05. The biggest regret
18 Mei 2024 Your biggest regret 5/150
Ada satu hal yang aku akhirnya menyadari, bahwa penyesalan terbesarku adalah tidak bersungguh-sungguh dalam mempelajari sesuatu. Aku tidak mendalami satu hal hingga ahli didalamnya, tidak juga mempelajarinya dengan lebih baik lagi.
Dititik kehidupan ini, dapatkan kukatakan bahwa itulah penyesalan terbesar yang kumiliki. Entah bagaimana aku menjalani kehidupanku sebelumnya, tapi kurasa efek domino dari kemalasanku dimasala lalu menjadikan diriku yang seperti ini.
Dari banyaknya sesal yang tak dapat diubah, dan sesal yang berujung duka, maka sepatutnya tiada lagi sesal-sesal dikemudian hari sebab apa yang kulakukan hari ini. Menilik dari bagaimana hidup keras sekali membenturku berkali-kali, aku terbentuk menjadi pola yang spesial, yang disana aku semakin kuat mengakui lemah dan kurangku, yang disana juga aku berujung berkaca diri lebih dalam lagi, belajar lebih keras lagi.
Penyesalan bukanlah hal pertama bagi tiap kepala yang hidup di dunia, ia menjadi yang terakhir datang, mengingatkan kita bahwa ada hikmah dari tiap-tiap yang terjadi, ada alasan dari hal-hal yang berjalan.
Sesal menjadi sebuah gerbang, entah disana menutup kembali semua kekacauan yang kita buat, atau membuka pada sesal lain akibat membiasakan ego untuk terpuruk pada sesal-sesal berikutnya.
kuharap, aku tidak bertemu pada sesal yang lain diwaktu yang akan datang.
dan kuharap, aku mampu melawan rasa malas, sedih, kecewa dalam waktu sesingkat mungkin, agar dapat kugunakan sisa waktu ini untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan membahagiakan.
Teruntuk diriku, bertahanlah dan teruslah belajar memperbaiki diri. Kelak, tiada penyesalan yang menghampirimu, tetapi senyum bahagia, atas apa-apa yang ikhlas kau jalankan.













