Ya Allah, alhamdulillah...
sore ini saya berkejaran dengan waktu. Sore yang bagi saya waktu begitu cepat berlalu, saya terlambat bangun dari tidur... selepas ashar, barulah saya bangun dengan kepala berat sekali. Mungkin karena gugup menyadari saya begitu lama tertidur, padahal begitu banyak to do list yang menanti antri di depan mata.
Hari ini saya berencana membuat soto ayam, sebenarnya mudah kalau hanya membuat kuah dan ayam goreng untuk soto. Namun, saya ingin berbagai printilannya juga lengkap demi sajian terbaik untuk keluarga. Ah, saya panik. Nasi belum apa-apa, ayam masih beku, bumbu belum kupas, ichan rewel selepas bangun tidur dan berbagai keriwuhan lainnya... memang, kalau niatnya mengeluh seakan 10 lembar A4 pun tak akan cukup, padahal ada 100 lembar A4 yang juga tak akan cukup jika kita menuliskan banyak nikmat yang Allah berikan untuk hari ini saja.
Jujur, kadang saya iri dengan rezeki yang Allah berikan... ketika di kelilingi teman-teman yang baik, dan saya kebagian bahagianya jadi bagian dari mereka. Saya iri ketika mereka bisa berbagi lebih banyak dari apa yang bisa saya berikan untuk mereka... bahkan mungkin bukan hanya saya saja yang kebagian, banyak teman di sekitarnya yang pasti bahagia juga memiliki teman seperti mereka.
Saya iri... kapan saya bisa berbagi sebanyak itu? Rasanya kapasitas saya masih terlalu kecil untuk berbagi banyak. Hikz.
Sore ini ayah kebagian peran kurir rezeki untuk di titipkan ke ichan, dari teman² ayah yang baik ichan dapat beberapa kue, jelly dan buah-buahan kesukaannya. Saya bahagia, tapi rasanya ingin menangis juga...
Boleh kan iri dalam kebaikan? Eh, ndak boleh ya? Seperti kisah Aisyah RA yang menanyakan kepada rasul amalan utama bagi seorang wanita. Apakah tidak bisa jihad berperang di jalan Allah? Lalu Rasul menjawab amalan utama bagi seorang wanita adalah yang tidak ada perang di dalamnya yaitu Haji dan Umrah. (HR. Ibnu Majah)
Mungkin seperti itu pula dalam hal berbagi. Tak perlu menunggu memiliki banyak jika ingin berbagi, karena yang kita butuhkan sesungguhnya bukan banyak atau sedikitnya. Namun kemauan untuk berbagi. Berbagi bagi kaum yang memiliki banyak harta itu biasa, namun bagi kaum yang kekurangan harta maka surga baginya...