berderai air mata adek membaca review Letters to Karrel.. Makasih bebeb rara yang sudah bersedia berbagi kebahagiaan pada kami yang merindukan ayah. Membuka mata pada perjuangan seorang ibu yang mempertaruhkan nyawa demi melahirkan seorang anak. Embah, panggilanku kepada cinta pertamaku. Tak banyak potret yang bisa ku abadikan, tak banyak kisah yang bisa ku ingat. Yang ku tahu, embah adalah sosok yang keras. Beliau tak pernah memberikan materi yang melimpah, tak pula memberikan kasih sayang yang berlebih. Namun kegigihannya turut serta dalam membesarkan ke enam anaknya yang penuh keunikan. Kecelakaan yang menimpanya membuat embah tak dapat lagi bekerja, hanya menjadi orang di balik layar di sebuah usaha ummi. Aku tau batin embah menjerit karena beliau tak mampu menafkahi keluarganya, namun kami mengerti mbah, bahwa lelahmu cukup sampai di sini. Aku hanya bisa memelukmu pada hari raya, iya hanya hari raya saja. Karena sosokmu yang begitu jauh dariku sehingga pelukan hangat itu selalu kurindukan. Tepat setelah hari raya Idul Adha tahun 2010. Itu adalah pelukan terakhirmu, itu adalah senyuman terakhirmu. Satu pekan terbaring tak sadarkan diri, membuat aku menyesal tak bisa menghabiskan waktu bersamamu. Aku tau kau begitu kesepian, aku tau kau begitu tertekan. Akhirnya koma itu menjadi titik. Intonasi final yang artinya akhir dari sebuah kalimat. Kepergianmu adalah akhir dari kisahku denganmu. "seseorang itu akan sangat berarti ketika orang itu telah tiada" Kalimat yang selalu terngiang sampai saat ini. Kini, hanya satu foto usang yang berdiri indah di kamarku. Kini, hanya doa yang bisa aku persembahkan dalam tiap sujudku. Semoga kelak Allah pertemukan kami di Jannah-Nya. Allahumma Aamiin #challenge #challengerumeo #kbmo3















