Karakter seseorang bisa kita lihat dari tindakan dan luapan emosinya saat mengalami situasi tertentu. Mulai dari bagaimana sikap dia saat mengalami kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, tekanan dsbg.
Seseorang yang memiliki karakter sabar misalnya, ia tetap bisa tenang sekalipun menghadapi peliknya hidup atau saat berada dalam situasi yang mencekam. Ia bisa menahan rasa perih, sesak, kesal yang ia rasakan dan berhasil menahan kata-kata kasar yang mungkin akan terlontar melalui lisannya. Apalagi sampai mencela Tuhan karena tak tahan dengan beratnya ujian.
Mungkin kita bergumam, "orang itu emang udah dari sononya sabar." Namun perlu kita ketahui, sikap itu bisa dilatih. Karakter itu bisa dibentuk. Tindakan dan emosi itu saling berkaitan dan tindakan bisa memengaruhi emosi.
Kita bisa ambil contoh, cobalah berdiri tegap, membusungkan dada, dan wajah menghadap ke atas, lalu coba hadirkan emosi sedih atau mencoba menangis. Dijamin 100% tidak bisa. Atau kita coba duduk, menundukkan wajah, memeluk kedua lutut lalu mencoba tertawa. Pasti sulit.
Tindakan bisa memengaruhi emosi. Maka tak heran ketika emosi marah meluap, Nabi kita menyarankan untuk duduk jika posisi awalnya berdiri, dan berbaring jika posisi awalnya duduk. Jadi, karakter itu bisa dibentuk. Maka jangan pernah berhenti membentuk karakter positif dalam dirimu.















