Berkenalan (Lagi) Dengan Karbohidrat - pt. 1
Berhubung saya terjun di bidang pangan, kadang-kadang saya merasa agak miris kalo ada yang bilang:
“Low/no carb diet” - tapi isinya sayur-sayuran.
“Saya ga makan karbo” - tapi habis itu bilang kalo masih makan muesli.
“Karbo bikin gemuk” - ga sepenuhnya salah, tapi terlalu menjeneralisir.
Oh oh, betapa maraknya misinformasi :’)
Apalagi sekarang pola makan itu udah kayak agama, pengikut-pengikutnya banyak yang garis keras tapi pengetahuannya masih sebatas permukaan :’)
Sebelum saya lanjut, sedikit disclaimer - saya bukan ahli. Saya juga masih belajar. Tapi izinkan saya untuk berbagi sedikit apa yang sudah saya pahami. Kalo ada yang salah atau kurang, saya terima masukan dari teman-teman pembaca, lho.
Dan izinkanlah saya memakai bahasa yang ala kadarnya. Kalo terlalu formal dan kaku takutnya berasa baca artikel jurnal. Cukup saya aja yang baca (dan mabok) :’)
Anyway... marilah kita mulai dengan menyimak diagram di bawah ini:
(Sumber: “Advanced Nutrition and Human Metabolism” 5th ed. - Gropper, Smith & Groff, 2008) - *bukan format citation yang baik dan benar.
Karbohidrat adalah salah satu komponen makronutrien (selain protein dan lemak) yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup kita. Dan karbohidrat pasti terkandung dalam semua sumber makanan nabati, sedangkan sumber makanan hewani yang mengandung karbohidrat adalah susu. Secara garis besar, karbohidrat bisa dibagi atas dua kategori: karbohidrat sederhana (simple carbohydrates) dan karbohidrat kompleks (complex carbohydrates).
Di postingan ini saya fokus ke karbohidrat sederhana dulu ya, supaya nggak kepanjangan XD
Karbohidrat sederhana umum dikenal dengan sebutan “gula”. Gula adalah bentuk karbohidrat yang paling sederhana dan dapat diserap oleh tubuh kita melalui usus halus dan digunakan sebagai sumber energi. Penting untuk diingat - gula adalah sumber energi utama tubuh kita. Jadi hidup tanpa gula itu agaknya impossible, gais.
Pastinya udah banyak yang tahu kalo kebanyakan makan atau minum yang manis-manis (baca: mengandung banyak gula/glukosa) bisa bikin diabetes. Dan banyak yang beranggapan bahwa gula yang terkandung dalam buah (fruktosa) lebih sehat daripada gula pasir. Jadi aman-aman aja makan buah sebanyak-banyaknya. Nggak juga...
Sekilas, sepertinya karbohidrat dan lemak tidak berhubungan. Tapi ternyata, hubungannya sangat erat. Apabila kita mengkonsumsi terlalu banyak gula, dalam bentuk apapun, yang tidak digunakan sebagai sumber energi akan disimpan di dalam tubuh kita sebagai lemak. Yang membedakan adalah lokasi di mana lemak itu tersimpan. Lemak yang berasal dari glukosa akan disimpan di dalam otot, sedangkan lemak yang berasal dari fruktosa akan disimpan dalam hati (liver ya, bukan jantung hati <3). Kalo pernah mendengar istilah fatty liver, salah satu penyebabnya adalah konsumsi fruktosa yang berlebihan.
Di part 2, saya akan membahas tentang kategori karbohidrat favorit saya - karbohidrat kompleks. Stay tuned!