyuk, ya. diterima ndak ya, kayaknya ndak diterima deh.” sampai membuat kita lupa dengan kalimat kebersyukuran, “alhamdulillah, sudah digerakkan Allah untuk mau sholat. alhamdulillah, sudah diberi anugerah Allah sholat sehari lima waktu.” padahal ya, urusan khusyuk nggak khusyuk adalah proses. wong kita bukan Nabi. ndak perlulah mencaci-caci diri kita yang sholatnya berantakan, obrak-abrikan, ndak khusyuk 100 persen. mensyukuri diri sendiri, bahasa sekarangnya mah.
terus masalah ngaji juga. kita terlalu sibuk dengan kalimat, “duh, ngajiku ini diterima Allah ndak, ya. ini bacaan Qur’anku kok cuma selembar ya sehari. kok, aku nggak lancar-lancar sih baca Qur’annya.” sampai membuat kita lupa ada kalimat yang lebih enak didengar, “terimakasih yaaRobb, sudah menggerakkan hamba mau ngaji, mendekat bahkan sampai mau membaca Qur’an.”
kita terlalu sibuk dengan kalimat ratapan, “duh, ini shodaqohku diterima Allaah nggak, ya. ikhlas nggak, ya.” sampai membuat kita lupa dengan kalimat, “alhamdulillah, diri ini sudah digerakkan buat mau ngasih shodaqoh ke masjid, ke orang-orang.”
padahal mah, urusan diterima nggak diterima suatu amalan adalah urusan Allah. hak prerogatif Allah. nggak lupa kan, Allah masukin kita ke surga bukan karena amalan kita melainkan karena rohmat Dia kepada kita? bisa jadi segunung amalan seseorang ndak ada satupun amal yang diterima Allah, dan bisa jadi juga ada seseorang yang cuma memiliki satu amalan kebaikan saja tapi ternyata berkat amalan itu, dia mendapatkan rohmat Allah. ndak bisa dilogika kadang sih hal-hal seperti ini. bener-bener cuma Allah yang tau. dan semua keputusan Allah mah pasti adil lah. lha mbok kiro Allah pemimpin dzolim????
nah, karena hal tersebut, alih-alih sering diratapi--yang biasanya malah sampai membuat kita lupa menerima diri kita sendiri--mending disyukuri saja. sithik ndakpapa. soalnya kalau keseringan meratap nantinya kalau sudah banyak, malah muncul jumawa.
nih ya, ketika kita cuma sholat lima waktu tanpa sholat sunnah lain, kita meratap, “kok cuma sholat lima waktu, ya. duhhhh, ndak enak ini sama Allah, tambah ah. mau sholat sunnah juga.”
terus setelah berhasil sholat sunnah, kitanya merasa banyak amal, bangga, terus bisabisa muncul sombong, terus bisabisa, meluap deh, meluap amalnya, ilaaaangggg. ya ndak semua begini, tapi saya kadang merasakan hal-hal demikian:(
loh jangan salah, saya pernah dong, berada dititik ndak banyak amalan sama sekali. saya lalu ngebut dong banyakin amal. alasannya sih, banyak amal bakal banyak peluang diterimanya suatu amal. tapi nyatanya pada suatu titik setelah saya berhasil rajin beramal, disitu saya merasa wahhhh keren bener ibadahnya banyak, terus jatohnya saya sombong merasa lebih keren dari yang belum sholat, saya merasa lebih pinter ngaji dari temen saya yang ngajinya plegak pleguk, saya jadi tenang karena merasa bangga ngasih uang ke keponakan-keponakan dll dst...........
makanya itu saya perbaiki dengan saya ndak terlalu muluk beramal banyakbanyak dulu, saya coba belajar esensinya. belajar rendah hati yang benar-benar rendah hati (bukan merendah untuk meninggi), belajar untuk.. udah, dijalani saja dulu. lama-lama juga tulusnya muncul sedikit demi sedikit. ikhlasnya muncul seiring waktu. ndak perlu mikir diterimanya, ndakperlu cemasin ini itu. ya pokoke dijalani.
gimana ya. sombong, ujub, bangga terhadap diri sendiri itu menyusupnya pelaaaan sampai kita ndak sadar, loh. kita ndak sadar kalau kita ujub, kita ndak sadar kalau kita bangga. beneran. hati-hati........
ini kojahan arahnya kemana yaaa wkwkwkwkwk. intinya gituu sihhh, jangan terlalu sering meratapi amal yang sedikit, mbok mending disyukuri saja. enjoylah bersama Allah. bersenanglah dalam beribadah. Dia baikkkk kok, pengampun, penyayang tak terbatas.
sekian dan dan terima jadi :3
selamat berhari jum’at. semoga berkaaah. yang lain sudah banyak yang ngingetin baca alkahfi, nai ngingetin sholawat aja haha.....
sholawat yang banyaaaakkkkk. soalnya mudah bisa disambi ngapa-ngapain. disambi masak, nyapu, kerja, nyuci, nonton tv, jalan kaki, naik motor. dan efeknya gedhe. ndak percaya? lha sana coba dewe. buktikan sendiri :D
Kurma
Tadiii sore abis dengerin orang2 baik sharing, kata si salah satu mbak shalihah yg MashaAllah itu dia lagii sibuk nanem kurma dan kurmanya bisa berbuah, terus kitakita yg ada disitu juga diajakin nanem kurma...
Soalnya kata si mbak nanem kurma itu ada haditsnyaa, dan dapat pahala dari Allah, teruss katanya juga nanti ada waktuu yang akan datang kemarau puanjaaaang menjelang hari kiamat, disitu semua orang kelaparan karena gapunya makanan, bahkan umat muslim makanannya hanya dzikir, tapi ada beberapa orang yang punya makanan dan mereka itu adalah orang2 yang punya pohon kurma...
Karena si pohon kurma meski kemarau panjang atas izin Allah, dia tetep kuat dan mampu menghasilkan buah, MashaAllah yaaaaa,
Cuzzz otw nanem biji kurmaaa..
ini dia haditsnyaaaa ⤵⤵
“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang diantara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat maka hendaklah dia menanamnya.”
(HR. Imam Ahmad 3/183, 184, 191, Imam Ath-Thayalisi no.2078, Imam Bukhari di kitab Al-Adab Al-Mufrad no. 479 dan Ibnul Arabi di kitabnya Al-Mu’jam 1/21 dari hadits Hisyam bin Yazid dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu)