DIMANA ALLAH? . âDimanakah Allah?â maka jawaban yang benar adalah Allah bersemayam di atas Arsy, dan Arsy berada di atas langit. Hal ini sebagaimana diyakini oleh Imam Asy SyafiâI, ia berkata: âBerbicara tentang sunnah yang menjadi pegangan saya, murid-murid saya, dan para ahli hadits yang saya lihat dan yang saya ambil ilmunya, seperti Sufyan, Malik, dan yang lain, adalah iqrar seraya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa Allah itu diatas âArsy di langit, dan dekat dengan makhluk-Nyaâ (Kitab Iâtiqad Al Imamil Arbaâah, Bab 4). . Demikian juga diyakini oleh para imam mazhab, yaitu Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, tentang hal ini silakan merujuk pada kitab Iâtiqad Al Imamil Arbaâah karya Muhammad bin Abdirrahman Al Khumais. . Dalam hadits Muâawiyah bin Hakam, bahwa ia berniat membebaskan seorang budak wanita sebagai kafarah. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah, maka Rasulullah menguji budak wanita tersebut. Beliau bertanya: âDimanakah Allah?â, maka ia menjawab: â Di atas langitâ, beliau bertanya lagi: âSiapa aku?â, maka ia menjawab: âAnda utusan Allahâ. Lalu beliau bersabda: âBebaskanlah ia karena ia seorang yang berimanâ (HR. Muslim). . Namun perlu digaris bawahi bahwa pemahaman yang benar adalah meyakini bahwa Allah bersemayam di atas Arsy tanpa mendeskripsikan cara Allah bersemayam. Tidak boleh kita membayangkan Allah bersemayam di atas Arsy dengan duduk bersila atau dengan bersandar atau semacamnya. Karena Allah tidak serupa dengan makhluknya. . Imam Malik pernah ditanya dalam majelisnya tentang bagaimana caranya Allah bersemayam? Maka beliau menjawab: âBagaimana caranya itu tidak pernah disebutkan (Qurâan dan Sunnah), sedangkan istawa (bersemayam) itu sudah jelas maknanya, menanyakan tentang bagaimananya adalah bidâah, dan saya memandang kamu sebagai orang yang menyimpang, kemudian memerintahkan si penanya keluar dari majelisâ. (Dinukil dari terjemah Aqidah Salaf Ashabil Hadits) (muslim.or.id) #IslamQ #IslamQtv - đ¤ Penceramah : DR. Zakir Naik . đ SunnahTube . .