Sesederhana ‘menghargai’
Hari ini diajari langsung soal pentingnya menghargai. Singkatnya, aku mendapati diriku diabaikan oleh suatu kelompok orang yang sama seperti kemarin. Bukan.. bukan karena terlalu perasa atau menghakimi terlalu cepat, tetapi aku menemukan pola yang sama dan berulang yang membuatku bertanya “apakah aku ada?”.
Tanpa berniat meninggikan diri, aku selalu takut untuk membuat orang merasa tidak dihargai kehadirannya. Oleh karena itu, upayaku untuk menimpali saat ada yang berbicara akan suatu hal, aku akan selalu berusaha bersuara meskipun dengan respon yang mungkin terkesan singkat. Ketakutanku ini.. mungkin saja hasil dari kekhawatiran apabila hal itu sewaktu-waktu menimpaku lagi.
Saat diri kita memiliki kesadaran untuk selalu mau memposisikan diri ketika berada di sepatu orang lain, maka kita akan selalu berupaya mengurangi hari yang tidak menyenangkan yang dirasakan oleh satu atau dua orang di sekitar kita.
Terdengar sepele, namun menurutku hal sesederhana ‘menghargai’ akan kehadiran atau keberadaan dari seseorang bisa jadi merupakan sesuatu yang paling berhaga baginya. Sebab, kita tidak pernah tahu bagaimana beratnya hari yang ia lalui pada saat itu.
Dari peristiwaku yang terabaikan, aku jadi tidak ingin hal ini terjadi di banyak orang lagi. Tolong bantu aku, ya? Sama-sama untuk membantu orang di sekitar selalu merasakan bahwa kehadirannya benar ada dengan sentuhan sederhana melalui lisan, telinga yang berusaha mendengar, serta bentuk kasih lainnya yang dapat diri kita lakukan.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. ❤️















