#Tentang: Allah is the light of everything
اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۙ
This ayat is so beautiful and powerful. Bisa membuka mata hati. And I just can share what I get from the Ust. Nouman talk and some other resources.
I finally decide to post this for remind my self actually. Hopefully, you'll benefited from this.
اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ...
Allah is the light of the skies and the earth.
Pada awal ayat ini, Allah memberikan sebuah deskripsi. Bahwa Dia adalah cahaya. Sebenarnya, plenty of things describe as light. Al Quran juga dideskripsikan sebagai cahaya. Pun begitu juga dengan Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah cahaya. Malaikat juga diciptakan dari cahaya. Jadi (?)
Allah is the light of everything.
Tentu kita lagi nggak ngomongin soal cahaya lampu rumah yang sering mendrik mendrik (?). This is far beyond our imagination.
Tapi ayo kita coba breakdown pelan pelan (aing juga masih belajar bosqueee).
Pada dasarnya, kenyataan di dunia hanya dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah yang bisa kita lihat, semua manusia bisa melihat, entah dia muslim atau nggak. Yang kedua adalah yang tidak bisa kita lihat, tapi sebagian dari manusia bisa merasakan, umat beragama can relate.
So basically, there are seen and unseen reality.
Begitu juga dengan cahaya. Sama. Ada cahaya yang terlihat (cahaya lampu, cahaya matahari, cahaha bulan, cahaya bintang) dan ada cahaya yang tak nampak (cahaya iman yang diberikan oleh Allah kepada siapa yang dikehendakinya).
Cahaya yang tak nampak ini jauh lebih powerful dari yang nampak.
Logically ya. Bandingin aja cahaya lampu rumah sama cahaya matahari. Well, dua duanya masuk ke golongan seen light. Tapi seribu lampu pun tak akan mampu mengganti sinar matahari. Yes or no? Langit tetep aja gelap kalo malem, walaupun udah masang sejuta bohlam. Nggak akan berubah jadi biru. Bayangin gimana luar biasanya the unseen light itu nantinya.
Light of everything. Yang nggak akan bisa dibandingin sama apapun.
Sebelum mengulik mengapa cahaya itu penting banget. Kita bahas dulu apa saja faktor yang bisa membuat kita melihat.
Harus ada cahaya. Kalo siang ya cahaya matahari, kalo malem ya cahaya lampu beb. Kita nggak lagi tinggal di hutan kan yaaa.
Mata kita berfungsi dengan baik. Not blind.
See.. point pertama itu dipengaruhi oleh faktor eksternal dan poin kedua dipengaruhi oleh faktor internal. Jadi baik eksternal sama internal nya harus sama sama on, sehingga kita bisa melihat sesuatu dengan jelas.
Sama halnya untuk melihat sesuatu, untuk bisa melihat atau merasakan iman, at least dua faktor ini yang mempengaruhi.
Cahaya yang sudah ada di masing masing manusia (fitrah)
Cahaya yang datang dari Al Quran dan Sunnah.
Kemudian, seberapa penting cahaya dalam hidup ini?
Kalo nggak ada cahaya, there'll be no life.
Tumbuhan nggak bisa berfotosintesis, hewan kelaparan, apalagi manusia. Sama hal nya kalo nggak ada cahaya iman, we will be a dead body. Iya sih emang bisa bernafas, bisa makan enak, masih bisa nikah, but hatinya udah keras. Yakin bisa damai hidupnya?
Cahaya sebagai penunjuk jalan.
Pada waktu siang, pas ada matahari dan masih terbentuk bayangan. Kita bisa dengan mudah menentukan arah barat timur. Kalau malam juga bisa sih beb, pakek rasi bintang. E tapi.. bintang kan juga sumber cahaya yee.. We will completely buta arah kalau nggak ada cahaya. Kita nggak akan pernah sampai ke final destination. Karena pasti bakal kesasar. Get the point ya?
Nothing is beautiful kalo nggak ada cahaya.
Secantik apapun warna lautan, kalo nggak ada cahaya juga gak bakal kelihatan. Sewonderful apapun view yang kita dapetin pas travelling, kalo nggak ada cahaya ya bakal gelap gitu aja. Malah keputusasaan, ketakutan, hal hal yang nggak-banget-itu akan datang as a result.
Alkisah, Nabi Ya'qub AS pernah diberi suatu kabar bahwa anaknya Yusuf AS, telah meninggal dimakan serigala (meskipun tidak benar). Karena Nabi Ya'qub adalah seorang yang mempunyai cahaya dalam hatinya. Yang dikatakannya adalah, bukan hanya sabar, tapi shobrun jamil.
Itu mengisyaratkan akan hal hal yang positif, optimis.
Boro boro ngelihat pemandangan, ngelihat diri sendiri aja nggak bisa.
Indeed. Kita nggak bakal bisa melihat bayangan kita sendiri. Nggak bisa lihat seberapa kotor nya kita. Kita nggak bisa mengevaluasi atau memperbaiki diri kita sendiri. Lha lihat diri sendiri aja nggak bisa, apa yang mau diperbaiki?
By light, kita bisa tahu kenyataan.
Kalo nggak ada cahaya, kita benar benar blind. Melakukan suatu pekerjaan tanpa tahu apa yang dikerjakannya. Tidak mengetahui kalau ada jurang di depan langkah. Dan tentu saja sangat berbahaya bagi diri kita sendiri.
In every language. Light is associated with hope. With Allah deep inside our heart, harapan itu masih bisa kita pegang erat erat.
Asal jangan megang harapan palsu aja (eyya icikiwirr~~)