Hanya Ingin Senang, Tak Mau Terkekang
Kau berlidah pisau dalam ketamakan Kau jejalkan sperma jadi peranakan Tiada juga laut memakan Jelang ajal tiada tertekan
Bahasamu seiring kata kita Dan kau bangkitkan wanita yang miliki cita Puaskan nafsu dalam gelora derita Ia pasrah demi kau yang dicinta
Aku tak tahu lagi mana yang benar dan salah Kuburkan logika biar tak kalah Dihakimi tak mau walau sepanjang galah Hati tegar biar hancur terbelah
Perut itu membentuk kehidupan Benturkan pada dukun di balik papan Bajingan kau belum siap entah kapan Wanita itu tenggelam dalam sengsara hingga langit kedelapan
Wahai, mahluk yang membusuk lama dalam duka Di mana kau sembunyikan muka Biarkanlah jiwamu lakukan yang disuka Asalkan ia tak membuat luka
Haefa Azhar
Untuk seorang bajingan yang menyakiti sahabat.
Yogyakarta, 2 Maret 2015, pukul 11.54 WIB










