Seorang pemuda malah kemudian merasa bersyukur setelah gagal berangkat ke kapal pesiar, menyusul para pekerja di sektor itu dipulangkan berkenaan dengan mewabahnya Virus Corona. Adalah pemuda I Gede Semara (24), penduduk Banjar Anyar, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem yang gagal berangkar kerja di kapal pesiar setelah mendadak akun emailnya tidak bisa dibuka pada Januari lalu. “Januari lalu saat panggilan kerja di kapal pesiar datang, akun email saya mendadak tidak bisa dibuka, sehingga saya kehilangan arah,” ujarnya, menjelaskan. De Goar, begitu panggilan akrabnya, mengaku tidak kehilangan semangat setelah tidak jadi berangkar kerja ke kapal pesiar. Ia langsung merintis usaha ternak ayam petelur di kampungnya. Ketika ditemui LenteraEsai.id di rumahnya, Rabu (30/4), ia sedang sibuk membangun tempat dan kandang untuk beternak ayam. Bangunan yang dibuat tampak sudah berjalan kurang lebih mencapai 55%. De Goar mengaku berinisiatif sendiri pembangun kandang setelah melihat ayahnya I Nyoman Sukernia (53), tidak lagi bekerja setelah di-PHK dari tempatnya bekerja di sebuah vila di daerah Badung yang terdampak Virus Corona. Sebelum terfikir untuk berbisnis ternak ayam petelur, De Goar sudah sejak sekitar 5 tahun lalu menekuni bisnis ternak ikan koi bersama temannya I Gede Yuda Eko Widnyana, yang sama-sama memiliki hobi piara ikan hias. “Dari modal awal yang hanya 50 ribu rupiah saja untuk membeli bibit ikan koi, sekarang omzet saya sudah bisa mencapai sekitar 2-5 juta rupiah perbulannya,” kata De Goar. Untuk memasarkan dagangannya, De Goar dan Yuda memanfaatkan media online seperti instagram,WA dan facebook guna mencari calon pembeli. Selama ini pelanggan kebanyakan datang langsung ke rumahnya walau ada juga yang diantar langsung ke pembeli yang kebanyakan dari Kota Denpasar. Mengenai kisaran harga ikan koi, untuk yang masih bibit usia sekitar 2-3 bulan dijual seharga Rp 5 ribu per ekornya, sedangkan ukuran sedang dijual dengan harga Rp 15 sampai Rp 50 ribu per ekor. Ikan yang sudah berukuran 30 cm, bisa mencapai Rp 150 ribu per ekornya. Selengkapnya: http://lenteraesai.id/2020/04/30/gagal-kerja-kapal-pesiar Via @kabarkarangasem #KarangNow https://www.instagram.com/p/B_mraxMAXCP/?igshid=17mq8rv5jqowl












