Fase Zaman, dimanakah kita saat ini ⁉️
Adalah suatu keadaan absurd dimana yang benar & yang salah akan dirasa kabur. Kala yang berarti waktu serta tidho berarti tidak menentu atau tidak jelas. Cirinya adalah sebagai berikut :
zaman ini bukan zaman perang ataupun bencana akan tetapi yang benar kehilangan harga yang jahat akan tampil rapih
ilmu kalah dengan popularitas, agama jadi kontes dagangan
media bukan penjernih pikiran tapi menjadi alat bising
penguasa sibuk tampil dilayar dibandingkan hadir dipasar
hukum layaknya bahan elastis bagi orang yang kuat, namun tajam kepada yang lemah
dimedia rakyat saling hujat bukan utk perubahan tp menjadi pembenaran idola politiknya sendiri-sendiri
Ini adalah zaman layaknya mendung yang amat panjang bukan di langit tapi adanya dikepala dan hati manusia, jangan putus asa para leluhur sudah menuliskan tiap zaman punya waktunya zaman ini hanya satu fase dalam siklus besar
Datanglah Zaman Kalabendu yakni badai yang kedatangannya menghantam amat keras, adanya perut yang lapar, hukum yang bengkok, rakyatnya mulai murka. Zaman ini berasal dari kata Kala yang artinya waktu, bendu dapat diartikan murka atau bencana. Adapun cirinya adalah :
Harga bahan pokok dan sembako melambung tinggi
Para penguasa bersifat acuh, bahkan asik sendiri rakyat menjerit dibilangnya halusinasi dan malas
Kesenjangan ekonomi menjadi jurang maut, pesta ulang tahun berkado mobil lamborghini, dimana rakyat yang lain setengah mati mengais rezeki
Hukum bisa dibeli, aparat ajang lebih sigap menangkap rakyatnya daripada menertibkan para pencuri anggaran
Orang yang baik memilih diam, dan orang licik berbicara tentang moral
Alam murka, terjadi berbagai bencana gempa, gunung meletus, tanah longsor, banjir, serta perubahan cuaca ekstrim
Semua peristiwa yang disalahkan adalah rakyat yang ceroboh buang sampah sembarangan dengan segala pembenarannya. Kemudian rakyat bangkit memulai demonstrasi serta menggugat penguasa. Para penguasa tidak memiliki moral perlawanan itu nampak seperti jeritan pada langit yang memiliki jawaban.
Zaman Kalabendu dimana terbukalah semua topeng pemimpin mulai retak, kebenaran yang kabur di zaman Kalatidho menguap menjadi amukan rakyat serta kemarahan sosial.
Terjadi huru-hara dimana kekacauan sebelum kebenaran akan menang, dimana ini bukan kiamat akan tetapi sebuah zaman baru. Huru- hara akan terjadi saat kejahatan tak lagi ditutupi, yang palsu akan ketahuan, sistem agama, politik, ekonomi, semua akan kehilangan legitimasi. Rakyat akan bangkit dengan amarah, kecewa, muak, yang diam akan bersuara, kemudian turun kejalanan. Generasi baru lahir membaca ulang sejarah, dengan kesadaran dan tekad kuat mereka menjadi lebih baik. Terbuka ruang baru yakni ruang untuk keberanian, ruang untuk kebenaran, ruang untuk membangun dari awal lagi, ini bukan akhir tapi adalah kesempatan.
Adalah zaman keemasan, dimana zaman ini datang tidak dengan begitu saja. Ia datang adanya kesadaran tinggi untuk berbenah dari berbagai kesalahan, serta ketidakpedulian dizaman sebelumnya. Rakyatnya tidak memuja pencitraan, tapi mencari pemimpin yang melayani bukan untuk dilayani.
Agama bukan menjadi kontes semata, tapi menjadi sumber nilai untuk memperbaiki diri, pendidikan bukan soal ijazah tapi tentang bagaimana menumbuhkan kesadaran, dan hatinurani. Ekonomi bukan cuman grafik akan tetapi soal rasa aman dan cukup di meja makan.
Zaman Kalasuba bukan sebuah utopia, zaman ini hadir dari hasil kerja keras dari orang-orang yang berani jujur, sabar, dan tidak ikut arus yang rusak. Jadi pertanyaannya bukan "kapan zaman ini akan datang?" Tapi apakah kita pantas untuk menyambutnya ❓️