(fadilmfadil) cover - cover - cover

seen from TĂĽrkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from TĂĽrkiye

seen from TĂĽrkiye
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from TĂĽrkiye

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
(fadilmfadil) cover - cover - cover

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Did it ever cross your mind??? . . Honey? . . I’ll ask you clearly next time we met, and we'll never regret it again. Anymore~
Adaptasi dari yang terbiasa ramai menjadi sepi akan cenderung lebih sulit daripada sebaliknya, yang kemudian larut dalam lamunan.
Seperti halnya seseorang yang terbiasa hidup bersama orang lain, saling berinteraksi secara intens. Tiba-tiba kehilangan kebersamaan itu, seakan kehilangan sebagian dari hidupnya.
Padahal pada saat yang sama ia menyadari lamunanya adalah cerminan nyata dirinya sendiri. Menemukan kenyataan yang sama sekali tidak pernah ia kira, pun apa yang ia imani selama ini sebagai dirinya (melainkan pendapat orang semata).
DARI KAMI: KAUM ADAM
“Sungguh, tidak serta merta kami bermaksud begitu. Kiranya engkau mengerti wahai dewi pemilik karya kriya tuhan nan dinamis. Serbuan molekul-molekul basa dalam tubuh ini tak mudah untuk dibendung. Bukan karna kami tak mampu menjaga gurita reseptor tubuh. Tapi entah. Erangan itu bergerak secepat respon indera kami pada makhluk sepertimu”
Naif, sejak kapan kata itu bisa manggantikan arti fitrah manusia? Semudah sifatnya-kah? Bukankah sudah saatnya kenaifan itu menghilang lalu bertransformasi menjadi teorema yang lebih tinggi dejatnya? Iqra! Bacalah apapun yang di-indera.
Teriakan ini tidak sesederhana kritik. Tapi menuntut kami, para kaum adam, berubah menjadi sebijaksana mungkin. Lapang dada untuk memahami, dan selalu mencoba untuk menolak segala bentuk penjerumusanya.
Kolaborasi aksara lapang dada dengan permintaan maaf, dari kami.
Wahai hawa, sadarkah dirimu akan perhatian kami? Terkadang begitu berlebihan. Hingga menuai benih-benih imajinasi. Maaf, karena sifat tersebut bukan semata karena kami mau. Tapi bolehkah jikalau kami meng-kambinghitam-kan dunia yang ikut andil dalam membentuk sabana fantasi di lembah lamunan ini.
Maaf, untuk kesekiankalinya. Walaupun kami terlihat gagah perkasa, ketahuilah bahwa kelemahan kami adalah bercermin pada diri sendiri. Jadi tolonglah kami, dengan tidak mengundang kelemahan itu hingga mewujud menjadi kekhilafan. Jangankan menatap strukturmu, memergoki dirimu yang sedang mengikat rambut~saja kami berubah lunglai. Serius. Begitupula seperti yang dijelaskan dalam kitab asbab.
Itulah kenyataanya. Jangan tanyakan kami. And please don’t blame us.
Pun diantara kami ada yang kemudian terbuai lalu terjerembab. Berubah dari pengguna, pelanggan lalu menjadi provider. Maka mereka itulah yang tak henti-hentinya memujimu, berlebihan. Dan ketahuilah wahai hawa, bahasa politik lelaki hanyalah kemenangan. Terlepas dari apapun bentuk prosesnya. Jangan sekali-kali kamu menjadi mudah. Karena mudahmu membuat kami lemah.
Mudah-mudahan kalian para hawa mengerti dan sudi menerima permohonan maaf kami.
fadilmfadil cc: dillazova